Tok! 8 Mafia Narkoba di Aceh Timur Divonis Seumur Hidup

Idi Rayeuk – Delapan bandar narkoba divonis seumur hidup dalam putusan majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Idi, Aceh Timur, Rabu (23/6). Sidang putusan berlangsung secara virtual dan dipimpin Irwandi selaku hakim ketua.

Ketika membacakan amar putusan, Irwandi SH selaku hakim ketua ikut didampingi dua hakim anggota yakni Zaki Anwar, dan Reza Bastira Siregar. Sementara Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dihadiri Harry Arfhan dan M Iqbal Zakwan. Sidang yang dimulai sekira pukul 14:00 Wib itu selesai sekira pukul 15:15 Wib.

Kedelapan terdakwa yakni NA, 25, KM, 23, AS, 33, AB, 28, dan LM, 40, warga Aceh Timur. Selanjutnya IB, MN, H, juga warga Aceh Timur. “Kedelapan terdakwa divonis seumur hidup,” kata Kajari Aceh Timur Semeru SH MH, melalui Kasi Intelijen Andi Zulanda SH didampingi Kasi Pidum Ivan Najjar Alavi SH MH.

Advertisement


Para terdakwa disangkakan melanggar pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. “Atas keputusan ini, baik kedelapan terdakwa maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan sikap pikir-pikir selama tujuh hari kedepan,” timpa Andi Zulanda.

Usai sidang putusan, kedelapan terdakwa dikembalikan ke Sel Tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Idi, Aceh Timur.

Dalam berita sebelumnya, sidang tuntutan terhadap delapan terdakwa digelar dalam dua hari. Sidang tuntutan pertama terhadap lima terdakwa dipimpin hakim ketua Apriyanti SH MH.

Dalam sidang lanjutan perkara tindak pidana narkotika 80 kilogram sabu dan ekstasi (MDMA) itu terhadap terdakwa NA, 25, asal Peureulak Timur, Aceh Timur. KM, 23, asal Langsa. AS, 33, asal Peureulak Timur, Aceh Timur. AB, 28, asal Langsa, dan LM, 40, Langsa.

Advertisement

Sidang kedua dipimpin hakim ketua Irwandi. Dalam sidang tuntutan itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut dua terdakwa dengan tuntutan mati dan satu terdakwa dituntut seumur hidup. Kedua terdakwa yang dituntut mati yakni IB dan MN, asal Simpang Ulim, Aceh Timur.

Sementara terdakwa H, asal Simpang Ulim, Aceh Timur, juga dituntut seumur hidup. Mereka disangkakan melanggar pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Sebagaimana diketahui, dalam materi tuntutan, JPU juga merincikan sejumlah barang bukti dalam kasus itu antara lain empat karung goni berisi 70 bungkus narkotika jenis sabu yang dibungkus dalam kemasan teh Cina Merek Chinese Pin Wei warna hijau dan 11 bungkus narkotika jenis sabu yang dibungkus dalam kemasan teh Cina Merk Guanyinwang warna hijau serta 10 bungkus narkotika jenis ekstasi (MDMA) warna merah jambu dan 10 (sepuluh) bungkus narkotika jenis ekstasi (MDMA) warna hijau yang dibungkus dengan plastik warna bening.

Selain itu, JPU juga membacakan barang bukti lain yang disita seperti mobil Honda Jazz, mobil Toyota Innova, mobil Suzuki Ertiga, delapan unit handphone (HP), dan sepedamotor Honda Beat. Perkara yang menjerat kedelapan terdakwa dan tersangka H (DPO) ditangkap aparat penegak hukum di sejumlah titik dalam wilayah Aceh Timur, Rabu (28/10/2020) lalu. [Waspada.id]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT