UU Cipta Kerja Hilangkan Aturan Cuti Besar 2 Bulan

Polresta Banda Aceh Bekuk Ayah Kandung Perkosa Anaknya Sendiri

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Seorang pria berinisial C dibekuk kepolisian dari Polresta Banda Aceh. Pria asal Kabupaten Aceh Besar ini diduga memerkosa anak...

Di Hadapan Sekda Aceh, Iskandar Al Farlaky Kembali Desak Pemerintah Aceh Perhatikan Nelayan Aceh Yang Masih ditahan di India dan Myanmar

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Anggota DPR Aceh, Iskandar Usman Al Farlaky mendesak Pemerintah Aceh tidak mengabaikan nasib nelayan Aceh yang masih ditahan di...

Restui Perayaan Maulid, Plt Gubernur Aceh Ajak Warga Hindari Kerumunan

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM —Maulid Nabi Besar Muhammad SAW megandung nilai-nilai ibadah dan ukuwah Islamiah bagi masyarakat Aceh. Perayaan Maulid Nabi biasanya dirangkai dengan zikir,...

Jelang Libur dan Cuti Bersama, Aceh Menjadi Zona Oranye Covid-19

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM –  Menjelang hari libur dan cuti bersama mulai  28 Oktober -30 Oktober 2020 nanti,  Aceh menjadi zona oranye Covid-19 dengan...

Habib Bahar Kembali Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan

BANDUNG | Habib Bahar bin Smith kembali terjerat kasus dugaan penganiayaan. Dia ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jabar berkaitan perkara tersebut. Informasi dihimpun, kasus dugaan...

JAKARTA | DPR telah mengesahkan Undang-undang atau UU Cipta Kerja. Omnibus law ini mengubah beberapa undang-undang yang sudah berlaku. Salah satunya Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Ada beberapa pasal yang berubah dalam UU Nomor 13 Tahun 2003. Salah satunya ketentuan soal cuti yang diatur dalam Pasal 79 UU Ketenagakerjaan.

Di dalam UU Ketenagakerjaan, ada poin khusus yang mewajibkan perusahaan memberikan cuti besar atau istirahat panjang sekurang-kurangnya 2 bulan. Namun, aturan ini menghilang dalam aturan omnibus law yang baru. Berikut perbedaan pasal soal cuti dalam UU Ketenagakerjaan dengan UU Cipta Kerja:

1. UU Ketenagakerjaan:
(1) Pengusaha wajib memberi waktu istirahat dan cuti kepada pekerja/buruh.

(2) Waktu istirahat dan cuti sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), meliputi :

a. istirahat antara jam kerja, sekurang kurangnya setengah jam setelah bekerja selama 4 (empat) jam terus menerus dan waktu istirahat tersebut tidak termasuk jam kerja;

b. istirahat mingguan 1 (satu) hari untuk 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu atau 2 (dua) hari untuk 5 (lima) hari kerja dalam 1 (satu) minggu;

c. cuti tahunan, sekurang kurangnya 12 (dua belas) hari kerja setelah pekerja/buruh yang bersangkutan bekerja selama 12 (dua belas) bulan secara terus menerus; dan

d. istirahat panjang sekurang-kurangnya 2 (dua) bulan dan dilaksanakan pada tahun
ketujuh dan kedelapan masing-masing 1 (satu) bulan bagi pekerja/buruh yang telah bekerja selama 6 (enam) tahun secara terus-menerus pada perusahaan yang sama dengan ketentuan pekerja/buruh tersebut tidak berhak lagi atas istirahat tahunannya dalam 2 (dua) tahun berjalan dan selanjutnya berlaku untuk setiap kelipatan masa kerja 6 (enam) tahun.

(3) Pelaksanaan waktu istirahat tahunan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) huruf c diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama.

(4) Hak istirahat panjang sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) huruf d hanya berlaku bagi pekerja/buruh yang bekerja pada perusahaan tertentu.

(5) Perusahaan tertentu sebagaimana dimaksud dalam ayat (4) diatur dengan Keputusan Menteri

2. UU Cipta Kerja
(1) Pengusaha wajib memberi:
a. waktu istirahat; dan
b. cuti.

(2) Waktu istirahat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a wajib diberikan kepada pekerja/buruh paling sedikit meliputi:

a. istirahat antara jam kerja, paling sedikit setengah jam setelah bekerja selama 4 (empat) jam terus menerus dan waktu istirahat tersebut tidak termasuk jam kerja; dan

b. istirahat mingguan 1 (satu) hari untuk 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu.

(3) Cuti sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b yang wajib diberikan kepada pekerja/buruh yaitu cuti tahunan, paling sedikit 12 (dua belas) hari kerja setelah pekerja/buruh yang bersangkutan bekerja selama 12 (dua belas) bulan secara terus menerus.

(4) Pelaksanaan cuti tahunan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama.

(5) Selain waktu istirahat dan cuti sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3), perusahaan tertentu dapat memberikan istirahat panjang yang diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama.[]

Sumber : TEMPO

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

HEADLINES

Polresta Banda Aceh Bekuk Ayah Kandung Perkosa Anaknya Sendiri

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Seorang pria berinisial C dibekuk kepolisian dari Polresta Banda Aceh. Pria asal Kabupaten Aceh Besar ini diduga memerkosa anak...

Di Hadapan Sekda Aceh, Iskandar Al Farlaky Kembali Desak Pemerintah Aceh Perhatikan Nelayan Aceh Yang Masih ditahan di India dan Myanmar

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Anggota DPR Aceh, Iskandar Usman Al Farlaky mendesak Pemerintah Aceh tidak mengabaikan nasib nelayan Aceh yang masih ditahan di...

Restui Perayaan Maulid, Plt Gubernur Aceh Ajak Warga Hindari Kerumunan

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM —Maulid Nabi Besar Muhammad SAW megandung nilai-nilai ibadah dan ukuwah Islamiah bagi masyarakat Aceh. Perayaan Maulid Nabi biasanya dirangkai dengan zikir,...

BERITA TERKAIT

Polresta Banda Aceh Bekuk Ayah Kandung Perkosa Anaknya Sendiri

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Seorang pria berinisial C dibekuk kepolisian dari Polresta Banda Aceh. Pria asal Kabupaten Aceh Besar ini diduga memerkosa anak...

Di Hadapan Sekda Aceh, Iskandar Al Farlaky Kembali Desak Pemerintah Aceh Perhatikan Nelayan Aceh Yang Masih ditahan di India dan Myanmar

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Anggota DPR Aceh, Iskandar Usman Al Farlaky mendesak Pemerintah Aceh tidak mengabaikan nasib nelayan Aceh yang masih ditahan di...

Restui Perayaan Maulid, Plt Gubernur Aceh Ajak Warga Hindari Kerumunan

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM —Maulid Nabi Besar Muhammad SAW megandung nilai-nilai ibadah dan ukuwah Islamiah bagi masyarakat Aceh. Perayaan Maulid Nabi biasanya dirangkai dengan zikir,...