Polresta Banda Aceh Serahkan Satwa Dilindungi Milik Bandar Sabu 200 Kg ke Jaksa

Banda Aceh | AcehJurnal.com – Polresta Banda Aceh menyerahkan barang bukti satwa dilindungi ke Kejaksaan Negeri Banda Aceh. Barang bukti satwa yang dilindungi negara itu milik tersangka TJ (54) yang juga bandar sabu sebanyak 200 kilogram.  Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdianto melalui Kasatreskrim AKP M Ryan Citra Yudha mengatakan, pemberkasan perkara tindak pidana Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem  yang dilakukan oleh tersangka TJ (54) sudah sampai pada tahap II.

AKP Ryan mengatakan, tersangka TJ merupakan pemilik hewan yang dilindungi oleh negara telah diserahkan kepada Kejaksaan Negeri Banda Aceh yang diterima oleh Jaksa penuntut Umum Zulkarnein, Senin (28/6/2021) pekan lalu.

“Kasus hewan dilindungi oleh negara yang dilakukan oleh TJ telah kami serahkan kepada kejaksaan Negeri Banda Aceh. Dan ini sudah dinyatakan sebagai tahap II. TJ beserta barang bukti hewan yang dilindungi saat ini sudah di Kejaksaan Negeri Banda Aceh, dan selanjutnya proses hukum akan dilakukan oleh pihak Kejaksaan, “ kata AKP M Ryan Citra Yudha pada Senin (5/7/2021).

Perlu diketahui,  TJ merupakan merupakan bandar sabu 200 kg yang berhasil ditangkap akhir bulan Desember 2020 di Kampung Jawa Banda Aceh oleh BNN Pusat dan Bareskrim Polri. Selain sebagai bandar sabu, tersangka TJ juga ikut mengoleksi satwa dilindungi oleh negara. Adapun koleksi satwa dilindungi diantaranya burung cenderawasih, macan tutul dan macan kumbang yang sudah diawetkan.

Advertisement

Barang bukti itu diserahkan polisi kepada Kejaksaan Negeri Banda Aceh sepekan lalu. Penyerahkan itu dilakukan oleh Ps. Kanit Tipidter Satreskrim Polresta Banda Aceh Ipda Heri Sabhara beserta personel menyerahkan tersangka TJ pada Jaksa Penuntut Umum. Saat dilakukan penyerahan, turut didampingi oleh PEH Madya Drh. Taing Lubis, MM dari BKSDA Provinsi Aceh.

“Tersangka TJ diserahkan kepada jaksa bersama dengan barang bukti antara lain satu ekor macan tutul yang sudah di awetkan, satu ekor black panther yang sudah di awetkan, dua ekor cenderawasih yang sudah di awetkan, dua ekor cenderawasih botak yang sudah di awetkan dan satu ekor burung merak serta dua ekor kakatua jambul kuning,” kata AKP M Ryan Citra Yudha.

Sementara itu, PEH Madya Drh. Taing Lubis, MM mengatakan TJ telah melanggar Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem , Pasal 21 ayat (2) huruf (b) dan (d) Jo Pasal 40 ayat (2) dan diancam pidana penjara paling selama lima tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT