Bukan Perkara Pidana, Hakim Lepaskan Terdakwa Penyerobotan Lahan di Nagan Raya

Atjehjurnal.com | Nagan Raya – Baharuddin bin alm. Buyung Leman akhirnya bisa menghela nafas lega usai majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Suka Makmue Kabupaten Nagan Raya memutuskan bahwa dirinya lepas dari semua dakwaan jaksa penuntut umum.

Majelis hakim PN Suka Makmue sepakat jika perbuatan Baharuddin yang  didakwa melakukan penyerobotan atas tanah milik PT. Meulaboh Power Generation (MPG) bukan perkara tindak pidana.

Hal itu disampaikan oleh majelis hakim dalam putusan akhir pada Jumat, 26 Maret 2021.

Advertisement


Atas putusan tersebut, Koordinator tim kuasa hukum Baharuddin, Syahminan Zakaria, dari kantor Hukum SP Law Office mengapresiasi terhadap putusan yang dibacakan oleh majelis hakim yang dipimpin oleh Ngatemin, Bambang Hadiyanto, dan Feriyanto menilai, bahwa majelis hakim telah memutuskan perkara ini secara berkeadilan sehingga dari putusan ini dapat diambil kesimpulan bahwa Baharuddin juga mempunyai hak atas lahan tersebut.

Perkara ini berawal dari masuknya lahan yang selama ini digarap oleh Baharuddin kedalam lahan Hak Guna Bangunan (HGB) PLTA 3-4 PT MPG.

Lahan tersebut telah dimiliki, dikuasai dan digarap Baharuddin jauh sebelum PT. MPG memiliki alas hak HGB yang dulunya ditanami pohon karet dan sekarang sudah ditanami sawit semenjak tahun 1965 secara turun-temurun dari orang tuanya.

Advertisement

Sedangkan PT. Meulaboh Power Generation baru mendapat HGB pada tahun 2018. Bahkan pohon sawit yang sudah ditanam oleh Baharuddin di lahan tersebut telah ditebang dan sekarang dalam penguasaan PT. MPG.

Padahal pohon sawit tersebut sudah ditanami sebelum adanya HGB. Hal tersebut membuktikan bahwa lebih dulu Baharuddin memiliki alas hak tanah dan penguasaan fisik lahan dari pada PT. MPG.

Bahwa selama Baharuddin memiliki, menguasai dan menggarap lahan tersebut sama sekali tidak ada sengketa dengan pemilik tanah yang tanahnya berbatas dengan lahan milik Baharuddin.

“Munculnya tuduhan penyerobotan ini ketika Baharuddin menghadang alat berat berupa beco milik PT. MPG  yang menggusur tanaman sawit miliknya hingga saat ini tak lagi berbekas namun ironisnya justru Baharuddin yang didakwakan melakukan tindakan penyerobotan dan perusakan lahan HGB PT. MPG,” kata Syahminan seperti rilis yang diterima media ini, Sabtu (27/3/2021)

Tim kuasa hukum yang menangani perkara ini berasal dari kantor hukum “SYAHMINAN & PARTNERS” yang terdiri dari Syahminan Zakaria, Riki Yuniagara, Muttaqin Asyura, Ayyub Sabar, Baihaqi, Farizah, M. Fahmi, dan Yulizar.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT