Berita Terkini
Daerah

HIV/Aids Merebak di Aceh Besar, DPRA : Pendekatan Agama dan Peran Keluarga Sangat Diperlukan

Anggota DPRA Sulaiman SE. Foto Taufik Ar Rifai
Anggota DPRA Sulaiman SE. Foto Taufik Ar Rifai

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Jumlah pasien yang terjangkit virus Human Immunodeficiency Virus ( HIV) atau Acquired Immunodeficiency Syndrome ( AIDS) di Kabupaten Aceh Besar meningkat dalam tiga tahun terakhir. Hal ini berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Aceh Besar.

Kepala Bidang Program Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Aceh Besar Rina Karmila S Kep M Kep mengatakan, jumlah kasus tersebut tercatat sejak pertama kali ditemukan pada tahun 2004 hingga sekarang.

Ia menjelaskan, dari 76 temuan kasus itu, mayoritas penderita adalah laki-laki dengan jumlah 49 orang dan perempuan 27 orang.

Kisaran umur mereka yang terjangkit pun antara 20-50 tahun dan kasusnya tersebar di beberapa Kecamatan dan hampir semua Kecamatan di Aceh Besar.

Rina mengungkap, penyebabnya adalah seks bebas dengan homoseksual yang mendominasi, lebih dikenal sekarang dengan istilah LSL (Lelaki Suka Lelaki).

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pihaknya terus berupaya melakukan sosialisasi dampak bahaya virus HIV dengan cara peningkatan program edukasi terkait penularan, pencegahan, dan pengobatan HIV/ AIDS baik kepada masyarakat dan remaja khususnya.

Ia mengatakan, pihaknya juga melakukan edukasi kepada remaja tentang kesehatan reproduksi dan perilaku berisiko pada remaja (termasuk bahaya seks bebas pada remaja).

Menanggapi hal itu, Ketua Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPRA, Sulaiman SE menyampaikan bahwa, kasus ini menjadi atensi bersama, khususnya Pemkab Aceh Besar agar tidak boleh disepelekan.

Politisi Partai Aceh ini mengatakan, antisipasi penuh harus segera dilakukan bersama, salah satunya dengan meningkatkan penyuluhan dalam masyarakat.

“Ini harus menjadi atensi kita bersama. Apalagi dalam tiga tahun terakhir banyak warga Aceh Besar yang terjangkit virus HIV/AIDS akibat pergaulan bebas. Ini perlu antisipasi dan dilakukan penyuluhan di tengah-tengah masyarakat,” ujar Ketua BKD DPR Aceh Sulaiman SE dalam keterangannya, Jumat (2/6/2023).

Sulaiman SE menjelaskan, peran alim ulama sangatlah diutamakan dalam program penyuluhan ini. Menurutnya, alim ulama berperan penting dalam mensyiarkan dan sekaligus penguatan kaidah-kaidah agama Islam agar masyarakat, khususnya generasi muda tidak terjerumus dalam pergaulan bebas.

“Intinya, penanaman nilai-nilai agama kepada masyarakat harus diprioritaskan. Kemudian peran pemerintah melalui instansi terkait dalam penyuluhan ini. Termasuk juga penyuluhan narkoba. Yang paling penting lagi adalah, agar terhindar dari HIV/Aids, harus kembali ke agama dan peran keluarga juga sangatlah penting,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto. Ia meminta warganya untuk waspada dan bersama mengantisipasinya. Menurutnya, kasus HIV/AIDS memang bukan hanya di Aceh Besar.

“Di daerah-daerah lainnya juga ada selama ini seperti data-data yang diberitakan, malah ada yang lebih tinggi dari kita. Tapi kita tetap harus waspada terkait ini,” katanya.

Iswanto kemudian meminta masyarakat untuk memperhatikan lingkungan masyarakat dan juga keluarga.

Apalagi salah satu penyebab terjangkitnya virus HIV/AIDS di Aceh Besar, karena seks bebas dengan homoseksual yang mendominasi (sesuai data Dinkes Aceh Besar).

“Agar lingkungan internal/keluarga juga memperhatikan dan peduli terhadap anggota keluarganya, terutama jika ada hal-hal yang dicurigai seperti berlebihan cara bergaul dengan sesama jenis,” ujanya.

Pj Bupati Iswanto juga meminta Dinkes Aceh Besar untuk terus mendata dan memfasilitasi cek up pasien-pasien yang terindikasi.

“Dan kita mengajak warga yang terinfeksi ini segera melapor ke pusat pelayanan kesehatan terdekat, identitas pasien tentu kita jaga,” ujarnya.

Muhammad Iswanto juga menyebutkan, perlu peran penting semua stakeholder termasuk tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk sosialiasi terkait bahayanya virus HIV/AIDS.

“Ini harus kita lakukan bersama di berbagai tingkatan masyarakat dari para alim ulama, pimpinan dayah, para guru dan pengajar. Agar masyarakat tahu dan paham terkait virus ini. Di lingkup pemkab juga akan terus bergerak agar maksimal nantinya mampu menahan laju peningkatan virus ini,” pungkasnya. []