JAKARTA | ACEHJURNAL.COM – Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman alias Haji Uma menjemput saksi kunci kasus pembunuhan almarhum Imam Masykur. Informasi diperoleh, saksi kunci itu berangkat dari Bireuen menuju Bandara Kualanamu, Medan pada Rabu (1/11/2023) sekira pukul 01.30 WIB.
\Dalam perjalanan itu, turut hadir ibunda almarhum Imam Masykur, Fauziah dan dua adiknya, yakni Fakhrurrazi dan Khaidar serta Yuni Maulida selaku tunangan Imam Masykur. Staf ahli DPD, Muhammad Daud mengaku, saksi kunci tersebut selama ini tidak muncul ke publik.
“Setiba di Kualanamu, para saksi kunci ini diberangkatkan secara terpisah dengan pesawat berbeda. Ia tiba di Bandara Soekarno Hatta sekira pukul 14.00 WIB,” ujar Muhammad Daud kepada AcehJurnal.com via telepon seluler.
Setiba di Jakarta, saksi kunci itu langsung disambut oleh senator Aceh, H. Sudirman alias Haji Uma bersama Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Adapun kedatangan para saksi dari Aceh untuk memenuhi panggilan Mahkamah Militer II-08 Cakung, Jakarta Timur
“Para saksi ini akan memberi kesaksiannya besok dihadapan Yang Mulia Hakim atas kasus pembunuhan Imam Masykur oleh 3 oknum TNI” ujar H. Sudirman alias Haji Uma.
Haji uma juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga Imam Maskur yang telah mengizinkan Khaidar hadir ke jakarta untuk bersaksi terhadap kasus yang menimpa saudaranya.
Haji Uma menjelaskan, Khaidar merupakan korban yang selamat dan menyaksikan langsung saat pembunuhan Imam Masykur terjadi. Saat peristiwa nahas itu terjadi, Khaidar semobil dengan Imam Masykur sebelum dibunuh oleh 3 oknum TNI.
“Khaidar inilah yang menjadi saksi kunci alias saksi mahkota dalam kasus ini,” ujar H. Sudirman alias Haji Uma.
Haji Uma mengaku, ketiga saksi lainnya yang berangkat ke Jakarta untuk memenuhi panggilan Mahkamah Militer II-08 Cakung, Jakarta Timur difasilitasi oleh Mukhlis Takebaya, Abdullah Puteh dan Pj. Bupati Bireuen, Aulia Sofyan. Sementara perjalanan darat keempat saksi dari Lhokseumawe ke Kualanamu Sumatera Utara difasilitasi Haji Uma.[]