Kuasa Hukum Toke AW Bantah Penembak Dua Warga Indrapuri Karyawannya

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Toke AW alias AB membantah pernyataan Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy bahwa FR merupakan karyawannya. Bantahan itu disampaikan Kuasa Hukum Toke AW alias AB, Fadjri. Menurutnya, pernyataan Kombes Pol Winardy dinilai sangat salah.
“Itu tidak benar jika disebutkan eksekutor adalah karyawan dari Toke AW alias AB,” kata Fadjri dalam pernyataan tertulis, Selasa (21/6/2022).
Fadjri menjelaskan, berdasarkan informasi diperoleh bahwa, FR selaku eksekutor bukanlah karyawan Toke AW. Melainkan, FR merupakan karyawan TM yang tersandung kasus yang sama.
Menyikapi hal itu, kuasa hukum Toke AW meminta Polda Aceh menjelaskan motif penembakan harus dijelaskan lebih detail. Menurutnya, tim penyidik jangan hanya menyebutkan motif dendam, namun harus merincikan dendam apa yang menyebabkan terjadi penembakan.
“Apa yang menyebabkan korban melakukan gangguan usaha? Bagaimana bentuknya? Kepada siapa sebenarnya yang dimaksudkan? Klien kami juga tidak pernah mengakui memiliki dan menyerahkan senjata yang digunakan oleh pelaku FR atau SC,” ujar Fadjri.
“Bagaimana jika semua yg disampaikan ternyata tidak benar? Bagaimana terhadap klien kami yang telah dicemarkan nama baiknya? Maka Humas Polda Aceh harus mengedepankan azas praduga tak bersalah sebagaimana yang telah kami sampaikan sebelumnya,” tambah Fadjri.
Fadjri menambahkan, penegakan hukum adalah kewajiban yang harus dilakukan penegak hukum. Mengungkap kejahatan dan menghukum pelaku kejahatan adalah salah satu tugas pokok kepolisian. Di samping itu, kata dia, penegakan hukum haruslah disertai dengan penghormatan terhadap hak orang lain, termasuk hak tersangka. Karena hak asasi melekat pada setiap manusia dan negara menjaminnya.
Hal itu tertuang dalam Pasal 1 Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, disebutkan bahwa “Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai mahkluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, Pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia”.
Di sisi lain, Fadjri mengapresiasi kinerja kepolisian yang telah menemukan dan menangkap pelaku eksekutor beberapa hari lalu. Selain itu, pihaknya juga menghormati proses hukum yang sedang berjalan.
“Kita mendukung kepolisian mengungkap perkara ini dengan tuntas dan tidak membangun opini yang menyesatkan dalam peristiwa ini,” pungkasnya. []
Advertisement
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT