Polisi Tangkap Lima Pelaku Pembunuhan Gajah di Aceh Timur

 Idi Rayeuk | AcehJurnal.com – Polres Aceh Timur berhasil mengungkap kasus pembunuhan gajah di Aceh Timur, Senin (16/8/2021). Hewan yang dilindungi ini dibunuh dengan cara dirabun dan diambil gadingnya untuk diperdagangkan. Perlu diketahui, Seekor gajah Sumatera ditemukan mati di area perkebunan kelapa sawit di Gampong Jambo Reuhat, Kecamatan Banda Aceh, Aceh Timur, Senin (12/7/2021). Satwa dilindungi ini ditemukan mati dengan kondisi kepala terpotong dan hilang.
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy mengatakan, kasus ini terungkap setelah adanya laporan masyarakat pada Minggu (11/7/2021) lalu tentang penemuan gajah jantan yang diperkirakan berusia 12-15 tahun mati di areal perkebunan sawit PT Bumi Flora Gampong Jambo Reuhat, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur.
Baca : Seekor Gajah Mati di Perkebunan Sawit di Aceh Timur, Kepalanya Hilang
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy yang didampingi Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro menjelaskan, polisi dibantu BKSDA Aceh langsung melakukan penyelidikan terkait penemuan satwa dilindungi itu. Petugas melakukan olah tempat kejadian perkaran (TKP) dan nekropsi yang selanjutnya dilakukan uji Labfor untuk mengetahui penyebab kematian gajah tersebut.
Dengan melibatkan Tim dari Puslabfor Mabes Polri, Satreskrim Polres Aceh Timur melakukan pengambilan sampel bagian organ tubuh gajah untuk dilakukan pemeriksaaan DNA untuk kepentingan penyelidikan.
Advertisement

Baca : 2 Bungkus Racun Ditemukan dalam Lambung Gajah Mati Tanpa Kepala di Aceh Timur
Setelah dilakukan penyelidikan, polisi berhasil mengamankan lima pelaku yang terdiri dari satu orang. Kelima pelaku diantaranya satu orang terlibat dalam pembunuhan gajah dan empat lainnya yang terlibat dalam perdagangan.
“Benar, ada lima pelaku yang sudah kita amankan. Satu di antaranya dengan inisial JN alias DG (35) merupakan yang meracuni dan memotong leher satwa gajah tersebut,” kata Kombes Pol Winardy kepada AcehJurnal.com.
Empat orang lagi, tambah Winardy, merupakan penjual atau yang memperdagangkan bagian tubuh satwa dilindungi tersebut. Masing-masing berinisial EM (41), SN (33), JZ (50), dan RA (46).
Selain itu, tambahnya lagi, satu orang ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) yang diduga ikut terlibat dalam tindak pidana tersebut.
Untuk saat ini, para pelaku beserta barang bukti berupa hasil kejahatan dan alat-alat yang digunakan sudah diamankan oleh petugas untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut.
“Para pelaku akan dijerat dengan Pasal 21 ayat (2) huruf a dan Pasal 40 ayat (2) Undang-undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Jo Pasal 55 KUHPidana,” pungkasnya. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT