Generasi Salahudin al-Ayyubi dan Jihad Generasi Kita

Polisi Musnahkan 10 Hektare Ganja di Aceh Besar

JANTHO | ACEHJURNAL.COM - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri memusnahkan 10 hektare ladang ganja di kawasan Lamteuba, Kabupaten Aceh Besar,...

Puluhan Rumah Rusak Akibat Angin Kencang di Aceh Tenggara

KUTACANE | ACEHJURNAL.COM – Angin kencang disertai hujan deras melanda kawasan Aceh Tenggara, Minggu sore (27/9), pukul 17.00 WIB, merusak puluhan rumah warga, menumpangkan...

Disinggung Mualem Soal Pemekaran ALA, Bupati Amru Minta Maaf

BLANGKEJEREN | ACEHJURNAL.COM : Bupati Gayo Lues, H. M. Amru menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinan Partai Aceh terkait isu pemekaran Provinsi Aceh Leuser Antara...

Doni Monardo : Presiden Tugaskan Saya Bantu Aceh

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, bersama Ketua Satuan Tugas Covid-19 Nasional, Doni Monardo, menggelar rapat koordinasi penanganan Covid-19 melalui...

Isu Pemekaran ALA, Mualem : Amru Jangan Bermain Api

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Ketua KPA/PA, H. Muzakir Manaf meminta kepada Bupati Gayo Lues, M. Amru agar tidak memperkeruh suasana terkait isu pemekaran...

Oleh: Fauzan Inzaghi*

Buku yang di bahas dalam tulisan ini berjudul “Beginilah Lahirnya Generasi Salahudin, dan Beginilah al-Quds Kembali” karangan Dr. Majid Irsan Al-Kaylani. Menceritakan bagaimana proses lahirnya generasi emas pembebas mesjid al Aqsha, kita tidak bicara hasil, melainkan proses.

Karena kita sering ‘tahu enaknya saja’, lupa bagaimana yang namanya proses perjuangan. Buku ini wajib di baca siapa saja yang punya mimpi melihat kebebasan Palestina. Selama ini kita selalu berbicara tentang kepahlawanan Salahudin al-Ayyubi membebaskan Palestina dari tangan tentara Salib. Dan kemurahan hati beliau ketika memaafkan tentara Salib, menyuruh mereka kembali ke tanah air mereka tanpa dihukum atas genosida yang mereka lakukan terhadap penduduk Palestina.

Kita lupa di balik jihadnya Sultan Salahuddin ada proses panjang yang harus dilalui. Perlu di ingat, Salahudin al-Ayyubi tidak sendirian membebaskan Palestina. Beliau bersama pemuda-pemuda gagah dari generasi yang sama dan pendidikan yang sama, dari Madrasah Nizamiyah.

Tidak mudah untuk mencetak generasi ini, butuh proses panjang mendidik sebuah generasi. Sultan Salahuddin harus menunda keinginan hati yang bergelora untuk berjihad selama puluhan tahun sampai akhirnya mendapat izin dari mursyidnya dalam ilmu tasawuf.

Gurunya menasehatinya; semangat melawan kekafiran dan kezaliman saja tidak cukup untuk membebaskan Palestina, iman kamu sendiri saja tidak cukup untuk membebaskan Palestina. Gurunya menasehati Salahuddin agar memperbaiki umat Islam terlebih dahulu. Pengajaran ilmu memperbaiki hati untuk berjihad melawan diri sendiri dan hawa nafsu terlebih dahulu dilakukam sebelum melawan musuh.

Dimulai dengan–dari Damaskus– digalakkannya pengajian kitab Ihya ‘Ulumuddin di madradah-madrasah dan mesjid-mesjid di seluruh penjuru negara. Kemudian pembacaan maulid Barzanji dilakukan dimana-mana. Diperbanyaknya majlis maulid untuk menambah kecintaan kepada Nabi saw.

Perlu diketahui, kerusakan moral dan agama pada zaman itu tidak jauh beda dengan zaman ini, hancur!! Karena itu proses perbaikannya tidak mudah dan sangat panjang. Butuh beberapa puluh tahun untuk mengubah generasi yang rusak ini. Dan ketika generasi baru telah terbentuk, iman mayoritas umat islam sudah kokoh, orang berilmu agama bertambah, fatwa jihad pun dikumandangkan. Pembebasan Palestina sukses besar, tentara Salib di pukul mundur dengan elegan, bahkan musuh sendiri mengakui keramahan tentara Ihya ‘Ulumuddin ini. Tak ada balas dendam dari tentara muslim atas apa yang di lakukan musuh di masa lalu.

Kembali ke alam nyata, apakah generasi sekarang sudah siap untuk membebaskan Palestina? Berbuat ramah terhadap musuh yang pernah menindas kita? Generasi ini? Generasi yang hidup di sekitar kita ini yang di harapkan membebaskan Palestina? Ujian nyontek, foto di fb alay, berita fitnah disebarkan, makian dengan mudah dikeluarkan, shalat subuh jam 8, pergaulan muda-mudi wallahua’lam, jadi pegawai sering bolos, berdagang ngibul, sedekah jarang, bahkan ada yang tidak tau cara membayar zakat, perceraian dimana-mana, anak-anak alay merajalela, cafe penuh mesjid sepi!! Generasi seperti ini yang dipersiapkan untuk jihad membebaskan Palestina?

Jangan membuatku tertawa kawan!! Ingat kawan, Salahudin tidak berperang sendiri, tapi beliau berjihad dengan generasi emas. Kelembutan yang mereka tampakkan kepada musuh seperti ketika Salahuddin mencuci kaki Raja Richard atau ketika muslimin membebaskan semua tentara Salib yang sebelumnya begitu ganas itu bukan proses satu dua hari.

Apakah generasi yang memaki siapa saja yang tidak setuju dengan politik mereka akan melakukan seperti apa yang Salahuddin lakukan? Saya rasa dengan melihat generasi yang ada saat ini, anda tahu jihad apa yang harus anda lakukan.

Ketika Rasulullah mengatakan “kita pulang dari jihad kecil menuju jihad yang besar” selepas berperang, tentu kata-kata itu bukan basa-basi Karena faktanya berjihad melawan hawa nafsu dan diri sendiri jauh lebih berat. Saat kita berhasil mengalahkan diri sendiri dan hawa nafsu, otomatis iman meningkat. Generasi iman inilah yang dikatakan mujahid sejati. Kalau sudah begitu tenang saja Tuhan akan memenangkan kita!!

Senjata? keahlian? dana? Itu memang perlu, tapi keyakinan iman yang besar dalam hati para mujahid yang lahir dari generasi melawan hawa nafsu jauh lebih penting. Karena orang beriman akan berjihad dengan keyakinan Allah bersama mereka, kalau Tuhan bersama kita adakah yang bisa mengalahkan kita? Senjata secanggih apapun tidak ada gunanya kalau Tuhan bersama kita. Perang Badar menjadi bukti, Itu kan jaman Rasul?

Mau tahu jihad di jaman ini? Syeikh Ahmad Yasin telah memperlihatkan bagaimana beliau berjihad melahirkan generasi Gaza. Berapa lama beliau harus menunda berperang melawan Israel secara frontal dan harus bersabar melawan penindasan?

Beliau mengubah generasi Palestina yang ketika mulai dijajah Israel hanya memiliki tidak lebih dari 10 penghafal alquran menjadi tanah penghasil hafiz alquran terbesar di dunia. Prosesnya tidak sebentar, hasilnya? Sekarang mereka dengan keterbatasannya secara lahiriyah, menjadi satu-satunya negara yang berani menentang Israel secara frontal, terus menerus, dan terang-terangan. Bahkan mengalahkan mereka, dimana negara superpower saja tidak berani mendikte Israel. It’s the real khilafah bro!!!

*Penulis adalah mahasiswa pascasarjana di Universitas Imam Auzai, Suriah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Hot Topics

Polisi Musnahkan 10 Hektare Ganja di Aceh Besar

JANTHO | ACEHJURNAL.COM - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri memusnahkan 10 hektare ladang ganja di kawasan Lamteuba, Kabupaten Aceh Besar,...

Puluhan Rumah Rusak Akibat Angin Kencang di Aceh Tenggara

KUTACANE | ACEHJURNAL.COM – Angin kencang disertai hujan deras melanda kawasan Aceh Tenggara, Minggu sore (27/9), pukul 17.00 WIB, merusak puluhan rumah warga, menumpangkan...

Disinggung Mualem Soal Pemekaran ALA, Bupati Amru Minta Maaf

BLANGKEJEREN | ACEHJURNAL.COM : Bupati Gayo Lues, H. M. Amru menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinan Partai Aceh terkait isu pemekaran Provinsi Aceh Leuser Antara...

Related Articles

Polisi Musnahkan 10 Hektare Ganja di Aceh Besar

JANTHO | ACEHJURNAL.COM - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri memusnahkan 10 hektare ladang ganja di kawasan Lamteuba, Kabupaten Aceh Besar,...

Puluhan Rumah Rusak Akibat Angin Kencang di Aceh Tenggara

KUTACANE | ACEHJURNAL.COM – Angin kencang disertai hujan deras melanda kawasan Aceh Tenggara, Minggu sore (27/9), pukul 17.00 WIB, merusak puluhan rumah warga, menumpangkan...

Disinggung Mualem Soal Pemekaran ALA, Bupati Amru Minta Maaf

BLANGKEJEREN | ACEHJURNAL.COM : Bupati Gayo Lues, H. M. Amru menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinan Partai Aceh terkait isu pemekaran Provinsi Aceh Leuser Antara...