TAKENGON – Peristiwa anak menggugat ibu kandung di pengadilan kembali terjadi, kali ini menimpa seorang ibu tua yang sudah berusia 70 tahun bernama Kausar warga Aceh Tengah . Anak yang tega itu diketahui bernama Asmaul Husna (49) . Dia juga diketahui merupakan seorang pejabat dan aparatur sipil Negara (ASN) yang menjabat sebagai kepala bagian (Kabag) di Setda Aceh Tengah.
Selain meminta ibunya untuk keluar dari rumah tersebut, sang anak juga menuntut ganti rugi sebesar Rp700 juta karena telah menempati rumah tersebut selama dua tahun. Mirisnya, anak yang menggugatnya itu juga merupakan seorang ibu bernama Asmaul Husnah (49), dia adalah anak pertama Kausar dari 11 bersaudara.
Tidak hanya menggugat ibu kandungnya, Asmaul Husna juga menggugat empat adik-adiknya yang juga tinggal di rumah tersebut.
Aksi sang anak yang menggugat ibu kandungnya ini pun terekam video amatir warga dan viral di media sosial. Bahkan dalam video amatir tersebut terdengar suara seorang perempuan yang menyebutkan nama Bupati Aceh Tengah untuk melihat salah seorang pejabat di lingkungan Sekretariat Daerah Aceh Tengah yang menggugat ibu kandungnya.
Sambil merekam proses sidang lapangan yang digelar oleh Pengadilan Negeri Takengon, Aceh Tengah. Terlihat juga wanita lanjut usia yang disebut sebagai ibu kandungnya. Dalam gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Takengon dengan Nomor register 9/PDT.G/2021/PN TKN/ tertanggal 19 Juli 2021 menyebutkan, penggugat memiliki hak atas sebidang tanah seluar 894 meter yang di atasnya berdiri bangunan berlantai 3 permanen, di Jalan Yos Sudarso, Kampung Blang Kolak II, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah.
Atas penguasaan atau menduduki objek sengketa tersebut dari tahun 2019 sampai saat ini tanpa hak dan tanpa se izin penggugat. Penggugat meminta ibu kandung yang berusia 71 tahun serta ke empat adiknya untuk meninggalkan rumah tersebut dan mengganti kerugian sebesar Rp200 juta karena telah menempati rumah tersebut selama dua tahun.
Kausar (70) merasa sedih karena diusir dari rumahnya sendiri yang selama ini dia tempati. Penggugat adalah anak tertuanya dari 11 bersaudara. Menurut Kausar, rumah ini adalah warisan dari ayahnya dan bukan hanya dia (Asmaul Husnah) yang berhak, karena ada adik adiknya yang lain.
“Coba bapak bayangkan seorang ibu diusir dari rumahnya sendiri,” tandasnya.[SINDONews]
Kau dibesarkan dan disekolahkan sampai tinggi supaya kau “menjadi orang” dgn harapan kelak kau balas Budi berbakti kpd orang tua, mengangkat harkat martabat keluarga.
Yg terjadi justru sebaliknya. Kau tampil sebagai anak durhaka…!
Kelak kau akan hidup dan mati dlm keadaan sengsara… Apalagi diakhirat nanti. Azab yg sangat pedih menerpamu selamanya.
Murka Allah karena kau durhakai orangtuamu(Ibumu) Allah timpakan kpd mu mulai didunia. Itu pasti…!
Jasa ibu tak kan mampu terbalas dengan apa pun,ingat lah buk surga itu terletak di kaki ibu,minta lah maaf cium kaki nya,selagi Allah beri ke sempatan,jgn kan kita usir ah saja terucap dari mulut sudah tergolong durhaka,harta jabatan semua itu titipan..
Kenapa masih ada pegawai berakhlak seperti itu, mental nya tidak baik, kepada pak bupati, tolong ditindak lanjuti, pegawai yg akhlak dan mental nya tidak baik,
Mungkin dia udah keserupan dengan makhluk gaib makanya dia gak kenal lagi mamanya
wahai saudariku kamu juga seorang ibu dari ank-anakmu, jika kelak apa yang saudri lakukan terhada orang tuamu sekarang maka anak-nakmu melakukan hala yang samam terjadi pada sadri apa yang saudri lakukan apakah saudari bahagia atau bersedih akibat prilaku anak-anak yang telah kita besarka dan kita sekolah keperguruan tinggi.mohon renungkan sepahit apapun saudari rasakan mungkin selama ini tolong sebelum Tuhan marah mintalah maaf kepada orang tua saudri yang telah mengeluarkan air mata akibat tindakan kita .
Inilah yang disebut zaman sampuraga modern seperti dongeng legenda pada zaman dulu seperti kisah Malin Kundang di Sumbar. Amat rangmanyang di Aceh dan sampuraga di Sumut banyak lagi yaitu yang terkutuk dan akan dikutuk oleh Allah baik di dunia maupun di akhirat kelak
Jangan sia sisian orang tua mu selagi masih hidup…apa lagi ibu kadung mu…kau di brsarkan dari hasil keringat darahnya…kau seorang pejabat sekalipun bukan itu yg diharapkannya…hanya kasih sayang dan perhatian mu…tak berati apa2 kau kalu tak bermanfaat buat orang lain…boleh jadi orang pintar, cerdas, dan memiliki jabatan dan tahta .tapi satu hal yg ngk kau miliki…AKHLAK
Kau dibesarkan dan disekolahkan sampai tinggi supaya kau “menjadi orang” dgn harapan kelak kau balas Budi berbakti kpd orang tua, mengangkat harkat martabat keluarga.
Yg terjadi justru sebaliknya. Kau tampil sebagai anak durhaka…!
Kelak kau akan hidup dan mati dlm keadaan sengsara… Apalagi diakhirat nanti. Azab yg sangat pedih menerpamu selamanya.
Murka Allah karena kau durhakai orangtuamu(Ibumu) Allah timpakan kpd mu mulai didunia. Itu pasti…!
Jasa ibu tak kan mampu terbalas dengan apa pun,ingat lah buk surga itu terletak di kaki ibu,minta lah maaf cium kaki nya,selagi Allah beri ke sempatan,jgn kan kita usir ah saja terucap dari mulut sudah tergolong durhaka,harta jabatan semua itu titipan..
Kenapa masih ada pegawai berakhlak seperti itu, mental nya tidak baik, kepada pak bupati, tolong ditindak lanjuti, pegawai yg akhlak dan mental nya tidak baik,
Mungkin dia udah keserupan dengan makhluk gaib makanya dia gak kenal lagi mamanya
wahai saudariku kamu juga seorang ibu dari ank-anakmu, jika kelak apa yang saudri lakukan terhada orang tuamu sekarang maka anak-nakmu melakukan hala yang samam terjadi pada sadri apa yang saudri lakukan apakah saudari bahagia atau bersedih akibat prilaku anak-anak yang telah kita besarka dan kita sekolah keperguruan tinggi.mohon renungkan sepahit apapun saudari rasakan mungkin selama ini tolong sebelum Tuhan marah mintalah maaf kepada orang tua saudri yang telah mengeluarkan air mata akibat tindakan kita .
Inilah yang disebut zaman sampuraga modern seperti dongeng legenda pada zaman dulu seperti kisah Malin Kundang di Sumbar. Amat rangmanyang di Aceh dan sampuraga di Sumut banyak lagi yaitu yang terkutuk dan akan dikutuk oleh Allah baik di dunia maupun di akhirat kelak
Jangan sia sisian orang tua mu selagi masih hidup…apa lagi ibu kadung mu…kau di brsarkan dari hasil keringat darahnya…kau seorang pejabat sekalipun bukan itu yg diharapkannya…hanya kasih sayang dan perhatian mu…tak berati apa2 kau kalu tak bermanfaat buat orang lain…boleh jadi orang pintar, cerdas, dan memiliki jabatan dan tahta .tapi satu hal yg ngk kau miliki…AKHLAK