Sebar Hoax Soal Vaksin Covid-19, Pria Asal Simeulue Ini Diringkus Polisi

Sinabang | AcehJurnal.com – Tim Satreskrim Polres Simeulue menangkap seorang pria berinisial AS (33). Pria asal Desa Pulau Teupah, Kecamatan Teupah Barat Kabupaten Simeulue ditangkap polisi lantaran menyebar isu hoax dan ujaran kebencian.

Kapolres Simeulue, AKBP Agung Surya Prabowo melalui Kasat Reskrim, Ipda Muhammad Rizal mengatakan, ES ditangkap pada Minggu (10/1/2021).

“ES ditangkap karena memanfaatkan medsos jenis Facebook untuk menyebar hoax dan ujaran kebencian berbau SARA,” kata Kasatreskrim Ipda Muhammad Rizal kepada AcehJurnal.com, Selasa (12/1/2021).

Dalam laman facebook miliknya itu, ES menyebutkan bahwa vaksin Sinovac lebih banyak mudharatnya sehingga ulama Aceh telah mengeluarkan fatwa haram. Bilapun proses vaksinasi itu tetap dilakukan, maka rakyat Aceh harus siap berperang bila pemerintah pusat.

“Rakyat Aceh menolak Vaksin19 kaena banyak mudharatnya dan syari’atnya menurut para ulama Aceh itu haram. Pemerintah pusat tidak berhak ikut campur masalah hukum haram menurut Agama, karena masalah Agama mutlak kewenangan Pemerintah Aceh, bukan kewenangan pemerintah RI. Bila ngotot pemerintah pusat memaksakan kehendak, rakyat Aceh siap perang..!!” tulis AS dalam laman status Facebook miliknya.

Ujaran hoax dan kebencian pada laman status Facebook tersangka
Ujaran hoax dan kebencian pada laman status Facebook tersangka

Mendapat informasi itu, tim Elang Resmob Polres Simeulue yang dipimpin langsung Kasat Reskrim Ipda Muhammad Rizal langsung memburu tersangka. Tersangka berhasil diciduk di rumahnya pada Minggu (10/1/2021) sekira pukul 00.15 WIB.

“Untuk menangkap pelaku, kita harus menempuh perjalanan laut dengan perahu kurang lebih satu jam perjalanan menuju TKP. Tersangka kita tangkap karena diduga telah melanggar UU ITE dan sekaligus memprovokasi masyarakat soal vaksinasi Covid-19 di Aceh,” tambahnya.

Dari hasil penangkapan itu, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa HP mereka Vivo warna merah. Menurutnya, HP itu digunakan tersangka untuk memposting berita hoax dan ujaran kebencian.

Saat ini, tersangka berhasil diamankan di Mapolres Simeulue untuk penyelidikan lebih lanjut. Pelaku dijerat dengan 45A Ayat (1) Jo Pasal 28 Ayat (2) Undang-undang RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).[]

Laporan : Anton Sinabang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT