Pemuda Perakit Senjata di Aceh Jaya Dibebaskan, Nazaruddin Dek Gam : Layak Dibina

Banda Aceh | AcehJurnal.com – Pria berinisial RPF (25) kini tersenyum lega setelah menghirum udara bebas. Sebelumnya, pemuda asal Aceh Jaya sempat meringkuk di sel tahanan Polres Aceh Jaya lantaran merakit senjata api.

Setelah dilakukan investigasi, pemuda yang memiliki segudang prestasi di bidang teknologi ini layak dibina. Pasalnya, keahlian yang dimilikinya itu hanya sekedar untuk eksperimen dan tidak berafiliasi dengan kelompok kriminal. Kasusnya pun dihentikan oleh penyidik, RPF kini telah dibebaskan pada Rabu (24/2) kemarin.

Menanggapi hal itu, anggota DPR RI asal Aceh, Nazaruddin Dek Gam mengapresiasi kinerja Polda Aceh. Politisi PAN ini menjelaskan, RFP memiliki kemampuan langsa yang belajar secara otodidak di internet.

“Kebetulan anak itu sudah nahas aja. Padahal bukan senjata saja yang dia rakit. Bahkan ia juga berhasil merakit drone tanpa baterai. Ini kemampuan yang luar biasa,” kata Nazaruddin Dek Gam kepada AcehJurnal.com pada Kamis (25/2).

Menurutnya, tidak semua persoalan yang dilakukan pemuda kreatif itu menjadi pidana. Apalagi selama ini, ia merakit s

Advertisement

enjata murni sebagai eksperimen dan bukan untuk diperjualbelikan. Sehingga tidak mengarah ke perbuatan kriminal atau berafiliasi dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

“Coba bayangkan nanti kalau ia masuk penjara. Kita khawatir nanti keahliannya akan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu. Apalagi dalam penjara itu banyak dihuni gembong narkoba, KKB hingga teroris,” tambahnya.

Dek Gam juga mengapresiasi kinerja Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada dan Kapolres Aceh Jaya, AKBP Harlan Amir yang telah membebaskan kembali pemuda tersebut. Anggota Komisi III DPR RI, langkah Kapolda Aceh untuk membina pemuda hebat tersebut juga sangat tepat.  Ini sejalan dengan instruksi Kapolri terkait polisi humanis dan berintegritas tinggi.

“Sejak beberapa hari lalu, saya intens berkomunikasi dengan bapak Kapolda Aceh dan Kapolres Aceh Jaya untuk memastikan kondisi pemuda tersebut. Apalagi latarbelakang keluarganya berasal dari kalangan kurang mampu, sehingga ke depan ia layak dibina. Bila perlu negara harus menyekolahkannya ke jenjang yang lebih tinggi agar bisa berguna bagi bangsa dan negara,” pungkasnya. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT