Pulo Aceh Perlu Bersolek Diri

Banda Aceh | AcehJurnal.com – Sejumlah peristiwa dari kawasan Pulo Aceh kembali menyedot perhatian publik beberapa pekan terakhir. Pulau terluar di Kabupaten Aceh Besar ini hanya dihuni lebih kurang 4.500 lebih penduduk dari 17 desa ini seakan menjadi isu hangat yang diperbincangkan oleh berbagai pihak. Mulai dari politisi, akademisi hingga Pemerintah Aceh maupun Pemkab Aceh Besar.

Pulo Aceh diibaratkan seperti seorang gadis cantik yang tinggal di pelosok desa. Ia tidak sadar jika dirinya memiliki paras rupawan. Karena selain berdomisili di pelosok desa, si gadis ini juga jarang “bersolek diri” sehingga jarang dilirik oleh warga. Akibatnya, Pulo Aceh dikenal dengan suguhan alam bahari yang indah seakan kurang mendapat sentuhan dan perhatian Pemerintah Aceh, khususnya Pemkab Aceh Besar.

Baca : Pulo Aceh, Sekeping Surga di Tanah Rencong

Mulai dari minimnya fasilitas publik, kurangnya guru didik di sekolah-sekolah maupun madrasah hingga alat transportasi laut yang masih kurang memadai. Mirisnya lagi, warga yang sakit terpaksa mengandalkan perahu nelayan saat dirujuk ke Banda Aceh.

Ini dibuktikan dengan beredarnya video amatir seorang ibu yang hendak melahirkan terpaksa menumpang perahu nelayan saat dirujuk ke Banda Aceh. Viralnya rekaman video ini tentu saja menghentakkan publik. Tak jarang,  hujatan dan kritikan pedas dari warganet berseliweran di laman medsos.

Salah satunya adalah anggota DPR Aceh, Sulaiman SE. Politikus Partai Aceh ini mendesak Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali segera menyediakan ambulans laut.

“Bupati Aceh Besar jangan melihat sebelah mata saudara saya di Pulau Aceh. Mereka juga orang yang telah mengantarkan sebagai orang nomor satu di Aceh Besar,” kata Sulaiman SE pada  Jumat (12/3/2021) lalu.

Anggota DPR Aceh, Sulaiman SE. Foto Taufik Ar Rifai

Baca : Viral Setelah Ibu Melahirkan Dirujuk Naik Boat, DPRA Sorot Pemkab Aceh Besar

Selain sektor transportasi laut, Sulaiman SE juga meminta Pemerintah Aceh ikut mempromosikan kawasan Pulo Aceh sebagai destinasi wisata bahari. Apalagi, katanya lagi, Gubernur Aceh Nova Iriansyah bersama sejumlah pejabat baru saja pulang dari Abu Dhabi dalam rangka menggaet para investor.

“Sudah selayaknya kawasan Pulo Aceh juga turut diperhatikan oleh pak Gubernur. Selain Pulau Banyak di Aceh Singkil, Pulo Aceh juga memiliki keindahan alam bahari yang sangat eksotis. Apalagi lokasinya tidak jauh dari ibukota Banda Aceh dan kota Sabang. Mudah-mudahan ada pihak investor yang tertarik untuk berinvestasi disana,” tambah Sulaiman SE.

Baca : Di Hadapan Gubernur Aceh, Sulaiman SE Minta Pulo Aceh Jangan Dianaktirikan

Advertisement

Sementara itu, Pulo Aceh juga diusulkan menjadi rumah tahanan bagi para penyalahgunaan narkoba. Usulan ini disampaikan Wakil Bupati Aceh Besar, Husaini A. Wahab alias Waled Minggu (25/4/2021) kemarin. Menurutnya, kawasan Pulo Aceh diharapkan menjadi Lapas rehabilitasi bagi para tahanan narkoba. Ini dikarenakan Pulo Aceh sangatlah cocok untuk dijadikan sebagai Nusakambangan bagi tahanan narkoba di Bumi Serambi Mekkah.

Usulan orang nomor dua di Kabupaten Aceh Besar ini ditanggapi beragam oleh berbagai pihak. Anggota DPR Aceh, Bardan Sahidi mengaku sangat mendukung usulan Pemkab Aceh Besar untuk membangun rumah tahanan bagi penyalahgunaan narkoba di Pulo Aceh.

“Sangat kita dukung dan apresiasi langkah Pemkab Aceh Besar. Karena dengan dibangunnya Lapas Narkoba disana, tentu saja akan memudahkan untuk menimalisir angka peredaran narkoba di Aceh,” kata Bardan Sahidi kepada AcehJurnal.com via pesan singkat Whatapps.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRK Aceh Besar, Bakhtiar menilai bahwa, usulan Pemkab Aceh Besar untuk membangun “Nusakambangan” bagi tahanan narkoba di Pulo Aceh sah-sah saja. Namun masih banyak program yang perlu diprioritaskan oleh Pemkab Aceh Besar untuk membangun Pulo Aceh.

“Padahal masih banyak hal yang perlu diprioritaskan, seperti fasilitas publik mulai dari transportasi laut dan darat. Begitu juga dengan fasilitas pendidikan dan kesehatan serta peningkatan ekonomi bagi kesejahteraan warga disana,” kata Wakil Ketua DPRK Aceh Besar, Bakhtiar.

Wakil Ketua DPRK Aceh Besar, Bakhtiar. Foto IST

Politisi Partai Aceh ini menilai, potensi keindahan alam di Pulo Aceh layak dikembangkan sebagai sektor pariwisata halal di Aceh. Oleh karena itu, akselerasi pembangunan perlu digenjot sehingga semakin dilirik pihak investor.  Selain itu, ia juga mengusulkan agar Pulo Aceh memilih keluar dari kawasan BPKS Sabang. Sehingga kawasan Pulo Aceh akan menjadi perhatian Pemerintah Pusat agar akselerasi pembangunan terus ditingkatkan. Hal ini beradasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 6 Tahun 2017 tentang penetapan pulau-pulau kecil terluar

“Keindahan Pulo Aceh jika dikelola dengan baik tentu sangat membantu taraf perekonomian warga. Sehigga pembangunnanya juga tidak jauh tertinggal dengan pulau-pulau terluar lainnya di Indonesia. Apalagi lokasinya juga tak jauh dari ibukota Banda Aceh sehingga semakin memudahkan para investor untuk menanamkan modalnya disana,” pungkas Bakhtiar. []

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT