Terlibat Tawuran, 11 Remaja Diamankan Polresta Banda Aceh

Geledah Rumah Dinas Istri Edhy Prabowo, KPK Amankan Barang Elektronik

JAKARTA | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan dokumen dan barang elektronik dari penggeledahan rumah dinas Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Iis Edhy...

Sempat Berkibar di Masjid Raya Baiturrahman, Nurzahri : Secara Legalitas Sudah Sah Bendera Aceh

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Massa dari kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) mengibarkan bendera Bulan Bintang di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat...

Google Pilih Noken Papua Hari Ini

JAKARTA | Google pada hari ini (4/12) memilih noken Papua sebagai bagian dari Google Doodle dalam merayakan hari pengakuan tas tradisional masyarakat Papua tersebut...

Massa Kibarkan Bendera Bintang Bulan di Masjid Raya Baiturrahman

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Kendati adanya himbauan pemerintah agar tidak mengibarkan dulu bendera Bulan Bintang di Aceh tak digubris warga. Hari ini, Jumat (4/12) massa...

Jelang Milad GAM, Ableh Kandang : Kita Patuh Instruksi Mualem

LHOKSEUMAWE | ACEHJURNAL.COM - Menjelang peringatan Milad GAM pada 4 Desember besok, Komite Peralihan Aceh (KPA) wilayah Kuta Pase akan menggelar serangkaian kegiatan. Ketua...

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM– Polsek Syiah Kuala Polresta Banda Aceh melakukan pembubaran aksi tawuran sekelompok remaja di lapangan Gelanggang Darussalam Banda Aceh, Kamis (16/7/2020). Mereka diamankan saat petugas Polresta Banda Aceh pada dini hari saat melakukan patroli rutin.

Dalam kejadian ini, petugas mengamankan 11 remaja yang diduga terlibat dalam tawuran. Mereka terlibat pada aksi tawuran pada Rabu (15/7) malam di Jembatan Lamnyong. Turut diamankan sejumlah barang bukti, diantaranya senjata tajam, double stick, topeng serta kayu yang digunakan sebagai alat bantu dalam tawuran.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kapolsek Syiah Kuala AKP Edi Saputra mengatakan, permasalahan yang terjadi ini pada awalnya sejak Bulan April 2020.

“Ini merupakan kejadian yang ke delapan kali dan terakhir tawuran malam kemarin, Rabu (15/7/2020) di jembatan Lamnyong dengan melibatkan dua kelompok remaja saling menyerang dengan menggunakan benda tajam dan benda tumpul,“ kata AKP Edi Saputra.

Kemudian, kedua kelompok yang akhirnya diketahui identitasnya adalah GSX (Glemory Solidarity Xtraordinry) dengan Askota (Anak Asrama Kota Alam). Kedua kelompok ini memiliki permasalahan pribadi, sehingga melakukan aksi balas dendam.

Kejadian ini terjadi pada awal bulan April hingga pertengahan Juli 2020 lalu. Dalam kejadian ini, aksi terjadi sebanyak delapan kali. Polisi pun sempat membubarkan aksi tawuran. Namun aksi anarkis itu kembali terjadi sehingga polisi menindaktegas 11 remaja.

Puncak kejadian menurut keterangan dari salah satu remaja yang diamankan oleh kepolisian mengatakan, salah seorang anggota Kelompok GSX dipukuli oleh lawannya dari Askota sekitar jam 00.30 WIB. Kemudian ia juga dilempar dengan botol air mineral di jembatan Beurawe sehingga menyelamatkan diri ke Pos Ronda Lampoh Ue Sektor Barat dan diamankan oleh polisi.

“Kemudian piket Polsek Syiah Kuala bersama Kapolsek membawa pelaku tawuran ke Polresta Banda Aceh untuk menghindari dari lawan tawurannya,” tambahnya.

Adapun para pelaku tawuran masih remaja tanggung diantaranya Dedi Saputra (18) warga Cot Raya Kuta Baro, Fatur Muda Angkasa (16) warga Krueng Cut, Badri Duja (16) warga Rukoh, Muhammad Fadhal (20) warga Gampong Burong Ano Kecamatan kuta Baro, Muhammad Rizal Wahyudi (17) warga Jalan Lingkar Kampus Rukoh, Fauzul Kabir As-Siddiq (16) warga Lambaro Angan, Muhammad Pradita Rizki (15), warga Meunasah Intan, Fauzan Rid Ayatul Azani (18) warga Meunasah Intan, Muhammad Raihan (17) warga Rukoh, Irfan Fikri (16) warga Lampuuk Tungkop dan Faisal Muhajir (17) warga Tibang.

Namun, disaat menjelang subuh, mereka diserahkan ke Polresta Banda Aceh guna mencegah kejadian yang tidak di inginkan, dalam hal ini bentrok susulan dengan kelompok Askota.

Hingga saat ini, pelaku tawuran masih diamankan di SatIntelkam Polresta Banda Aceh. Mereka dilakukan pembinaan oleh petugas dan turut dihadiri tokoh gampong, guru dan orangtua masing-masing. Mereka juga sempat menjani tes urine untuk memastikan apakah terlibat penyalahgunaan narkoba.

“Alhamdulillah hasil yang diperoleh semua Negatif, dan ini juga perlu dilakukan pengawasan lebih lanjut oleh orang tua,” pungkasnya. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

HEADLINES

Geledah Rumah Dinas Istri Edhy Prabowo, KPK Amankan Barang Elektronik

JAKARTA | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan dokumen dan barang elektronik dari penggeledahan rumah dinas Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Iis Edhy...

Sempat Berkibar di Masjid Raya Baiturrahman, Nurzahri : Secara Legalitas Sudah Sah Bendera Aceh

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Massa dari kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) mengibarkan bendera Bulan Bintang di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat...

Google Pilih Noken Papua Hari Ini

JAKARTA | Google pada hari ini (4/12) memilih noken Papua sebagai bagian dari Google Doodle dalam merayakan hari pengakuan tas tradisional masyarakat Papua tersebut...

BERITA TERKAIT

Geledah Rumah Dinas Istri Edhy Prabowo, KPK Amankan Barang Elektronik

JAKARTA | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan dokumen dan barang elektronik dari penggeledahan rumah dinas Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Iis Edhy...

Sempat Berkibar di Masjid Raya Baiturrahman, Nurzahri : Secara Legalitas Sudah Sah Bendera Aceh

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Massa dari kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) mengibarkan bendera Bulan Bintang di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat...

Google Pilih Noken Papua Hari Ini

JAKARTA | Google pada hari ini (4/12) memilih noken Papua sebagai bagian dari Google Doodle dalam merayakan hari pengakuan tas tradisional masyarakat Papua tersebut...