Pemerintah Tambah Insentif Dunia Usaha

Anis dan Riza Positif Covid-19, Ini Aturan Jika Gubernur dan Wagub Sama-Sama Berhalangan

JAKARTA | Gubernur Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Jakarta Ahmad Riza Patria kena virus Corona semua. Anies bakal bekerja dari rumah. Undang-undang sudah...

Arab Saudi Izinkan Pesawat Israel Lintasi Jalur Udaranya

RIYADH – Arab Saudi mengizinkan pesawat komersial Israel melintasi wilayah udaranya. Pembicaraan pun dilakukan antara pejabat Saudi dan penasihat senior Gedung Putih. Pejabat senior pemerintahan...

19 Nelayan Aceh Yang Ditahan di India Segera Dipulangkan

BANDA ACEH | Sebanyak 19 nelayan Aceh yang ditangkap otoritas India segera dipulangkan ke Indonesia pada 12 Desember 2020 mendatang. "19 nelayan KM Selat Malaka...

Semua Fraksi Setuju, AKBP Banda Aceh Sebesar Rp 1,3 Triliun Disahkan

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Setelah menjalani serangkaian sidang paripurna, Pemko Banda Aceh dan DPRK Banda Aceh akhirnya menyepakati Rancangan Qanun (Raqan) tentang Anggaran...

 Pesta Sabu, Oknum PNS di Aceh Timur Ditangkap Polisi

LANGSA | ACEHJURNAL.COM – Seorang pria berinisial FA (45), warga Desa Seuleumak Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa diciduk polisi di sebuah taman sekolah TK....

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM Dunia usaha tengah memerlukan insentif yang berdampak pada pengurangan biaya operasional perusahaan. Oleh karena itu insentif yang diberikan sebaiknya mempertimbangkan struktur biaya perusahaan.

Pemerintah berencana menerbitkan sejumlah stimulus baru bagi dunia usaha, antara lain penundaan iuran BPJS Ketenagakerjaan dan pembebasan biaya beban atau abonemen listrik bagi pelanggan sosial, bisnis dan industri. Tahun ini alokasi anggaran insentif dunia usaha 120,61 Triliun.

Ekonom bidang industri, perdagangan dan investasi dari lembaga Institute for Economic Development and Finance (Indef) Ahmad Heri Firdaus, berpendapat bahwa pemberian instentif mesti melihat struktur biaya dunia usaha. Jika tidak, insentif akan sia-sia karena tidak dimanfaatkan dunia usaha.

“Setiap sektor memiliki ‘penyakit’ yang beda sehingga ‘obat’ juga harus berbeda. Namun yang dibuthkan saat ini arahnya ke pengurangan biaya operasional,” ujar Heri yang dihubungi Kompas (23/8).

Dilihat dari struktur biaya, pengeluaran terbesar dunia usaha adalah konsumsi energi dan tenaga kerja. Stimulus pemerintah mesti diarahkan untuk meringankan pengeluaran dunia usaha di kedua aspek tersebut. Keringanan beban biaya operasional setidaknya membuat perusahaan dapat bertahan di tengah pandemi.

Sumber: Kompas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

HEADLINES

Anis dan Riza Positif Covid-19, Ini Aturan Jika Gubernur dan Wagub Sama-Sama Berhalangan

JAKARTA | Gubernur Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Jakarta Ahmad Riza Patria kena virus Corona semua. Anies bakal bekerja dari rumah. Undang-undang sudah...

Arab Saudi Izinkan Pesawat Israel Lintasi Jalur Udaranya

RIYADH – Arab Saudi mengizinkan pesawat komersial Israel melintasi wilayah udaranya. Pembicaraan pun dilakukan antara pejabat Saudi dan penasihat senior Gedung Putih. Pejabat senior pemerintahan...

19 Nelayan Aceh Yang Ditahan di India Segera Dipulangkan

BANDA ACEH | Sebanyak 19 nelayan Aceh yang ditangkap otoritas India segera dipulangkan ke Indonesia pada 12 Desember 2020 mendatang. "19 nelayan KM Selat Malaka...

BERITA TERKAIT

Anis dan Riza Positif Covid-19, Ini Aturan Jika Gubernur dan Wagub Sama-Sama Berhalangan

JAKARTA | Gubernur Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Jakarta Ahmad Riza Patria kena virus Corona semua. Anies bakal bekerja dari rumah. Undang-undang sudah...

Arab Saudi Izinkan Pesawat Israel Lintasi Jalur Udaranya

RIYADH – Arab Saudi mengizinkan pesawat komersial Israel melintasi wilayah udaranya. Pembicaraan pun dilakukan antara pejabat Saudi dan penasihat senior Gedung Putih. Pejabat senior pemerintahan...

19 Nelayan Aceh Yang Ditahan di India Segera Dipulangkan

BANDA ACEH | Sebanyak 19 nelayan Aceh yang ditangkap otoritas India segera dipulangkan ke Indonesia pada 12 Desember 2020 mendatang. "19 nelayan KM Selat Malaka...