BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Masyarakat Beutong Ateuh Benggalang memperingati 24 tahun syahidnya Teungku Bantaqiah. Kegiatan ini dilaksanakan Dayah Babul Mukarramah A’la Nurilah, Gampong Meurandeh, Kecamatan Beutong Ateuh Benggalang, Nagan Raya, Senin (23/10/2023). Prosesi acara yang diiringi zikir, shalawat dan doa bersama dipimpin langsung oleh putra almarhum Teungku Bantaqiah, Teungku Malikul Mahdi.
Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh Pj Gubernur Aceh diwakili oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Musmulyadi, Ketua umum Komite Peralihan Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem serta jajaran Pemkab Nagan Raya.

Dikutip laman KONTRASACEH, Peristiwa Beutong Ateuh, atau juga dikenal dengan Tragedi Tgk Bantaqiah terjadi pada 23 Juli 1999. Saat itu, pasukan militer membantai warga sipil yang merupakan jamaah dan santri Dayah Babul Al Nurillah pimpinan Tgk Bantaqiah, di Desa Blang Meurandeh, Kecamatan Beutong Ateuh, Nagan Raya.
Pasukan gabungan yang beranggotakan 215 personel, masuk ke Beutong Ateuh menyahuti perintah Danrem Lilawangsa, Kolonel Syafnil Armen untuk menindak Tgk Bantaqiah, sosok yang mereka curigai menyimpan senjata milik GAM. Namun, proses penggeledahan itu berubah menjadi malapetaka. Tgk Bantaqiah berikut santri-santrinya tewas diberondong peluru. Total 34 orang ditembak dan meninggal seketika, dan 23 orang luka-luka. Para santri yang terluka lalu diangkut ke truk tentara. Di tengah jalan, mereka kemudian ditembak mati dan tubuh mereka dilempar ke jurang.
Informasi selengkapnya, silahkan baca di 23 Juli 1999, Mengenang 22 Tahun Tragedi Beutong Ateuh





