Signifikansi Sejarah

Jelang Milad GAM, Ableh Kandang : Kita Patuh Instruksi Mualem

LHOKSEUMAWE | ACEHJURNAL.COM - Menjelang peringatan Milad GAM pada 4 Desember besok, Komite Peralihan Aceh (KPA) wilayah Kuta Pase akan menggelar serangkaian kegiatan. Ketua...

Jelang Milad GAM, Kapolres Pidie Sambangi Kombatan di Pedalaman Pidie

SIGLI | ACEHJURNAL.COM - Menjelang peringatan Milad Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada 4 Desember 2020 besok, jajaran Polres Pidie menyisir kawasan pedalaman. Kali ini...

Kuras Harta Majikan Rp 61,4 Juta Lebih, Seorang Pembantu Diringkus Polisi di Banda Aceh

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Pencurian berkedok pembantu rumah tangga kembali meresahkan warga kota Banda Aceh. Tak tanggung-tanggung, harta korban majikannya bernama Teuku Andryansyah...

Mencari Sosok Pendamping Nova, Ini Tanggapan Partai Pengusung

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Nova Iriansyah resmi dilantik sebagai Gubernur Aceh sisa jabatan 2017-2020. Ia sah didapuk oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian...

[FOTO] Kenangan Maradona Sambangi Gelora Bung Karno

JAKARTA : Dunia sepakbola berduka. Sang legenda dunia, Diego Armando Maradona  itu telah wafat. Pria dijuluki “si tangan Tuhan” itu pergi selama-lamanya di usia...

Oleh: Jabal Ali Husin Sab*

Sejarah adalah kenangan, ingatan tentang masa lalu yang tidak hanya sekedar narasi. Lebih dari itu, dalam sejarah terkandung rasa. Rasa itu yang coba dihadirkan kembali oleh sejarawan. Rasa itu yang membuat urat nadi sebuah bangsa berdenyut dan jantung bangsa berdetak. Sejarah ibarat kesadaran dalam diri manusia yang tak tampak wujudnya secara nyata, namun tak dapat dinafikan keberadaannya.

Dari sejarah, kita telah mengenal banyak bangsa yang pernah unggul. Kita juga telah belajar bagaimana peradaban tumbuh dan berkembang dan mengalami kemunduran hingga akhirnya runtuh. Bahkan kini sejarah bukan hanya dikaji berdasarkan sekat-sekat kebangsaan. Sejarah dewasa ini dikaji dari kacamata universal sebuah species hewan berakal yang disebut manusia. Tanpa sejarah dan pengetahuan atasnya, maka kehidupan manusia tak lebih dari kehidupan spesies primata yang paling mirip dengannya.

Bangsa Yahudi dan Sejarah

Sejarah berupa kejayaan masa lalu adalah hal yang membuat Bani Israil atau bangsa Yahudi mencoba keluar dari lubang hitam penderitaan, pahitnya hidup terusir dari tanah leluhurnya. Mereka hidup dalam keadaan tercerai-berai, tinggal tersebar di beberapa negara Eropa, bahkan juga di Asia dan beberapa negara muslim.

Di Mesir kuno era Fir’aun, Bani Israil hidup sebagai warga negara kelas dua. Di masa Nabi Isa, tanah suci Jerussalem dan sebagian besar wilayah negeri Syam berada di bawah jajahan Imperium Romawi. Ketika perang salib, pasukan Salib turut mengeksekusi mereka sebagaimana mereka mengeksekusi penduduk muslim ketika menduduki Yerussalem.

Selain karena Yahudi adalah sebuah bangsa dimana banyak para Nabi berasal dari mereka, mereka juga dikenal karena penentangan dan pengingkaran terhadap nabi-nabi hingga membunuhnya. Sebagai sesama agama samawi, nabi-nabi kaum Yahudi adalah juga nabi-nabi ummat Kristiani. Perlakuan buruk Yahudi terhadap Nabi Isa as. sangat berpengaruh terhadap konstruksi citra Kristiani Eropa terhadap orang-orang Yahudi. Citra sejarah tersebut juga turut menjadi diantara sebab munculnya diskriminasi dan anti-semitisme oleh orang-orang Eropa terhadap Yahudi.

Pasca berkembangnya dinasti-dinasti besar Islam, yang paling lama adalah Kekhalifahan Ustmani, orang-orang Yahudi mendapat hak dan perlakuan cukup baik di wilayah muslim. Dinasti besar dan terlama ini pada akhirnya menjadi sasaran orang-orang Yahudi yang telah cukup mapan hidup sebagai sebuah komunitas berpengaruh di beberapa negara Eropa.

Yahudi turut mempengaruhi perkembangan ekonomi dan politik Eropa setelah terlebih dulu memberikan sumbangsih besar dalam ilmu pengetahuan dan mendominasi perkembangan intelektual di Eropa. Hal ini dapat kita lihat dari banyaknya nama besar filsuf dan ilmuwan yang berkebangsaan Yahudi. Keberadaan mereka cukup signifikan pengaruhnya dalam mengkonstruksi wajah peradaban Barat modern pasca Imperium Romawi dan era dominasi gereja.

Salah satu motivasi Yahudi untuk bisa menjadi sebuah komunitas kecil namun berpengaruh di Eropa adalah sejarah kejayaan masa lalu. Mereka senantiasa merawat ingatan tersebut. Agaknya tidak ada yang lebih membahagiakan mereka selain ingatan tentang bangsanya yang merupakan bangsa pilihan Tuhan.

Dalam konteks politik, kejayaan bangsa Yahudi direpresentasikan oleh sejarah kemenangan Nabi Daud as. mengalahkan Jalut (Goliath). Hingga dapat kita saksikan, lambang negara Israel sekarang menggunakan simbol yang mengingatkan tentang kisah tersebut (Star of David). Kejayaan Nabi Daud as. juga turut mereka kenang bersamaan dengan anak beliau Nabi Sulaiman as. yang menjadi raja bagi manusia dan jin dan juga hewan-hewan.

Dari ingatan sejarah masa lalu mereka sebagai sebuah bangsa yang digdaya. Juga keyakinan tentang keunggulan genetik bangsa Yahudi yang melebihi manusia lainnya, mereka merancang sebuah visi masa depan untuk mengulang kembali masa kejayaan. Setelah punya modal sumberdaya manusia, ekonomi dan politik dan dibarengi dengan kemampuan diplomasi, tokoh-tokoh Yahudi merancang sebuah grand design negara Israel di “tanah yang dijanjikan” melalui gerakan Zionisme.

Tentu hanya sekedar ingatan tentang kejayaaan masa lalu tidak serta-merta menjadikan sebuah bangsa tetap atau kembali berjaya. Namun ingatan tersebut cukup berpengaruh dalam memotivasi dan mendorong kerja-kerja personal maupun kolektif sebagai sebuah bangsa.

Sebagaimana manusia yang mempunyai struktur kognisi yang membentuk pemahaman tentang diri, konsep tentang diri sebuah bangsa ada pada sejarah. Kesadaran manusia tentang dirinya mempengaruhi dalam menentukan kehendaknya. Kehendak pada sebuah bangsa adalah visi kolektif bangsa tersebut. Kehendak yang kuat akan menggerakkan anggota tubuh untuk mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki walau melelahkan. Sebagaimana pada manusia, sebuah bangsa harus punya tekad dan dorongan yang kuat untuk membuatnya bekerja keras tanpa mengenal lelah.

Sejarah bagi sebuah bangsa, ibarat kesadaran dalam diri manusia yang memotivasi manusia untuk melakukan hal-hal yang sulit dibayangkan dapat terlaksana.

Sejarah adalah sebuah kesadaran yang menumbuhkan rasa cinta dan penghargaan terhadap diri sendiri dan terhadap entitas suatu bangsa dan peradaban. Sebagaimana manusia tak dapat disebut manusia tanpa adanya kesadaran, maka sebuah bangsa tanpa sejarah adalah bukan sebuah bangsa.

*Penulis adalah kolumnis acehjurnal.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

HEADLINES

Jelang Milad GAM, Ableh Kandang : Kita Patuh Instruksi Mualem

LHOKSEUMAWE | ACEHJURNAL.COM - Menjelang peringatan Milad GAM pada 4 Desember besok, Komite Peralihan Aceh (KPA) wilayah Kuta Pase akan menggelar serangkaian kegiatan. Ketua...

Jelang Milad GAM, Kapolres Pidie Sambangi Kombatan di Pedalaman Pidie

SIGLI | ACEHJURNAL.COM - Menjelang peringatan Milad Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada 4 Desember 2020 besok, jajaran Polres Pidie menyisir kawasan pedalaman. Kali ini...

Kuras Harta Majikan Rp 61,4 Juta Lebih, Seorang Pembantu Diringkus Polisi di Banda Aceh

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Pencurian berkedok pembantu rumah tangga kembali meresahkan warga kota Banda Aceh. Tak tanggung-tanggung, harta korban majikannya bernama Teuku Andryansyah...

BERITA TERKAIT

Jelang Milad GAM, Ableh Kandang : Kita Patuh Instruksi Mualem

LHOKSEUMAWE | ACEHJURNAL.COM - Menjelang peringatan Milad GAM pada 4 Desember besok, Komite Peralihan Aceh (KPA) wilayah Kuta Pase akan menggelar serangkaian kegiatan. Ketua...

Jelang Milad GAM, Kapolres Pidie Sambangi Kombatan di Pedalaman Pidie

SIGLI | ACEHJURNAL.COM - Menjelang peringatan Milad Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada 4 Desember 2020 besok, jajaran Polres Pidie menyisir kawasan pedalaman. Kali ini...

Kuras Harta Majikan Rp 61,4 Juta Lebih, Seorang Pembantu Diringkus Polisi di Banda Aceh

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Pencurian berkedok pembantu rumah tangga kembali meresahkan warga kota Banda Aceh. Tak tanggung-tanggung, harta korban majikannya bernama Teuku Andryansyah...