Banda Aceh | AcehJurnal.com – Jumat (22/1) besok, genap 20 tahun berpulangnya Allahyarham Tgk Abdullah Syafi’i, mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Sapaan akrab Teungku Lah menghembuskan nafas terakhir dalam pertempuran dengan pasukan TNI di pedalaman hutan Jiem-Jiem, Kabupaten Pidie Jaya. Tak hanya Teungku Lah, istrinya Cut Fatimah bersama dua pengawal setianya juga ikut syahid.
Smasa hidupnya, Teungku Lah dikenal sosok yang murah hati dan dekat semua kalangan rakyat Aceh. Di kalangan kombatan GAM, almarhum dikenal sebagai tokoh kharismatik dan sangat disegani. Maka tak heran, nama Teungku Lah tertulis dalam cacatan tinta emas.
BACA JUGA : Wali Nanggroe Beri Gelar Kehormatan untuk Tgk Ilyas Leube dan Tgk Abdullah Syafi’i
Meski telah tiada, sosok Teungku Lah selalu melekat dalam kalbu rakyat Aceh, khususnya di kalangan sesama kombatan GAM. Setiap 22 Januari, Komite Peralihan Aceh (KPA) mengenang kepergiannya. Mereka menggelar acara syukuran disertai zikir dan doa bersama serta menyantuni anak yatim.
“Almarhum adalah sosok pemersatu seluruh rakyat Aceh. Semoga amal ibadah Teungku Lah diterima di sisi Allah,” kata Ketua DPRK Pidie, Mahfuddin Ismail kepada AcehJurnal.com, Sabtu (21/1) malam.
BACA JUGA : Kenang Tgk Abdullah Syafi’i, Mualem : Sosok Panglima Bersahaja



