Pengganti Hutang, Gadis 16 Tahun Digagahi 10 Pemuda di Langsa

Langsa | AcehJurnal.com – Aksi pemerkosaan anak dibawah umur kembali mencoreng nama Aceh sebagai Bumi Serambi Mekkah. Kali ini, seorang gadis dibawah umur, sebut saja Bunga (bukan nama sebenarnya) diperkosa secara bergilir oleh sejumlah pemuda di Gampong Blang Seunibong, Kecamatan Kota Langsa. Bejatnya lagi, anak malang itu digagahi oleh 10 pemuda secara bergilir di sebuah rumah kosong pada Selasa (13/3/2021) lalu.

Mirisnya lagi, korban yang masih berusia 16 tahun ternyata digagahi sebagai pengganti hutang piutang diantara sesama pelaku. Perbuatan bejat pelaku in akhirnya berujung kepada pihak berwajib.

Kapolres Langsa, AKBP Agung Kaigori Nusantoro saat menggelar konferensi pers mengatakan, Bunga dibawa ke sebuah rumah kosong dan diperkosa secara bergilir sekira pukul 20.30 WIB.
Menurut keterangan Kapolres, korban disorokan oleh salah satu pelaku lantaran tidak mampu melunasi hutang kepada pelaku lainnya.

“Bunga ini disodorkan oleh pelaku berinisial MR (17) karena tak mampu membayar hutang pelaku lainnya berinial MS (18). Jadi korban sebagai pengganti hutang antara sesama pelaku,” kata Kapolres Langsa, AKBP Agung Kanigori Nusantoro pada Rabu (31/3/2021).

Saat korban disodorkan oleh pelaku MR kepada MS, ternyata ada tujuh pelaku lainnya yang sudah menunggu di rumah kosong tersebut. Ketujuh pelaku masing-masing MS (19), MRE (18), MVP (15), MH (19), MKA (21), NS (17) dan NH (17). Kemudian satu pelaku lagi berinisial BK (19) pun menyusul ke rumah kosong tersebut untuk bersama-sama melakukan rudapaksa terhadap Bunga.

Akibat perbuatan itu, korban akhirnya melaporkan perihal bejat pelaku kepada orangtuanya. Akhirnya orangtuanya pun langsung melapor perbuatan bejat 10 pemuda tersebut ke Polres Langsa pada 18 Maret 2021.

Usai menerima laporan, polisi pun langsung melakukan penyelidikan untuk memburu 10 pelaku. Dua hari kemudian, polisi berhasil menangkap tujuh pelaku di rumahnya. Di hari yang sama, dua pelaku lainnya langsung ikut menyerahkan diri kepada pihak berwajib.

“Sementara satu pelaku lainnya berinisial BK masih melarikan diri,” tambahnya.

Saat itu, sembilan pelaku telah diamankan di Mapolres Langsa untuk penyelidikan lebih lanjut. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, mereka dijerat Pasal 47 Sub Pasal 46 dan Pasal 50 Sub Pasal 48 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat Sub Pasal 55 KUHPidana dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Ancaman hukuman Pasal 50 diancam dengan penjara/kurungan paling singkat 150 (seratus lima puluh) bulan dan paling lama 200 (dua ratus) bulan.

Undang-Undang Nomor 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan Pidana Anak Pengurangan 1/3 Hukuman dari ancaman Orang Dewasa.[]

Laporan : Ahmad Syauqi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT