Selundupkan Sabu Dalam Sandal, 2 Mahasiswi Aceh Ditangkap

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Dua mahasiswi asal Kabupaten Bireuen dibekuk Tim Satresnarkoba Polresta Banda Aceh. Kedua mahasiswi tersebut, yakni berinisial NH (23) dan ZH (23). Keduanya ditangkap oleh petugas Bandara Sultan Iskandar Muda Blang Bintang pada Minggu (13/9) sekira pukul 08.30 WIB.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto mengatakan, kedua mahasiswi ini terlibat dalam jaringan pelundupan sabu lintas provinsi, bahkan internasional.

“Cara kedua tersangka ini menyeludupkan satu kilogram sabu dengan menggunakan sendal jepit yang telah dimoditifikasi. Sabu tersebut hendak dikirim ke Jambi,” kata Kombes Pol Trisno Riyanto pada keterangan pers kepada awak media, Kamis (17/9).

Kapolres yang turut didampingi Dirnarkoba Polda Aceh Kombes Pol. Ade Sapari dan Kasatreskoba AKP Raja Aminuddin Harahap menjelaskan, kedua tersangka merupakan kurir hendak mengirim sabu ke bandara dengan tujuan ke Jambi.

Gerak-gerik keduanya menaruh kecurigaan petugas. Keduanya pun diminta untuk melepaskan sandalnya. Ternyata saat diperintahkan untuk membuka sandalnya, petugas menemukan paket sabu per sandal seberat 250 gram.

Melihat gerak-gerik keduanya petugas bandara SIM menaruh kecurigaan, keduanya diminta untuk melepaskan sandalnya.

“Ketika diperiksa ternyata di dalamnya ada sabu masing-masing 2 bungkus, dengan jumlah total satu kilogram,” kata Kombes Pol Trisno Riyanto.

Keduanya mengaku, aksi mereka telah dilakukan sebanyak empat kali dengan tujuan Jambi, Bengkulu dan Lampung. Sebelumnya, barang haram tersebut mereka kirim melalui jalur darat dengan menumpang bus hingga ke Medan, Sumatera Utara.

“Sudah tiga kali dan lolos. Sebelumnya mereka membawa sabu dari Bireuen ke Medan lewat jalur darat. Kemudian naik pesawat,” tambahnya.

Dari pengakuan tersangka, petugas membekuk dua tersangka lainnya berinisial JN dan MF. JN adalah tersangka perempuan di Kabupaten Bireuen. Sedangkan MF berjenis kelamin laki-laki diamankan di kawasan Samahani.  JN berperan menjadi orang yang mencari kurir untuk mengirimkan sabu dengan upah Rp 10 juta dari pemiliknya MD yang sedang dilakukan pencarian. Adapun motif kedua mahasiswi menyeludupkan sabu ini, katanya lagi, karena alasan faktor ekonomi.

“Motifnya ya ekonomi alasannya. Mereka diupah Rp 40 juta. Modusnya juga sama, menyelundupkan sabu ke dalam sandal,” tambahnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, mereka dijerat undang-undang tindak pidana narkoba Pasal 112 ayat (2) Subs Pasal 114 ayat (2) Subs Pasal 115 ayat 2 dari Undang – undang Narkotika nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman minimal 6 tahun sampai  20 tahun penjara atau pidana penjara seumur hidup sampai hukuman mati.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT