JAKARTA | ACEHJURNAL.COM Dunia usaha tengah memerlukan insentif yang berdampak pada pengurangan biaya operasional perusahaan. Oleh karena itu insentif yang diberikan sebaiknya mempertimbangkan struktur biaya perusahaan.
Pemerintah berencana menerbitkan sejumlah stimulus baru bagi dunia usaha, antara lain penundaan iuran BPJS Ketenagakerjaan dan pembebasan biaya beban atau abonemen listrik bagi pelanggan sosial, bisnis dan industri. Tahun ini alokasi anggaran insentif dunia usaha 120,61 Triliun.
Ekonom bidang industri, perdagangan dan investasi dari lembaga Institute for Economic Development and Finance (Indef) Ahmad Heri Firdaus, berpendapat bahwa pemberian instentif mesti melihat struktur biaya dunia usaha. Jika tidak, insentif akan sia-sia karena tidak dimanfaatkan dunia usaha.
“Setiap sektor memiliki ‘penyakit’ yang beda sehingga ‘obat’ juga harus berbeda. Namun yang dibuthkan saat ini arahnya ke pengurangan biaya operasional,” ujar Heri yang dihubungi Kompas (23/8).
Dilihat dari struktur biaya, pengeluaran terbesar dunia usaha adalah konsumsi energi dan tenaga kerja. Stimulus pemerintah mesti diarahkan untuk meringankan pengeluaran dunia usaha di kedua aspek tersebut. Keringanan beban biaya operasional setidaknya membuat perusahaan dapat bertahan di tengah pandemi.
Sumber: Kompas



