Ricuh, Massa Desak Kibarkan Bulan Bintang di Meuligoe Wali Nanggroe

Hayeu ! Band “Keubibit” Asal Aceh Sukses Raih AMI Award 2020

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM - Group Musik etnik asal Aceh Keubibit berhasil meraih Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2020. Pengumuman keberhasilan itu sisampaikan melalui televisi...

Terjaring OTT, KPK Umumkan Status Hukum Wali Kota Cimahi Besok

JAKARTA | Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna yang terjerat operasi tangkap tangan (OTT) atas dugaan suap terkait perizinan rumah sakit masih diperiksa di...

Di Tengah Pandemi, Investor Korea Tertarik Investasi Pengolahan Air Minum di KEK Arun

LHOKSEUMAWE | ACEHJURNAL.COM - Di tengah pandemi covid-19, persahaan asal Korea Selatan, Daejin berencana melakukan investasi di Kawasan Khusus Ekonomi (KEK) Arun kota Lhokseumawe....

Polemik di MAA, Usman Lamreueng Minta Gubernur Aceh Segera Lantik Badruzzaman Sebagai Ketua

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Kisruh Majelis Adat Aceh (MAA) mulai menyita perhatian dari berbagai elemen masyarakat. Akademisi Universitas Abulyatama, Usman Lamreueng mangatakan, polemik...

Tak Diberi Uang, Anak Tebas Ayah Kandung di Bireuen

BIREUEN | ACEHJURNAL.COM - Warga Gampong Suka Ramai, Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen geger. Dua warga desa setempat, M. Yusuf (64) dan Jufri (60) terpaksa...

Banda Aceh – Kericuhan terjadi usai peringatan 15 tahun perdamaian Aceh, di Meuligoe Wali Naggroe,aksi saling dorong terjadi antara petugas dengan puluhan massa, Sabtu (15/8).

Puluhan massa datangi gedung Wali Nanggroe untuk mengibarkan bendera bulan bintang, namun tidak terwujud lantaran bendera tersebut di sita petugas.

Aksi saling dorong bersama petugas terjadi saat massa berupaya bertemu Wali Nanggroe Malik Mahmud, dan Muzakir Manaf, namun petinggi GAM itu buru buru meninggalkan lokasi.

Massa yang ada di lokasi saling bergantian meneriakkan agar bendera bulan bintang di kibarkan, dan mereka kembali menuntut satu dari sejumlah bendera yang di amankan petugas untuk di kembalikan.

Juru Bicara Komisi Peralihan Aceh, Azhari Cage terlihat mencoba menenangkan massa, dan pada akhirnya dilakukan dialog antara Jubir KPA, Kodim 0101 BS, dan Polresta Banda Aceh, untuk mencari titik terang terhadap tutututan massa.

Jubir KPA Azhari Cage kepada wartawan mengatakan, pihaknya dari KPA menginginkan bendera bulan bintang bisa di kibarkan di Meuligoe Wali, untuk menyambut peringatan hari damai Aceh, dan itu dok cegah oleh pihak keamanan, kemudian bendera tersebut yang di sita petugas.

“Mereka meminta kepada saya selaku Jubir KPA, untuk meminta kembali bendera tersebut, dan juga tengah melakukan negosiasi, dalam pertemuan tersebut kita meminta agar pengibaran bendera di izinkan untuk memperingati hari damai Aceh, sekitar 15 menit,” katanya.

Menurutnya, tanggapan pihak Kodim dengan Polresta Banda Aceh, akan melakukan kordinasi dengan Pangdam dan Kapolda Aceh.

“hasil dari pertemuan tersebut, bendera di kembalikan dan pengibarannya tidak di izinkan, kemudian massa membubarkan diri dari Meuligoe Wali Nanggroe,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

HEADLINES

Hayeu ! Band “Keubibit” Asal Aceh Sukses Raih AMI Award 2020

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM - Group Musik etnik asal Aceh Keubibit berhasil meraih Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2020. Pengumuman keberhasilan itu sisampaikan melalui televisi...

Terjaring OTT, KPK Umumkan Status Hukum Wali Kota Cimahi Besok

JAKARTA | Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna yang terjerat operasi tangkap tangan (OTT) atas dugaan suap terkait perizinan rumah sakit masih diperiksa di...

Di Tengah Pandemi, Investor Korea Tertarik Investasi Pengolahan Air Minum di KEK Arun

LHOKSEUMAWE | ACEHJURNAL.COM - Di tengah pandemi covid-19, persahaan asal Korea Selatan, Daejin berencana melakukan investasi di Kawasan Khusus Ekonomi (KEK) Arun kota Lhokseumawe....

BERITA TERKAIT

Hayeu ! Band “Keubibit” Asal Aceh Sukses Raih AMI Award 2020

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM - Group Musik etnik asal Aceh Keubibit berhasil meraih Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2020. Pengumuman keberhasilan itu sisampaikan melalui televisi...

Terjaring OTT, KPK Umumkan Status Hukum Wali Kota Cimahi Besok

JAKARTA | Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna yang terjerat operasi tangkap tangan (OTT) atas dugaan suap terkait perizinan rumah sakit masih diperiksa di...

Di Tengah Pandemi, Investor Korea Tertarik Investasi Pengolahan Air Minum di KEK Arun

LHOKSEUMAWE | ACEHJURNAL.COM - Di tengah pandemi covid-19, persahaan asal Korea Selatan, Daejin berencana melakukan investasi di Kawasan Khusus Ekonomi (KEK) Arun kota Lhokseumawe....