Polisi Gelar Rekonstruksi Anak Bunuh Ibu Kandung di Aceh Utara

Air Asia, Kolapsnya Industri Penerbangan dan Masa Depan Pariwisata Paska Pandemi

Oleh: Jabal Ali Husin Sab* Sektor industri yang paling berdampak dari pandemi covid-19 adalah industri penerbangan. Industri penerbangan mengalami revolusi besar sejak 2000'an dengan hadirnya...

Selundupkan Sabu Dalam Sandal, 2 Mahasiswi Aceh Ditangkap

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Dua mahasiswi asal Kabupaten Bireuen dibekuk Tim Satresnarkoba Polresta Banda Aceh. Kedua mahasiswi tersebut, yakni berinisial NH (23) dan...

Kepala BI Aceh: Tidak Ada Pemindahan Dana Perbankan ke Luar Aceh

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM Kepala Bank Indonesia cabang Aceh Zainal Arifin Lubis menyatakan paska disahkannya Qanun LKS hingga kini tidak ada pemindahan dana yang...

Culik Pengusaha Dealer, Dua Kelompok Bersenjata Ditangkap Polres Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE | ACEHJURNAL.COM – Tim Gabungan Polda Aceh dibantu Polres Lhokseumawe berhasil membekuk dua anggota kriminal bersenjata (KKB) pada Selasa (15/9). Kedua kelompok tersebut beberapa...

Pemerintah Aceh Nyatakan Sudah Transfer Dana Tim Kesehatan Covid-19

Banda Aceh | ACEHJURNAL.COM Komitmen Pemerintah Aceh untuk melindungi tenaga kesehatan yang melakukan penanganan Covid-19, sebagaimana pernah ditegaskan dalam surat Plt Gubernur Aceh tanggal...

*** Adengan ke 25, pelaku berpura-pura menangis

LHOKSUKON | ACEHJRUNAL.COM – Polres Aceh Utara menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan seorang ibu oleh anak kandungnya sendiri di Gampong Meunasah Panton Labu, kecamatan Tanah Jambo Aye, Kamis (9/7/2020).

Rekonstruksi yang digelar pukul 11.00 WIB dilakukan di rumah korban. Dalam prosesi itu, Polres Aceh Utara mengerahkan sebanyak 65 personel ke lokasi untuk pengamanan. Turut hadir pihak dari kejaksaan dan kuasa hukum tersangka.

Tersangka Nasrul (43) memperagakan sebanyak 26 adegan pembunuhan terhadap Fatimah (63) yang tak lain adalah ibu kandungnya sendiri. Adegan pertama dimulai saat pelaku datang menyembunyikan sebilah pisau dibawah pohon pisang di belakang rumah korban. Hal itu diketahui dilakukan 8 hari sebelum aksi pembunuhan terjadi.

Kemudian pada adegan kedua, diceritakan terjadi pada (8/6/2020) pukul 4.30 WIB pelaku kembali datang kerumah korban, lalu berjalan ke belakang rumah dan mengambil pisau yang ia sembunyikan sebelumnya.

Adegan selanjutnya, tersangka tiba di rumah korban dan langsung menuju halaman belakang rumah untuk mengambil sebilah pisau. Pisau itu sebelumnya telah disimpan tersangka selama delapan hari. Korban kemudian memanjat dinding dapur rumah korban. Kemudian tersangka mematikan lampu dengan cara mematikan saklar di tiang rumah korban.

“Saat itu, korban sedang tertidur lelap dan pintu tertutup gorden,” kata Kapolres Aceh Utara,  AKBP Tri Hadiyanto, Jumat (10/7/2020).

Usai mematikan lampu, tersangka kemudian mencoba membangunkan korban dengan cara memanggil dan menggoyangkan kaki korban. Tersangka kemudian mengambil senter dan mengarahkannya ke muka korban. Sehingga

 

korban melihat tersangka memegang sebilah pisau. Sambil mengarahkan pisau ke korban, tersangka mengancam dan akan membunuh korban jika tidak diberikannya sejumlah uang.

Korban pun lantas menjawab jika dirinya tidak memiliki uang yang diminta tersangka. Akhirnya tersangka menarik rambut korban dengan tangan kirinya.

“Tersangka menikamkan pisau keleher sebelah kanan korban dengan mata pisau mengarah ke depan,Tersangka mendorong tubuh korban hingga tersungkur ketanah dengan posisi terlungkup,” tambahnya.

Tersangka kemudian menarik kalung yang melekat di leher korban hingga terputus. Usai menghabisi nyawa ibu kandungnya, tersangka lalu membuang pisau ka arah sudut dinding dapur rumah korban. Tersangka kemudian menuju halaman belakang rumah untuk membersihkan tangannya yang masih berlumuran darah.

Kemudian tersangka menuju tanggul irigasi dan kembali pulang ke rumahnya di Gampong Alue Bili Rayeuk.

“Tersangka kembali lagi ke rumah korban pada besok pagi sekira pukul 06.45 WIB. Korban berpura-pura mengetuk pintu jendela beberapa kali sambil memanggil korban,” katanya lagi.

Tersangka kemudian memanjat dinding rumah korban dan membuka pintu rumah dari dalam. Selanjutnya, tersangka pun berpura-pura memanggil tetangga untuk meminta pertolongan. Pada adengan itu, tersangka pura-pura menangis sambil mengatakan “ma biet ka geutinggai tanyoe (ibu sudang meninggalkan kita)”. []

Laporan : Asnawi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Hot Topics

Air Asia, Kolapsnya Industri Penerbangan dan Masa Depan Pariwisata Paska Pandemi

Oleh: Jabal Ali Husin Sab* Sektor industri yang paling berdampak dari pandemi covid-19 adalah industri penerbangan. Industri penerbangan mengalami revolusi besar sejak 2000'an dengan hadirnya...

Selundupkan Sabu Dalam Sandal, 2 Mahasiswi Aceh Ditangkap

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Dua mahasiswi asal Kabupaten Bireuen dibekuk Tim Satresnarkoba Polresta Banda Aceh. Kedua mahasiswi tersebut, yakni berinisial NH (23) dan...

Kepala BI Aceh: Tidak Ada Pemindahan Dana Perbankan ke Luar Aceh

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM Kepala Bank Indonesia cabang Aceh Zainal Arifin Lubis menyatakan paska disahkannya Qanun LKS hingga kini tidak ada pemindahan dana yang...

Related Articles

Air Asia, Kolapsnya Industri Penerbangan dan Masa Depan Pariwisata Paska Pandemi

Oleh: Jabal Ali Husin Sab* Sektor industri yang paling berdampak dari pandemi covid-19 adalah industri penerbangan. Industri penerbangan mengalami revolusi besar sejak 2000'an dengan hadirnya...

Selundupkan Sabu Dalam Sandal, 2 Mahasiswi Aceh Ditangkap

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Dua mahasiswi asal Kabupaten Bireuen dibekuk Tim Satresnarkoba Polresta Banda Aceh. Kedua mahasiswi tersebut, yakni berinisial NH (23) dan...

Kepala BI Aceh: Tidak Ada Pemindahan Dana Perbankan ke Luar Aceh

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM Kepala Bank Indonesia cabang Aceh Zainal Arifin Lubis menyatakan paska disahkannya Qanun LKS hingga kini tidak ada pemindahan dana yang...