Jalan Kebahagiaan

Oleh: Jabal Ali Husin Sab*

Banyak yang meragukan jalan kebahagiaan karena meragukan apakah sebenarnya kebahagiaan (seperti yang dimaksud oleh pejalannya) itu benar-benar ada?

Sama seperti mereka yang mungkin tidak yakin atau menanggap mitos keberadaan Ma’ul Hayati (mon hayati istilah org Aceh), air kehidupan.

Atau seperti anggapan para penjelajah abad pertengahan Eropa tentang negeri Hindia yang subur, asri, makmur nan indah. Untuk sampai ke sana harus melayarkan kapal melalui Tanjung Harapan (Afrika Selatan) yang lautnya ganas dan mematikan. Sampai kabar bahwa disana sudah banyak kapal yang karam.

Bagi mereka yang yakin akan kabar tentang negeri tujuan yang dimaksud, juga didorong oleh tekad serta semangat yang kuat, mereka akan melaluinya.

Iskandar Zulkarnain menempuh jalan penjelajahan untuk mendapatkan Ma’ul Hayat, Air kehidupan. Bagi siapa yang meminumnya, ia akan tetap hidup hingga hari kebangkitan. Sementara Christopher Colombus siap menuju Hindia meski telah mendengar cerita seram tentang jalur pelayaran yang harus melewati Tanjung Harapan.

Iskandar Zulkarnain yang melakukan penjelajahan bersama pasukan dari kerajaannya gagal mendapatkannya. Atas kehendak Tuhan, Ma’ul Hayat luput darinya. Ia justru didapatkan dan diminum oleh Khidir as., sepupu Iskandar Zulkarnain yang juga turut ikut serta dalam ekspedisi tersebut.

Sementara Colombus berhasil melewati perairan Tanjung Harapan yang yang ganas. Namun karena betapa mahadahsyatnya perjalanan pelayaran ini, ia kehilangan kendali dalam sistem navigasi hingga kapalnya berlayar tidak sampai ke tujuan. Ia tak sampai ke Hindia, tapi mendarat di sebuah benua yang tak dikenal yang disebut Amerika.

Terjal dan berlikunya jalan yang dituju sehingga manusia menganggap negeri tujuan itu diragukan, bahkan disangkal, dinafikan keberadaannya. Ia dianggap mitos atau dongeng. Namun kabar tetang negeri itu telah tersiar dan tersebar. Pejalan dan penempuhnya telah banyak yang sampai. Mereka manusia terbaik yang suci dari kebohongan. Mereka ada di setiap zaman.

Apa sebenarnya kenyataan negeri itu? Bagaimana keadaan disana? Bagaimana jalan menuju kesana? Apa yang harus dipersiapkan penempuhnya untuk sampai kesana?

Telah ditulis sebuah kitab yang secara ringkas namun memberikan gambaran menyeluruh tentang kenyataan negeri tersebut dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah disebutkan tadi.

Negeri misteri yang indah bernama kebahagiaan dijelaskan dalam kitab berjudul Kimiya as-Sa’adah (Kimia Kebahagiaan) oleh seorang penempuh jalan ke negeri tersebut.

Ia adalah seorang pemberi kabar terpercaya. Pembimbing bagi mereka yang ingin menempuh jalan mencapai negeri kebahagiaan di setiap zaman. Beliau Hujjatul Islam Al Imam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad Al Ghazali ra. Bahkan seluruh goresan penanya adalah jalan-jalan lapang yang akan memandu, membimbing dan memudahkan, dan dengan izin Allah swt. menyampaikan pejalan untuk sampai di negeri tersebut. Demikian kabar yang ada yang dikabarkan secara sambung-menyambung hingga ke zaman kita sekarang.

*Penulis adalah kolumnis acehjurnal.com.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

HEADLINES

Akun Fanpage Facebook UAS Hilang

Jakarta - Akun resmi Ustaz Abdul Somad Official yang ada di Fanpage Facebook mendadak hilang, sehingga tidak lagi bisa akses. Hingga kini masih belum...

Catatan Snouck Hurgronje Tentang Tradisi Berbuka Puasa Masyarakat Aceh

Selama bulan puasa hampir seluruh masyarakat gampong senang berkumpul di meunasah (masjid) untuk menunggu waktu magrib. Menjelang waktu berbuka, orang-orang kampung yang sudah berkumpul...

BRI Akan Segera Pamit dari Aceh

Banda Aceh - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk akan menutup operasional di Aceh. Penutupan ini dalam rangka menindaklanjuti penerapan Qanun Lembaga Keuangan Syariah...

BERITA TERKAIT

Akun Fanpage Facebook UAS Hilang

Jakarta - Akun resmi Ustaz Abdul Somad Official yang ada di Fanpage Facebook mendadak hilang, sehingga tidak lagi bisa akses. Hingga kini masih belum...

Catatan Snouck Hurgronje Tentang Tradisi Berbuka Puasa Masyarakat Aceh

Selama bulan puasa hampir seluruh masyarakat gampong senang berkumpul di meunasah (masjid) untuk menunggu waktu magrib. Menjelang waktu berbuka, orang-orang kampung yang sudah berkumpul...

BRI Akan Segera Pamit dari Aceh

Banda Aceh - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk akan menutup operasional di Aceh. Penutupan ini dalam rangka menindaklanjuti penerapan Qanun Lembaga Keuangan Syariah...