Banda Aceh | AcehJurnal.com – Warganet dihebohkan beredarnya video Wakil Ketua Demokrat Aceh, Adnan Yacob digeruduk sejumlah pria. Video berdurasi 1.37 detik ini kemudian viral dan berseliweran di jagat medsos. Amatan AcehJurnal.com, sejumlah pria terlihat mendatangi Adnan Yacob di areal Gedung KONI Aceh di Jalan H Dimurthala, Kuta Alam, Banda Aceh, Rabu (28/7/2021) kemarin.
Kedatangan mereka diduga hendak menagih sejumlah proyek yang kabarnya pernah dijanjikan kepada mereka pada 2,5 tahun lalu. Bahkan, satu diantara mereka mencoba menarih kerah baju Adnan Yakob dan mencoba menariknya hingga beberapa meter.
Saat kejadian itu, terlihat seorang pria yang diduga salah satu pengurus KONI Aceh mencoba melerainya.
“Mana proyek dan SK saya. Saya sudah menunggunya 2,5 tahun lalu,” kata salah satu pria dalam bahasa Aceh.
Menyikapi insiden itu, pengurus DPD Demokrat Aceh akhirnya angkat suara. Ketua Badan Komunikasi Strategis (BAKOMSTRA) DPD Partai Demokrat Aceh, Robby Syah Putra menklarifikasi bahwa, insiden antara Adnan Yacob dengan sejumlah pria itu tidak ada hubungannya dengan kepengurusan Partai Demokrat di Aceh.
“Itu murni persoalan pribadi dan tidak ada sangkut pautna dengan DPD Demokrat Aceh,” kata Robby Syah Putra dalam keterangan resminya, Jumat (30/7/2021).
Kendati demikian, Robby juga menyayangkan terjadinya aksi anarkis antara Adnan Yakob dengan Beni dan kawan-kawan. Perlu diketahui, Beni adalah salah satu dari sejumlah pria yang ikut terlibat menggeruduk Adnan Yakob. Hingga saat ini, Robby mengaku masih belum mendapat konfirmasi resmi dari Adnan Yakob terkait insiden tersebut. Ini dikarenakan dalam beberapa Minggu terakhir, Adnan Yakob ditimpa musibah dimana kedua orangtuanya dikabarkan meninggal dunia.
“Kita berharap, peristiwa ini bisa disikapi dnegan bijak dan dapat diselesaikan secara humanis antara kedua belah pihak. Sekali lagi kami tegaskan bahwa, ini bukan permasalahan politik atau parpol. Kami dari kader Partai Demokrat Aceh sedang fokus dan berupaya membantu masyarakat dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19,” pungkasnya. []