BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Sebanyak tiga nelayan asal Aceh dikabarkan terombang-ambing di tengah laut Andaman. Mereka dikabarkan terapung selama 14 hari akibat boat mereka kemasukan air dan karam. Ketiga nelayan tersebut masing-masing bernama Jack Bowie (30) asal Meulaboh, Aceh Barat, Bayhaki (34), asal Padang Seurahet, Meulaboh, Aceh Barat dan Rinal Junaidi (46) asal kota Banda Aceh.
Panglima Laot Aceh, Miftah Tjut Adek ketika dikonfirmasi mengatakan, ketiga nelayan tersebut ditemukan oleh kru kapal tanker asing di perairan Andaman, tak jauh dari Pulau Nikobar.
“Ketiga nelayan ini merupakan awak Kapal KM Sultan asal Meulaboh, Aceh Barat. Mereka mengapung selama 14 hari karena boat mereka kemasukan air dan karab saat sedang mencari ikan,” ujar Miftah Tjut Adek via pesan Whatapps, Jumat (12/1/2023).
Miftah menjelaskan, ketiga nelayan ini awalnya ditemukan oleh awal kapa lasing, SC Gold Ocean berkode V7A5661 yang sedang berlayar dari Tanjung Pelepas, Malaysia menuju Mumbai, India. Saat tiba perairan Andaman, awak kapal tanker asing ini menemukan ketiga nelayan tersebut sedang mengapung di lautan. Awak kapal asing ini langsung memberikan pertolongan dan sekaligus mengevakuasi ketiga nelayan tersebut. Usai dievakuasi, ketiga nelayan Aceh ini diantar ke kota Sabang.
Saat dievakuasi, awak kapa lasing ini berkoordinasi dengan PT Soechi Tanker selaku ownership untuk langkah selanjutnya. Akhirnya, kapal asing ini memutar Haluan dan bertemu dengan tim SAR Banda Aceh. Setelah berkoordinasi dengan tim SAR, awak kapal asing itu selanjutnya menentukan titik pertemuan untuk proses penjemputan.
“Usai dilakukan aksi penyelematan, kapal tanker asing ini memutar Haluan dengan kembali ke arah kota Sabang untuk mengantar ketiga nelayan Aceh tersebut,” ujar Miftah Tjut Adek.
“Nanti malam sekira pukul 20.00 WIB, Tim SAR Banda Aceh akan menjemput ketiga nelayan itu ke titik kesepakatan. Mereka diperkirakan akan tiba di pangkalan SAR Ulee Lheue sekira pukul 22.30 WIB nanti malam,” ujarnya lagi.
Perlu diketahui, kapal tanker berbendera Kepulauan Marshal, SC Gold Ocean sedang berlayar dari salah satu Pelabuhan Johor, Malaysia menuju Pelabuhan Mumbai, India. Saat berada di perairan Andaman, tak jauh dari Pulau Nikobar, awak kapal asing itu menemukan satu unit boat nelayan Aceh dengan kondisi seluruh lambung kapal karam.
Dari video yang beredar di medsos, boat nelayan itu hampir sepenuhnya karam karena kemasukan air, kecuali bagian atap kemudi saja. Sementara, ketiga nelayan terlihat berdiri di geladak kapal yang kondisinya sudah terendam air.
Awak kapal asing langsung melakukan aksi penyelamatan dan evakuasi ketiga nelayan asal Aceh tersebut. Dalam rekaman video lainnya memperlihatkan, ketiga nelayan ini ditolong dan sekaligus diberikan selimut, handuk dan makanan oleh awak kapal tanker asing tersebut.
Saat mengapung di lautan, ketiga nelayan ini mengaku sudah tidak ada stok makanan lagi. Untuk mempertahankan hidup, mereka terpaksa minum air laut. []