BANDA ACEH – Polda Aceh menyatakan rentetan insiden penembakan yang terjadi di Aceh pada Kamis (28/10/2021), tak berkaitan dengan eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
“Tidak ada kaitannya dengan eks kombatan,” kata Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Winardy saat dikonfirmasi, Jumat (29/10/2021).
Baca Kepala BAIS Pidie Meninggal Dunia Ditembak OTK, Ada Apa?
Perlu diketahui, GAM merupakan sebuah gerakan separatisme bersenjata untuk melepaskan Aceh dari NKRI. Namun, perlawanan itu berakhir setelah ada kesepakatan antara pemerintah RI dengan GAM lewat Perjanjian Helsinki pada 15 Agustus 2005 lalu.
Kelompok separatis ini bertransformasi menjadi partai lokal di tengah otonomi khusus Aceh.
Baca juga Pos Polisi di Aceh Barat Diberondong Senjata Api oleh OTK
Sebelumnya, setidaknya ada dua insiden penembakan yang terjadi dalam satu malam kemarin. Pertama, orang tak dikenal (OTK) menembaki pos polisi Panton Reu di kawasan Gampong Manggi, Panton Reu Kabupaten Aceh Barat pada sekitar pukul 03.15 WIB. Dalam insiden itu, tak ada korban jiwa.
Kemudian, seorang anggota TNI yang bertugas di Kabupaten Pidie, Aceh sebagai Dantim BAIS tewas tertembak siang harinya.
Hingga saat ini polisi masih melakukan pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut terkait serangkaian aksi penembakan tersebut. Winardy belum dapat menuturkan mengenai peredaran senjata api (senpi) yang didapat oleh para pelaku.
Terkait insiden penembakan pos polisi sudah ada lima orang warga Aceh Barat yang diamankan oleh penyidik kepolisian. Mereka tengah menjalani pemeriksaan intensif saat ini.
“Kami masih butuh pendalaman dan pemeriksaan untuk memastikan keterlibatan mereka itu. Tim kami masih bekerja dan berproses,” jelasnya.
Polisi tengah melakukan uji balistik terhadap proyektil peluru yang ditemukan di sekitar TKP, seperti peluru dengan Kaliber 7,62 x 39 dan 5,56 x 45 mm. Polisi belum memastikan jenis senjata yang digunakan oleh para pelaku.
Baca Usai Penembakan Pos Polisi Panton Rheu, Warga Trauma
Merujuk pada situs pindad.com, peluru kaliber 7,62×39 mm merupakan amunisi khusus untuk senapan Sabhara SB1. Sementara, kaliber 5,56×45 mm biasa dipakai untuk senapan merek SS1, FNC, dan MINIMI.
“Yang bisa menentukan jenis senpi adalah hasil uji balistik di lab forensik dengan hasil olah TKP berupa proyektil dan selongsong yang kami dapat,” ucapnya.
Baca Lima Pelaku Penembakan Pos Polisi Panton Rheu Ditangkap



