Nekat Bawa Sajam Saat Mencuri, Residivis Dibekuk Polsek Ulee Kareng

Belajar dari Fenomena Karoshi; Apa yang Kita Cari dari Kehidupan?

Oleh: Ihsan Sulis* Di negara Jepang ada sebuah fenomena yang dikenal dengan nama Karoshi, yaitu fenomena kematian karena over-work (kelelahan bekerja), beberapa orang di negara...

UMKM Terdampak Pandemi, Erick Thohir Carikan Jalan Keluar

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM Sebagian besar UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) terdampak pandemi Covid-19 terutama UMKM yang bergerak di sektor pariwisata yang mengandalkan kedatangan turis...

Kisah Sukses Pertanian di Thailand (I)

Selama 50 tahun terakhir, Thailand telah berkembang dari negara berpenghasilan rendah yang hanya menghasilkan komoditas kebutuhan dasar, naik ke taraf ekonomi tingkat menengah dan...

Bertindak Asusila, Pekerja Terapis Dibekuk Polresta Banda Aceh

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - MZ (22) terpaksa meringkuk sel tahanan Mapolsek Kuta Alam, Banda Aceh. Pria asal Bireuen ini dilaporkan atas kasus pelecehan...

Air Asia, Kolapsnya Industri Penerbangan dan Masa Depan Pariwisata Paska Pandemi

Oleh: Jabal Ali Husin Sab* Sektor industri yang paling berdampak dari pandemi covid-19 adalah industri penerbangan. Industri penerbangan mengalami revolusi besar sejak 2000'an dengan hadirnya...

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM –  Aksi pencurian yang dilakukan MUS (35) terbilang nekat. Warga Aceh Besar ini telah melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberataan. Tak tanggung-tanggung, tersangka MUS kerap membawa senjata tajam untuk menjalankan aksi jahatnya tersebut.

Ibarat kata pepatah, sepandai – sepandainya tupai meloncat akan jatuh juga. Mus berhasil dibekuk oleh jajaran Polsek Ulee Kareng dibawah Polresta Banda Aceh.

Kapolresta Banda Aceh melalui Kapolsek Ulee Kareng, AKP R.J. Agung Pratomo mengatakan, Mus berhasil dibekuk petugas pada Rabu (5/8) di rumahnya di kawasan Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar. Menurutnya, penangkapan terhadap tersangka berawal dari penyelidikan terkait kejadian yang menimpa para pekerja di Trans Studio, Banda Aceh.

Tersangka melakukan aksinya di sebuah bedeng para pekerja Trans Studio di wilayah hukum Polresta Banda Aceh. Dalam menjalankan aksinya, ia memanfaatkan kesempatan saat pekerja sedang istirahat di malam hari. Aksi kejahatannya itu dilakukan pada Senin (23/3) lalu.

“Tersangka mengambil empat unit Handphone milik pekerja dengan berbagai jenis. Diantaranya dua unit handphone merk Xiomi, satu unit Handphone merk Samsung dan satu unit Handphone merk Asus,” kata Kapolsek AKP R.J. Agung Pratomo pada Senin (10/8) malam.

Selain di lokasi Trans Studio Banda Aceh, tersangka juga kerap menjalankan aksinya di berbagai lokasi lainnya di wilayah hukum Polresta Banda Aceh. Dalam aksinya, tambah Kapolsek, tersangka selalu membawa senjata tajam sebagai alat untuk melindungi diri di saat diketahuinya aksi oleh para korban.

“Tersangka MUS selalu membawa alat bantu untuk melindungi diri berupa benda tajam, seperti parang, celurit dan pisau. Hal ini untuk melindungi dirinya apabila para korban mengetahui aksi yang dilakukannya. Namun disaat melakukan aksinya, pelaku berhasil membawa empat handphone milik Mohammad Rifa’I dan rekan kerjanya,” kata Kapolsek AKP R.J Agung Pratomo yang turut didampingi Kanit Reskrim Aipda Ferry Fadly.

Sebelum melancarkan aksinya, tersangka terlebih dahulu memantau setiap posisi barang berharga milik korban. Di saat korban sudah tertidur, pelaku langsung melancarkan aksinya. Sementara itu, empat korban baru mengetahui handphone miliknya masing-masing sudah hilang saat terbangun.

“Dengan menggunakan tehnik dan taktik tersendiri, kami berhasil menemukan posisi tersangka dengan melakukan koordinasi bersama perangkat gampong dan tersangka berhasil kami ringkus dirumahnya,” tambahnya.

Menurutnya, tersangka merupakan residivis dengan kasus yang sama di berbagai wilayah hukum Polresta Banda Aceh, khususnya dalam kawasan Kecamatan Ulee Kareng. Di Kecamatan Ulee Kareng tersangka melakukan aksinya sebanyak dua kali.

“Saat kami lakukan penangkapan dengan bujuk rayu yang humanis, tersangka tidak menghiraukan, sehingga kami melepaskan tembakan peringatan sebanyak tiga kali ke arah atas dan pelaku langsung menyerahkan diri. Didalam rumahnya, kami turut menyita handphone milik para korban dan senjata tajam yang dipergunakan oleh tersangka dalam aksinya,” pungkasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini tersangka dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Hot Topics

Belajar dari Fenomena Karoshi; Apa yang Kita Cari dari Kehidupan?

Oleh: Ihsan Sulis* Di negara Jepang ada sebuah fenomena yang dikenal dengan nama Karoshi, yaitu fenomena kematian karena over-work (kelelahan bekerja), beberapa orang di negara...

UMKM Terdampak Pandemi, Erick Thohir Carikan Jalan Keluar

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM Sebagian besar UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) terdampak pandemi Covid-19 terutama UMKM yang bergerak di sektor pariwisata yang mengandalkan kedatangan turis...

Kisah Sukses Pertanian di Thailand (I)

Selama 50 tahun terakhir, Thailand telah berkembang dari negara berpenghasilan rendah yang hanya menghasilkan komoditas kebutuhan dasar, naik ke taraf ekonomi tingkat menengah dan...

Related Articles

Belajar dari Fenomena Karoshi; Apa yang Kita Cari dari Kehidupan?

Oleh: Ihsan Sulis* Di negara Jepang ada sebuah fenomena yang dikenal dengan nama Karoshi, yaitu fenomena kematian karena over-work (kelelahan bekerja), beberapa orang di negara...

UMKM Terdampak Pandemi, Erick Thohir Carikan Jalan Keluar

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM Sebagian besar UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) terdampak pandemi Covid-19 terutama UMKM yang bergerak di sektor pariwisata yang mengandalkan kedatangan turis...

Kisah Sukses Pertanian di Thailand (I)

Selama 50 tahun terakhir, Thailand telah berkembang dari negara berpenghasilan rendah yang hanya menghasilkan komoditas kebutuhan dasar, naik ke taraf ekonomi tingkat menengah dan...