BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Bank Syariah Indonesia (BSI) sempat mengalami gangguan (eror) pada mesin ATM dan M-Banking. Akibatnya, nasabah mengeluhkan gangguan tersebut lantaran tidak bisa menggunakan layanan perbankan.
Menanggapi hal tersebut, anggota DPRA, Sulaiman mengatakan bahwa, mayoritas masyarakat Aceh merupakan nasabah BSI. Sebab, sejak diberlakunya Qanun LKS. Seluruh Bank konvensional di tutup di Tanah Rencong ini.
“BSI sempat eror seharian penuh kemarin, banyak masyakarat mengeluhkan karena aktivitas dalam hal penarikan maupun tranfer uang di mesin ATM mapun M-Banking tidak dapat digunakan,” kata Sulaiman SE dalam keterangannya, Selasa (9/5/2023).
Ketua Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPR Aceh ini menjelaskan, kendala ini menyimpulkan bahwa BSI belum dapat sepenuhnya mengakomodir kebutuhan perbankan masyarakat di Aceh. Oleh sebab itu, Ia meminta agar BSI segera berbenah untuk meningkatkan sistem layanan.
“Kita berharap kepada Bank BSI agar benar-benar serius dalam mengelola Bank Syariah di Aceh, jangan sampai timbul keinginan dari berbagai pihak untuk mencabut kembali Qanun LKS,” ujar Sulaiman SE dengan tegas.
Perlu diketahui, sistem layanan transaksi Bank Syariah Indonesia (BSI) di ATM dan BSI Mobile belum stabil sejak mengalami gangguan dalam empat hari terakhir. Pemerintah Aceh melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh Muhammad MTA meminta pihak perbankan segera menyelesaikan permasalahan tersebut.
“Kita mengharapkan kepada pihak BSI untuk dapat segera menyelesaikan masalah ini karena berdampak besar terhadap aktivitas perekonomian masyarakat dan dunia usaha,” kata Juru Bicara Pemerintah Aceh Muhammad MTA dalam keterangannya, Kamis (11/5/2023).
MTA mengatakan, sebagian besar masyarakat dan dunia usaha di Aceh saat ini menggunakan BSI saat bertransaksi. Dia meminta gangguan tersebut dapat segera diselesaikan sebagai upaya pelayanan terbaik untuk nasabah.
“Sebagaimana kita ketahui, selain menggunakan BAS (Bank Aceh Syariah), sebagian besar masyarakat dan dunia usaha di Aceh menggunakan BSI setelah terjadinya kebijakan peleburan beberapa bank konvensional menjadi BSI oleh pemerintah. Di mana peleburan ini tentu diiringi dengan pengalihan rekening dari konvensional ke BSI,” jelasnya.
“Kita belum tahu pasti apa kendala paling krusial yang dihadapi BSI saat ini, dan kita meyakini BSI saat ini pasti terus berbenah yang terbaik untuk nasabah. Kita doakan semoga BSI dapat cepat memulihkan kasus serius ini,” lanjut MTA.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menyebutkan layanan perbankan mereka mulai pulih bertahap. Nasabah disebut dapat kembali bertransaksi di Kantor Cabang dan ATM.
Sementara Corporate Secretary BSI, Gunawan Arief Hartoyo mengatakan, layanan perbankan BSI sudah pulih secara bertahap dan nasabah dapat bertransaksi kembali di Kantor Cabang dan mesin ATM.
“Sekitar 1.200 unit ATM BSI pulih dan secara bertahap kantor-kantor BSI telah Kembali beroperasi,” kata Gunawan dalam keterangan tertulisnya, Selasa (9/5/2023).
Gunawan juga menyampaikan permohonan maaf atas kendala dan ketidaknyamanan yang dialami nasabah sehubungan dengan berlangsungnya proses maintenance sistem di BSI.
“BSI memastikan dana dan data nasabah tetap aman dan kembali mengimbau kepada seluruh nasabah untuk terus waspada dan berhati-hati atas segala bentuk modus penipuan,” tutup Gunawan. []





