Selundupkan 77 Kg Sabu dari Thailand, Bandar Sabu asal Aceh Timur Divonis Hukuman Mati

Idi Rayeuk – Penjara tidak membuat pria berinisial SS (49) kapok. Terpidana dengan hukuman penjara seumur hidup itu nekat mengontrol penyelundupan 77 kg sabu dari Thailand ke Aceh. Akhirnya, Pengadilan Negeri (PN) Idi, Aceh, menjatuhkan hukuman mati kepada warga Aceh Timur itu.
Hal itu tertuang dalam putusan PN Idi yang dilansir website Mahkamah Agung (MA), Senin (20/12/2021). Di mana kasus bermula saat SS  yang ada di dalam LP Idi Rayuek ditelepon NS pada Maret 2021. Dalam percakapan di telepon itu, NS meminta dicarikan tim untuk menyelundupkan narkoba dari negara tetangga dan disanggupi.
Dari balik penjara, SS menelepon MT untuk segera dicarikan tim penyelundup. MT merekrut RH, TJ, dan FD. Sebagai biaya operasi, SS mentransfer uang Rp 8 juta ke MT. Uang itu dipakai untuk membeli BBM dan makan serta logistik saat menyelundupkan sabu.

BACA JUGA : Polres Aceh Timur Musnahkan 133 Kg Sabu

Pada 15 April 2021 siang, MT menelepon SS bahwa RH, TJ dan FD sudah berlayar. Keesokan harinya, kapal sampai di Pulau Adang, Thailand. Mereka menunggu kiriman sabu.
Pada 16 April 2021 dini hari, SS yang ada di sel, menerima SMS dari NS. Isinya titik koordinat di perairan Thailand sebagai titik temu. SS mengirimkan SMS itu diteruskan ke MT kemudian diteruskan lagi ke RH. Tidak berapa lama, tim penyelundup bertemu di titik koordinat yang ditentukan dan bongkar muat sabu dilakukan. Rahmat dkk bergegas kembali ke Aceh.
Pada 17 April 2021 pagi, kapal yang ditumpangi RH ditangkap aparat. Ketiganya langsung membuang 4 karung yang berisi sabu ke laut. Namun aparat sigap dan bisa mencari sebagai bukti. Komplotan ini akhirnya diringkus. SS yang sedang berada di lembaga pemasyarakatan, tidak berkutik dengan barang bukti 3 handphone.

BACA JUGA : Sabu 133 kg Ditangkap di Aceh Ternyata Dipasok dari Malaysia, Hendak Diedarkan ke Medan dan Palembang

Komplotan itu diproses secara hukum dan digelandang ke pengadilan. Jaksa menuntut Saiful dengan tuntutan mati.
“Menyatakan Terdakwa SS tersebut di atas, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak melakukan permufakatan jahat menjadi perantara dalam jual beli narkotika Golongan I bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 (lima) gram sebagaimana dakwaan Primer. Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana mati,” kata ketua majelis Teuku Almadyan dengan anggota Ike Ari Kesuma dan Asra Saputra.
Hal yang memberatkan sehingga SS dihukum mati adalah tidak mendukung kebijakan pemerintah yang sedang giat-giatnya memberantas peredaran narkotika. Selain itu, narkoba tersebut dapat merusak generasi muda bangsa dan dapat meresahkan masyarakat.
“Terdakwa melakukan transaksi narkotika dari Rumah Tahanan. Terdakwa saat ini sedang menjalani hukuman. Keadaan yang meringankan tidak ada,” ucap majelis. [detik.com]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT