Polres Lhokseumawe Bekuk 4 Pelaku dan Sita 1 kg Sabu

Lhokseumawe | AcehJurnal.com – Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Lhokseumawe berhasil mengungkap peredaran Narkotika di Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara wilayah hukum Polres Lhokseumawe. Dalam pengungkapan ini, petugas menyita barang bukti 1,025 gram sabu-sabu dan menciduk empat tersangka. Keempat tersangka berinisial MY (41) warga Kecamatan Syamtalira Bayu, IS (38) warga Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, SK (25) dan ES (22) warga Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara.

“Mereka ditangkap berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa sering dipasok narkotika jenis sabu dari luar kota Lhokseumawe dalam jumah besar,” kata Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto  pada Senin (7/6/2021).

Mendapat informasi itu, tim Opsnal Satresnarkoba menyelidiki selama beberapa hari dan ternyata informasi tersebut benar. Kemudian, salah seorang petugas melakukan penyamaran sebagai pembeli sabu. Tujuannya untuk memancing penjual narkotika dimaksud agar mau bertransaksi.

“Penyamaran ini berhasil, tim mendapat informasi pada hari Kamis 3 Juni 2021 bahwa barang yang dipesan harus diambil di wilayah Aceh Utara tepatnya di Dusun Ulee Jrat, Desa Bungong Kecamatan Syamtalira Bayu,” tambahnya.

Tidak menunggu lama, tim Opsnal Satresnarkoba Polres Lhokseumawe langsung menuju ke lokasi yang telah ditunjuk. Setiba di lokasi, anggota yang melakukan penyamaran menjumpai lelaki yang akan bertransaksi, pada saat itu lelaki tersebut memperlihatkan sabu kepada anggota yang menyamar.

“Anggota yang menyamar memberi isyarat kepada rekan tim yang sudah memantau dan langsung melakukan penangkapan ke empat tersangka pada lokasi  yang sama,” kata AKP Eko Hartanto.

Dari empat tersangka ini, tim kita berhasil menyita barang bukti satu buah kantong plastik warna hijau. Dalam kantong itu berisi satu bungkus sabu besar. Barang haram tersebut dimasukkan dalam plastic kemasan teh Cina warna hijau dan disimpan di semak-semak bawah pohon.

Selain mengamankan empat pelaku, polisi turut menyita sejumlah barang bukti, diantaranya empat unit ponsel, satu unit sepeda motor beat warna biru putih.

Kepada petugas, MY mengaku memperoleh sabu tersebut dengan cara menerima barang dimaksud dari seorang berinisial H untuk dijual. Awalnya, polisi berhasil membekuk MY.

“MY ini mendapat upah jika sabu-sabu tersebut berhasil dijual kepada tersangka IS, SK dan ES dengan harga RP 120 juta. Kemudian, IS, SK dan ES menjual kembali sabu – sabu ini dengan harga Rp 250 juta. Apabila berhasil, mereka akan mendapatkan keuntungan Rp 30 juta per orang,” sebut AKBP Eko Hartanto.

Ke empat tersangka langsung diboyong ke Mapolres Lhokseumawe, untuk tersangka H telah ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan masih dilakukan pengejaran. Terhadap MY, IS, SK dan ES dikenakan UU No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. []

Laporan : Ahmad Syauqi

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT