Buru Mafia Sabu, Polisi Malah Temukan Pencuri Ternak di Pidie

Sigli | AcehJurnal.com – Tim Satreskrim Polres Pidie mengamankan satu unit mobil jenis Daihatsu Xenia. Mobil bernomor polisi BL 1551 PC ditahan setelah terjebak ke dalam saluran di pinggiran jalan Gampong Suka Jaya, Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie, Selasa (16/2).

Sebelum terperosok ke parit, mobil tersebut sempat terlibat kejar-kejaran dengan polisi yang sedang melakukan razia narkoba.

Kapolres Pidie AKBP Zulhir Destrian melalui Kasatreskrim AKP Ferdian Candra mengatakan, mobil tersebut mencoba menerobos petugas saat melakukan razia narkoba.

“Saat diminta berhenti, mobil itu malah tancap gas dan berusaha menerobos petugas. Bahka hampir menabrak polisi saat dilakukan penyetopan,” kata Kasatreskrim AKP Ferdian Candra via telepon seluler, Selasa (16/2).

Usai menerobos petugas, polisi sempat melepaskan tembakan peringatan ke udara namun tidak digubrisnya. Malahan, mobil tersebut langsung tancap gas. Selang beberapa kilometer kemudian, mobil yang diketahui ditumpangi lima pemuda itu terperosok ke parit di jalan Gampong Suka Jaya, Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie.
Saat mobilnya terperosok, kelima penumpang itu berusaha melarikan diri dari kejaran p

Advertisement

etugas.

“Tiga dari lima tersangka berhasil kita amankan. Salah satu tersangka terpaksa kita lumpuhkan dengan timah panas di kaki kanan karena berusaha melawan dan kabur,” katanya lagi.

Adapun ketiga tersangka yang berhasil diamankan masing-masing berinisial FU (21), warga Gampong Grong-Grong, Yu (23) warga Gampong Rawa, Kabupaten Pidie dan Az (40) warga Yaman Barat Kecamatan Mutiara. Sementara dua tersangka lainnya, yakni berinsial WD dan H berhasil melarikan diri dan masuk daftar pencarian orang (DPO).

Saat mobilnya digeledah, polisi menemukan tiga ekor sapi yang masih hidup. Saat diinterogasi petugas, sapi-sapi itu dicuri di kawasan lintasan Krueng Raya – Laweueng. Saat ini, ketiga tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Pidie untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Hasil penyelidikan sementara, mereka adalah sindikat pencuri ternak yang kerap beroperasi di wilayah Aceh Besar, Pidie dan Pidie Jaya. Kita menghimbau kepada warga agar yang melakukan usaha peternakan agar tidak melepas ternak di jalanan. Selain rawan pencurian, juga membahayakan para pelintas di jalan raya,” pungkasnya.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT