Setubuhi Anak di Bawah Umur Berulang Kali, Pria di Banda Aceh Ditangkap Polisi

Banda Aceh | AcehJurnal.com – Kejahatan seksual terhadap anak dibawah umur kembali terjadi di kota Banda Aceh. Kali ini, perbuatan bejat menimpa seorang anak gadis berusia 16 tahun, sebut saja Melati (bukan nama sebenarnya). Gadis malang asal Kabupaten Aceh Besar ini menjadi korban rudapaksa seorang pemuda berinisial DW (22) asal kota Banda Aceh. DW dibekuk pada Senin (24/5/2021) malam.

Penangkapan tersebut berdasarkan Laporan Polisi : LPB/190/V/YAN. 2.5/ 2021/ SPKT/Polresta Banda Aceh/Polda Aceh,tanggal 03 Mei 2021.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, SIK melalui Kasatreskrim AKP M Ryan Citra Yudha mengatakan, DW ditangkap saat sedang nonkrong di sebuah warung gampong kawasan Peuniti, Banda Aceh.

“Kami menangkap tersangka DW berdasarkan ciri – ciri yang tertera dalam laporan yang dilaporkan oleh keluarga korban,” kata Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, SIK melalui Kasatreskrim AKP M Ryan Citra Yudha pada Selasa (25/5/2021).

Dalam keterangannya, AKP M Ryan yang didampingi Kanit PPA Ipda Puti Rahmadiani mengatakan, DW masih menjalani pemeriksaan oleh personel Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polresta Banda Aceh. Kronologisnya, perbuatan bejat dilakukan tersangka bermula dari perkenalan antara korban dan pelaku pada Senin (5/4/2021) lalu melalui laman media sosial instagram.

Perkenalan antara mereka tersebut berlanjut dengan saling tukar nomor handphone dan mengadakan janji untuk berjumpa. Pada hari y

Advertisement

ang sama, sekira pukul 17.37 WIB, korban Melati menjumpai pelaku di tempat ia bekerja di kawasan Peuniti Banda Aceh. Pada Jumat (9/5/2021), DW meminta Melati untuk menjemputnya di sebuah lorong dekat rumahnya.

Setelah bertemu, keduanya sepakat jalan-jalan ke rumah kerabat pelaku di kawasan Gampong Kaye Leu, Aceh Besar. Setiba disana, pelaku mencoba membujuk korban untuk melakukan hubungan suami istri.

“Dengan bujuk rayu DW, sehingga terjadinya hubungan badan layaknya suami isteri seraya mengatakan kita setelah melakukan ini, akan menikah nantinya,” tambahnya.

Tidak sampai disitu, DW kembali mengajak korban Melati melakukan perbuatan yang sama pada hari Senin (19/4/2021) dan Senin (26/4/2021) di lokasi yang sama. Namun hubungan keduanya akhirnya diketahui oleh pihak keluarga korban.  Hal ini berdasarkan laporan korban tentang perbuatan bejat pelaku kepada keluarganya.

“Merujuk dari Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat kasus ini dikategorikan dalam pemerkosaan, dan jika dalam kasus pidana dijerat dengan persetubuhan anak dibawah umur,” ujar AKP M Ryan.

AKP Ryan mengimbau kepada masyarakat berhati-hati menjaga anaknya agar tidak salah dalam pergaulan. Ia juga meminta peran orangtua selalu menjaga dan memonitor pergaulan anaknya agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Pelaku DW saat ini sedang dalam tahap pemeriksaan dan nantinya akan dijerat  dengan Pasal 50 Qanun Aceh No. 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat,” pungkas AKP M Ryan.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT