Sempat Buron, Pelaku Pembacokan di Lambaro Menyerahkan Diri

Joel Bungalow : Wisata Adalah Sektor Riil Investasi di Aceh

ACEH BESAR | ACEHJURNAL.COM - “Berbicara sektor pariwisata itu riil, karena dengan dengan hidupnya sektor pariwisata di Aceh, otomatis sektor kuliner juga berkembang. Ini...

Wali Nanggroe, Semoga Tidak Ada Lagi Generasi Aceh yang Direhabiltasi

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haytar berharap, di masa-masa mendatang tidak ada generasi muda...

Hayeu ! Band “Keubibit” Asal Aceh Sukses Raih AMI Award 2020

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM - Group Musik etnik asal Aceh Keubibit berhasil meraih Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2020. Pengumuman keberhasilan itu sisampaikan melalui televisi...

Ketua DPRA : APBA 2021 Harus Selesaikan Persoalan Kemiskinan di Aceh

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Ketua DPR Aceh, Dahlan Jamaluddin menegaskan bahwa, anggaran pendapatan dan belanja Aceh (APBA) tahun anggran 2021 harus dipergunakan sebaik...

Terjaring OTT, KPK Umumkan Status Hukum Wali Kota Cimahi Besok

JAKARTA | Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna yang terjerat operasi tangkap tangan (OTT) atas dugaan suap terkait perizinan rumah sakit masih diperiksa di...

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – AM (40), pelaku pembacokan terhadap KD (41) di kawasan Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar akhirnya menyerahkan diri ke pihak kepolisian. Sebelumnya, pelaku AM sempat dimasukkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) oleh jajaran Polresta Banda Aceh.

AM (40) warga Montasik, Aceh Besar yang telah melakukan penganiayaan berat terhadap KD (41) warga Blang Bintang, Aceh Besar hingga meninggal dunia. Pelaku AM akhirnya menyerahkan diri Rabu (18/11) malam setelah berkoordinasi antara Jajaran Polresta Banda Aceh dengan perangkat gampong di wilayah Kecamatan Ingin Jaya.

Baca : Ini Kronologis Pembacokan Sadis di Lambaro

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto dalam konferensi pers mengatakan, AM telah melakukan penganiayaan berat yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain.

“AM melakukan penganiayaan berat terhadap KD didepan BRI Capem Lambaro, Kamis (12/11) silam dengan sebilah parang hingga melukai tubuh KD pada bagian tangan sebelah kiri, luka ditelapak tangan kanan, luka di kaki sebelah kiri, luka diperut sebelah kanan dan luka di bahu sebelah kiri,” kata Kapolresta di dampingi Kasatreskrim AKP Ryan Citra Yudha, Kasubbag Humas Iptu Hardi dan Kapolsek Ingin Jaya Ipda Ibrahim.

Baca : Bacok Korban Hingga Tewas di Lambaro, Polisi Buru Pelaku

Kombes Pol Trisno menjelaskan, motif dibalik insiden berdarah ini dilatarbelakangi faktor asmara. Korban KD selama ini menjalin hubungan spesial dengan istri AM berinisial ST.

Dari hasil hubungan terlarang tersebut, katanya lagi, kecurigaan tersangka AM semakin memuncak setelah didapati ST sedang bersama KD di kawasan Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar.

Baca : Terkait Pembacokan di Lambaro, Pelaku Sudah Peringatkan Korban Tidak Dekati Istrinya

“Saat bertemu dengan korban KD, tersangka AM dengan membawa sebilah parang langsung mengayunkan parangnya ke kaca mobil pick up milik korban, sehingga korban keluar dari mobil dan melarikan diri, namun tersangka AM terus mengejar korban sehingga terjatuh di TKP, ” tambahnya.

Baca : Korban Pembacokan di Lambaro Meninggal Dunia

Kapolresta mengatakan, disaat korban terjatuh, disitulah tersangka AM membacok tubuh korban berkali-kali sehingga terjadi pendarahan hebat. Korban yang kritis kemudian langsung dibawa ke Rumah Sakit Meuraxa oleh personel Polsek Ingin Jaya untuk dilakukan tindakan medis.

“Karena pendarahan yang sangat serius, korban dirujuk ke RSUZA dan korban meninggal dunia pada Jumat, (13/11),” tambahnya lagi.

Pasca kejadian tersebut, dari kejadian di TKP tersangka AM melarikan diri ke perbukitan Ampe Awee, Kecamatan Blang Bintang, Aceh Besar untuk bersembunyi. Sehingga tim Satreskrim Polresta Banda Aceh mengeluarkan status DPO untuk tersangka AM.

Baca : Diburu Polisi Karena Terlibat Pembacokan di Lambaro, Pelaku Dikenal Pendiam

“Dengan itikat baik yang diimbau oleh personel Polresta Banda Aceh, tersangka akhirnya menghubungi perangkat gampong untuk menyerahkan diri ke pihak Kepolisian”, tambahnya.

Selanjutnya, perangkat gampong berkoordinasi dengan jajaran Polresta Banda Aceh untuk menjemput tersangka AM. Setelah adanya kesepakatan antara kedua belah pihak, akhirnya tersangka dijemput petugas pada Rabu (18/11) malam.

Perangkat gampong tempat tinggal tersangka AM menghubungi Kasatreskrim untuk mendampingi tersangka AM dalam rangka penyerahan tersangka kepada pihak Kepolisian pada Rabu (18/11) tepatnya di jalan Banda Aceh – Medan sekira pukul 20.00 WIB.

“Ucapan terima kasih kepada perangkat gampong yang telah memfasilitasi penyerahan tersangka kepada kami pihak Kepolisian, dan ini akan kami tindaklanjuti sesuai pasal yang telah ditetapkan,” ujarnya lagi.

Turut disita sejumlah barang bukti, diantaranya sebilah parang dengann panjang lebih kurang 80 cm dan helm warna hitam yang disembunyikan di belakang gubuk bangunan Desa Kayee Lee, Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar. Turut disita baju kaos lengan panjang warna biru dan celana jeans yang dipakai saat melakukan perbuatan tersebut, satu unit sepmor jenis Yamaha Mio dan satu unit, mobil pickup panther warna hitam milik korban.

“Tersangka AM dijerat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 355 Ayat 2 KUHP Yo Pasal 353 KUHP ayat 3 dengan ancaman hukuman 15 tahun kurungan penjara,” pungkasnya. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

HEADLINES

Joel Bungalow : Wisata Adalah Sektor Riil Investasi di Aceh

ACEH BESAR | ACEHJURNAL.COM - “Berbicara sektor pariwisata itu riil, karena dengan dengan hidupnya sektor pariwisata di Aceh, otomatis sektor kuliner juga berkembang. Ini...

Wali Nanggroe, Semoga Tidak Ada Lagi Generasi Aceh yang Direhabiltasi

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haytar berharap, di masa-masa mendatang tidak ada generasi muda...

Hayeu ! Band “Keubibit” Asal Aceh Sukses Raih AMI Award 2020

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM - Group Musik etnik asal Aceh Keubibit berhasil meraih Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2020. Pengumuman keberhasilan itu sisampaikan melalui televisi...

BERITA TERKAIT

Joel Bungalow : Wisata Adalah Sektor Riil Investasi di Aceh

ACEH BESAR | ACEHJURNAL.COM - “Berbicara sektor pariwisata itu riil, karena dengan dengan hidupnya sektor pariwisata di Aceh, otomatis sektor kuliner juga berkembang. Ini...

Wali Nanggroe, Semoga Tidak Ada Lagi Generasi Aceh yang Direhabiltasi

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haytar berharap, di masa-masa mendatang tidak ada generasi muda...

Hayeu ! Band “Keubibit” Asal Aceh Sukses Raih AMI Award 2020

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM - Group Musik etnik asal Aceh Keubibit berhasil meraih Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2020. Pengumuman keberhasilan itu sisampaikan melalui televisi...