Polisi Musnahkan 45 Kg Sabu Jaringan Aceh – Riau

Medan – Polres Labuhanbatu memusnahkan 45 kilogram (kg) sabu-sabu hasil penindakan terhadap pengedar jaringan narkobaantarprovinsi. Pemusnahan dilakukan dengan cara direbus di halaman Mapolres Labuhanbatu, Selasa (10/8/2021).
Kapolres Labuhanbatu, AKBP Deni Kurniawan menjelaskan, narkoba itu dibawa dari Provinsi Acehdan rencananya dibawa menuju Provinsi Riau. Dalam pengungkapan kasus narkotika tersebut, petugas Satuan Reserse Narkoba Polres Labuhanbatu mengamankan pria berinisial RN (23), J (21)  dan S (23).
“Ketiganya merupakan warga Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh,” kata Kapolres Labuhanbatu usai acara pemusnahan yang diikuti Sekda Labuhanbatu M Yusuf Siagian, Bupati Labuhanbatu Selatan Edimin, Wakil Bupati Labuhanbatu Utara Samsul Tanjung dan unsur Forkopimda Kabupaten Labuhanbatu, tokoh agama, tokoh masyarakat serta insan pers.
Pengungkapan ini berawal pada hari Rabu, 28 Juli 2021. Saat itu, personel Polres Labuhanbatu mencurigai dua mobil yang melintas di sekitar wilayah Kota Pinang, yang masuk wilayah hukum Polres Labuhanbatu. Keduanya Toyota Kijang Innova bernomor polisi BK1454HE dan Honda Brio bernomor polisi BK1261EP.
Sekitar pukul 01.30 WIB, personel Polsek Kota Pinang yang berpatroli malam dan melakukan penyekatan dalam rangka PPKM melihat mobil tersebut berhenti. Petugas kemudian memeriksa pengemudinya. Selanjutnya, polisi membawa mobil tersebut ke Polsek Kota Pinang untuk pemeriksaan dan penggeledahan.
Advertisement

“Dari hasil penggeledahan mobil Toyota Kijang Innova ditemukan 20 bungkus lakban kuning di bawah kursi jok belakang dan 10 bungkus di dalam ban serap, diduga narkotika jenis sabu. Sementara di mobil Honda Brio ditemukan satu goni plastik berisi 15 bungkus lakban kuning di bagasi belakang,” kata AKBP Deni.
Dari keterangan tersangka RN, kata Deni, barang tersebut diperoleh dari seorang laki-laki berinisial D yang beralamat di Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara. Untuk jasa pengiriman itu, tersangka RN dijanjikan mendapat upah sebesar Rp65 juta. RN juga telah menerima sebesar Rp10 juta untuk pembayaran awal ke salah satu rekening bank atas nama Ardianto.
“Ardianto ini ikut dalam rombongan. Namun sebelum ditangkap, dia sudah keburu kabur,” ujarnya.
Deni mengatakan, tim mereka yang dipimpin Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu AKP Martualesi Sitepu sudah berkordinasi dengan penyidik Polda Sumut. Tim akan mengembangkan kasus ini hingga ke wilayah Aceh. Saat ini tim Polda Sumut masih berada di Aceh.
“Para tersangka kami jerat dengan Pasal 114 Sub Pasal 112 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana mati atau penjara seumur hidup,” ujarnya. [Inews.id]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT