Terlibat Tawuran, 11 Remaja Diamankan Polresta Banda Aceh

Jaksa Pinangki Diduga Coba Samarkan Duit Suap dari Djoko Tjandra

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM - Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Agung menyebut Jaksa Pinangki Sirna Malasari menerima suap dari Djoko Tjandra lewat Andi Irfan Jaya sebesar...

Gatot Nurmantyo Beberkan Dirinya Dicopot Sebagai Panglima TNI Karena Putar Fil G30S/PKI

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM - Presidium Komite Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, menceritakan kembali latar belakang dicopotnya oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi)...

Suami Salat Subuh, Istri Pasok Pria Ke Kamarnya di Langsa

LANGSA | ACEHJURNAL.COM - Warga Gampong Paya Bujok Tunong, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa geram. Pasalnya, warga mendapati paangan non muhrim yang diduga melakukan...

Dipukul Rekannya, TKI Asal Aceh Meninggal Dunia di Malaysia

TAPAKTUAN | ACEHJURNAL.COM - Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Aceh Selatan, Zulman, 30, tewas di Malaysia, setelah dia mengalami luka serius akibat menjadi...

Jumat Besok, DPRA Kembali Gelar Lanjutan Sidang Interpelasi Terhadap Plt Gubernur Aceh

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) kembali menggelar jadwal lanjutan sidang interpelasi terhadap Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah. Sidang lanjutan...

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM– Polsek Syiah Kuala Polresta Banda Aceh melakukan pembubaran aksi tawuran sekelompok remaja di lapangan Gelanggang Darussalam Banda Aceh, Kamis (16/7/2020). Mereka diamankan saat petugas Polresta Banda Aceh pada dini hari saat melakukan patroli rutin.

Dalam kejadian ini, petugas mengamankan 11 remaja yang diduga terlibat dalam tawuran. Mereka terlibat pada aksi tawuran pada Rabu (15/7) malam di Jembatan Lamnyong. Turut diamankan sejumlah barang bukti, diantaranya senjata tajam, double stick, topeng serta kayu yang digunakan sebagai alat bantu dalam tawuran.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kapolsek Syiah Kuala AKP Edi Saputra mengatakan, permasalahan yang terjadi ini pada awalnya sejak Bulan April 2020.

“Ini merupakan kejadian yang ke delapan kali dan terakhir tawuran malam kemarin, Rabu (15/7/2020) di jembatan Lamnyong dengan melibatkan dua kelompok remaja saling menyerang dengan menggunakan benda tajam dan benda tumpul,“ kata AKP Edi Saputra.

Kemudian, kedua kelompok yang akhirnya diketahui identitasnya adalah GSX (Glemory Solidarity Xtraordinry) dengan Askota (Anak Asrama Kota Alam). Kedua kelompok ini memiliki permasalahan pribadi, sehingga melakukan aksi balas dendam.

Kejadian ini terjadi pada awal bulan April hingga pertengahan Juli 2020 lalu. Dalam kejadian ini, aksi terjadi sebanyak delapan kali. Polisi pun sempat membubarkan aksi tawuran. Namun aksi anarkis itu kembali terjadi sehingga polisi menindaktegas 11 remaja.

Puncak kejadian menurut keterangan dari salah satu remaja yang diamankan oleh kepolisian mengatakan, salah seorang anggota Kelompok GSX dipukuli oleh lawannya dari Askota sekitar jam 00.30 WIB. Kemudian ia juga dilempar dengan botol air mineral di jembatan Beurawe sehingga menyelamatkan diri ke Pos Ronda Lampoh Ue Sektor Barat dan diamankan oleh polisi.

“Kemudian piket Polsek Syiah Kuala bersama Kapolsek membawa pelaku tawuran ke Polresta Banda Aceh untuk menghindari dari lawan tawurannya,” tambahnya.

Adapun para pelaku tawuran masih remaja tanggung diantaranya Dedi Saputra (18) warga Cot Raya Kuta Baro, Fatur Muda Angkasa (16) warga Krueng Cut, Badri Duja (16) warga Rukoh, Muhammad Fadhal (20) warga Gampong Burong Ano Kecamatan kuta Baro, Muhammad Rizal Wahyudi (17) warga Jalan Lingkar Kampus Rukoh, Fauzul Kabir As-Siddiq (16) warga Lambaro Angan, Muhammad Pradita Rizki (15), warga Meunasah Intan, Fauzan Rid Ayatul Azani (18) warga Meunasah Intan, Muhammad Raihan (17) warga Rukoh, Irfan Fikri (16) warga Lampuuk Tungkop dan Faisal Muhajir (17) warga Tibang.

Namun, disaat menjelang subuh, mereka diserahkan ke Polresta Banda Aceh guna mencegah kejadian yang tidak di inginkan, dalam hal ini bentrok susulan dengan kelompok Askota.

Hingga saat ini, pelaku tawuran masih diamankan di SatIntelkam Polresta Banda Aceh. Mereka dilakukan pembinaan oleh petugas dan turut dihadiri tokoh gampong, guru dan orangtua masing-masing. Mereka juga sempat menjani tes urine untuk memastikan apakah terlibat penyalahgunaan narkoba.

“Alhamdulillah hasil yang diperoleh semua Negatif, dan ini juga perlu dilakukan pengawasan lebih lanjut oleh orang tua,” pungkasnya. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Hot Topics

Jaksa Pinangki Diduga Coba Samarkan Duit Suap dari Djoko Tjandra

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM - Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Agung menyebut Jaksa Pinangki Sirna Malasari menerima suap dari Djoko Tjandra lewat Andi Irfan Jaya sebesar...

Gatot Nurmantyo Beberkan Dirinya Dicopot Sebagai Panglima TNI Karena Putar Fil G30S/PKI

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM - Presidium Komite Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, menceritakan kembali latar belakang dicopotnya oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi)...

Suami Salat Subuh, Istri Pasok Pria Ke Kamarnya di Langsa

LANGSA | ACEHJURNAL.COM - Warga Gampong Paya Bujok Tunong, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa geram. Pasalnya, warga mendapati paangan non muhrim yang diduga melakukan...

Related Articles

Jaksa Pinangki Diduga Coba Samarkan Duit Suap dari Djoko Tjandra

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM - Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Agung menyebut Jaksa Pinangki Sirna Malasari menerima suap dari Djoko Tjandra lewat Andi Irfan Jaya sebesar...

Gatot Nurmantyo Beberkan Dirinya Dicopot Sebagai Panglima TNI Karena Putar Fil G30S/PKI

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM - Presidium Komite Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, menceritakan kembali latar belakang dicopotnya oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi)...

Suami Salat Subuh, Istri Pasok Pria Ke Kamarnya di Langsa

LANGSA | ACEHJURNAL.COM - Warga Gampong Paya Bujok Tunong, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa geram. Pasalnya, warga mendapati paangan non muhrim yang diduga melakukan...