Polres Pidie Buru Pria Pengguna Jasa Prostitusi Anak di Bawah Umur

SIGLI | ACEHJURNAL.COM – Polres Pidie terus memburu seorang pria berinisial I yang diduga sebagai pengguna jasa prostitusi anak di bawah umur. Pelaku I kini sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) yang kabarnya sudah melarikan diri.

Kapolres Pidie, AKBP Zulhir Destrian melalui Kasatreskrim, Iptu Ferdian Chandra ketika dikonfirmasi mengatakan, pelaku I diburu petugas berdasarkan hasil pengembangan kasus prostitusi anak di bawah umur yang ditangkap pada Rabu (14/10) lalu.

“Berdasarkan hasil pengembangan, pelaku I yang sedang kita buru diduga sebagai pengguna jasa prostitusi anak di bawah umur,” kata Iptu Ferdian Chandra via telepon seluler, Senin (19/10).

Iptu Ferdian menjelaskan, pelaku I diduga terlibat dalam kasus tindak pidana perdanganan orang (human trafficking) dan tindak pidana persetubuhan anak di bawah umur. Hal ini berdasarkan hasil pengembangan dari tiga tersangka yang berhasil dibekuk Polres Pidie sebelumnya.

Perlu diketahui, polisi mengamankan tiga tersangka dalam kasus prostitusi anak di bawah umur. Ketiga tersangka yakni berinisial IF (38), ibu rumah tangga warga Gampong Blang Paseh, Kecamatan kota Sigli, Pidie, IW (40), warga Gampong Lhok Kaju, K

Advertisement

ecamatan Indra Jaya, Pidie dan DI (26), warga Gampong Lamseupeueng, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh.

Tersangka IF merupakan mucikari yang berperan mencari hidung belang. Sedangkan IW dan DI merupakan pengguna jasa prostitusi anak di bawah umur. Terungkapnya kasus ini berdasarkan hasil laporan masyarakat terkait adanya tindak pidana perdanganan orang dan tindak pidana prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur.

“Atas laporan itu, kita langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku di sejumlah lokasi,” kata Iptu Ferdian Chandra.

Dari hasil penyelidikan, IF yang berperan sebagai germo memperdagangkan anak di bawah umur dengan bayaran berkisar mulai Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu. Adapun korban yang diduga sebagai sasarannya masing-masing bernama Melati dan Mawar (bukan nama sebenarnya).

“Ketiga tersangka telah kita amankan di Mapolres Pidie untuk penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku terancam pidana kurangan penjara paling lama 15 tahun sebagaimana diatur pasal 2 Undang-Undang Republik Indonesia tentang Pemberantasan Perdagangan Orang dan pasal 76F Jo Pasal 81 Jo Pasal 82 Jo Pasal 83 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT