Polisi Ringkus Penjarah Rumah Kosong saat Ramadhan di Banda Aceh

Banda Aceh | AcehJurnal.com – Tim Satuan Reserse Kriminal Polresta Banda Aceh menangkap enam pelaku pencurian spesialis rumah kosong kawasan Gampong Lambaro Skep, Kecamatan Kuta Alam, kota Banda Aceh. Keenam pelaku ini ditangkap pada Selasa (4/5/2021) dinihari dengan melibatkan anggota Polsek Kuta Alam dan didukung Tim Rimueng Satreskrim Polresta Banda Aceh.

Keenam pelaku yakni berinisial MS (41), MU (29) ES (40), ketiga pelaku merupakan warga Lambaro Skep, Banda Aceh. Sementara itu tiga pelaku lainnya diantaranya ZU (32) warga Neuheun serta SU (45) dan Dodi (39), warga Sumatera Utara sebagai penadah hasil kejahatan.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, SIK melalui Kasatreskrim AKP M Ryan Citra Yudha  SIK mengatakan penangkapan terhadap komplotan itu dilakukan berdasarkan laporan korban bernama Brury Apriadi Husaini (35).

“Berdasarkan laporan korban, kawanan pelaku melakukan aksinya diketahui pada tanggal pada 26 April lalu, saat rumah korban dalam keadaan kosong. Adanya aksi pencurian itu diketahui korban saat memasuki rumahnya melihat kondisi rumah dalam keadaan berantakan dan sejumlah barang berharga miliknya telah raib diambil oleh maling”, kata  Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, SIK melalui Kasatreskrim AKP M Ryan Citra Yudha  SIK.

Korban kemudian juga melihat kondisi rumah yang awalnya ditinggal kosong sudah berantakan. Selain itu, kondisi jendela pun dalam keadaan rusak akibat dicongkel yang diduga menggunakan obeng. Setelah dilakukan pendataan, sejumlah barang-barang berharga milik korban hilang, diantaranya satu unit Kendaraan Roda dua jenis Yamaha Nmax, satu unit Ipad merk Apple, satu unit HP merk Samsung, satu unit Kamera merk Go Pro, dan satu unit sepeda lipat.

Setelah kejadian tersebut, korban melaporkan kasus itu ke Polsek Kuta Alam dengan bukti laporan polisi nomor: LPB/  55 / IV /Yan. 2.5/2021/SPKT Polsek Kuta Alam  pada hari Senin  tanggal 26  April 2021 sekira pukul 11.30 wib,  Satreskrim Polresta Banda Aceh langsung menindaklanjutinya dengan melakukan penyelidikan.

“Akhirnya Tim Rimueng berhasil menangkap kawanan pelaku di tempat yang berbeda – beda,” tambahnya.

Kasatreskrim AKP M Ryan menjelaskan, awalnya Tim Rimueng Polresta Banda Aceh melakukan penyelidikan dan mendapatkan informasi dari masyarakat bahwasanya pelaku pencurian dan pemberatan tersebut berada di Gampong Lamteh, Peukan Bada, Aceh Besar. Selanjutnya,  Tim Rimueng menuju ke  lokasi dan mengamankan pelaku MS beserta ZU, selanjutnya tim mengintrogasi keduanya dan mereka mengakui bahwa benar yang melakukan tindak pidana curat sesuai dengan LP diatas adalah mereka.

“Untuk barang bukti sebagian masih pelaku simpan dirumah pelaku ZU yang berada di Gampong Ajun, Peukana Bada, Aceh Besar. Dan Polisi pun terus bergerak ke lokasi rumah pelaku ZU dengan menyita barang bukti diantaranya satu sepeda lipat, satu unit Ipad jenis Apple, satu unit kamera merk Go Pro dan satu unit motor Yamaha Nmax warna Putih,” ujar AKP M Ryan.

Kemudian untuk HP Samsung J2, pelaku jual kepada pelaku SU melalui perantara pelaku Dodi. Berbekal informasi tersebut, tim langsung menuju ke tempat kerja SU dan Dodi serta mengamankan keduanya. Saat dilakukan interogas oleh Tim Rimueng, dari keterangan mereka bahwa MS dan ZU yang melakukan aksi penjarahan rumah milik korban serta turut di bantu oleh pelaku ES dan MU.

“Dari pengakuan pelaku, mereka telah beberapa kali berhasil membongkar atau mencuri di rumah kosong lainnya dan hasilnya mereka bagi-bagi sesuai dengan perannya masing-masing,” ujar AKP M Ryan.

Dalam menjalankan aksinya, komplotan ini sudah merencanakan terlebih dahulu dan menargetkan rumah yang kosong. Mereka masing – masing memiliki peran berbeda, yaitu satu orang masuk ke rumah dengan mencongkel jendela menggunakan obeng, kemudian  dua pelaku lain memantau keadaan lingkungan sekitar rumah agar jangan sampai ada yang mengetahui aksi mereka.

“Kemudian ada satu pelaku lainnya turut membantu mengamankan barang – barang yang dicuri disaat barang tersebut sudah dikeluarkan dari rumah serta yang terakhir peran penadah untuk  menampung Handphone Samsung curian,” ujarnya lagi.

 

Saat ini para pelaku beserta barang bukti diamankan di Polresta Banda Aceh  guna proses penyelidikan lebih lanjut. Untuk mempertanggungjawab perbuatannya, mereka dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan kurungan Tujuh Tahun Penjara.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT