Polisi Limpahkan Berkas Tiga Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur ke Jaksa

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Tim Unit Satreskrim Polresta Banda Aceh menyerahkan kasus tiga pelaku pencabulan anak di bawah umur ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda  Aceh. Berkas kasus tindak pidana kejahatan pedofilia itu diserahkan tim Unit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polresta Banda Aceh bersama personel unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA).

Seperti diketahui, Polresta Banda Aceh mengamankan tiga pelaku pencabulan anak di bawah umur yang terjadi pada Februari 2020 silam. Adapun ketiga pelaku berinisial TR (49), penjual pisang goreng adabi kawasan Lueng Bata, Banda Aceh, RS (29) dan RR (20). Ketiganya dibekuk di lokasi terpisah.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kasatreskrim AKP M. Ryan Citra Yudha mengatakan, berkas perkara ketiga pelaku telah diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebagai bahan pertimbangan sebelum dilakukan persidangan.

“Benar. Hari ini kita melalui Kasubnit PPA Satreskrim Bripka M. Jamil menyerahkan berkas tahap I perkara kasus pencabulan kepada JPU yang dilakukan oleh tersangka TR (49), RS (29), dan RR (20) beberapa waktu lalu,” kata Kasatreskrim AKP M. Ryan Citra Yudha pada Kamis (22/10) malam.

AKP M. Ryan yang turut didampingi Kanit PPA Ipda Puti Rahmadiani menjelaskan, polisi masih melakukan penyelidikan terkait korban predator seksual lainnya yang masih belum terungkap. Dalam hal ini, pihaknya sudah melakukan upaya maksimal untuk mencari korban lainnya yang masih belum terendus. Termasuk berkoordinasi dengan aparatur gampong. Meski hingga saat ini masih belum terungkap, tambahnya, pihak kepolisian masih terus berusaha mengungkap identitas korban lainnya.

“Harapan kami kepada warga setempat, jika ada informasi ataupun mendengar siapa korban yang dimaksud, untuk sesegera mungkin melakukan koordinasi dengan pihak Kepolisian Satreskrim Polresta Banda Aceh ataupun Polsek terdekat,” sambung AKP M. Ryan.

Terkait proses rekonstruksi kejadian, polisi masih melakukan pengembangan kasus tersebut sebelum dilimpahkan ke jaksa. Menurutnya, proses rekonstruksi tersebut dinilai masih belum diperlukan.

“Kita masih melihat perkembangan dulu setelah kita limpahkan ke jaksa, apakah nanti diminta atau tidak. Selanjutnya jika JPU meminta untuk dilakukan rekontruksi, maka kita akan melakukan koordinasi kembali lokasi pelaksanaan rekonstruksi kasus pencabulan tersebut,” pungkasnya. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT