Nekat Bawa Sajam Saat Mencuri, Residivis Dibekuk Polsek Ulee Kareng

Joel Bungalow : Wisata Adalah Sektor Riil Investasi di Aceh

ACEH BESAR | ACEHJURNAL.COM - “Berbicara sektor pariwisata itu riil, karena dengan dengan hidupnya sektor pariwisata di Aceh, otomatis sektor kuliner juga berkembang. Ini...

Wali Nanggroe, Semoga Tidak Ada Lagi Generasi Aceh yang Direhabiltasi

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haytar berharap, di masa-masa mendatang tidak ada generasi muda...

Hayeu ! Band “Keubibit” Asal Aceh Sukses Raih AMI Award 2020

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM - Group Musik etnik asal Aceh Keubibit berhasil meraih Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2020. Pengumuman keberhasilan itu sisampaikan melalui televisi...

Ketua DPRA : APBA 2021 Harus Selesaikan Persoalan Kemiskinan di Aceh

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Ketua DPR Aceh, Dahlan Jamaluddin menegaskan bahwa, anggaran pendapatan dan belanja Aceh (APBA) tahun anggran 2021 harus dipergunakan sebaik...

Terjaring OTT, KPK Umumkan Status Hukum Wali Kota Cimahi Besok

JAKARTA | Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna yang terjerat operasi tangkap tangan (OTT) atas dugaan suap terkait perizinan rumah sakit masih diperiksa di...

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM –  Aksi pencurian yang dilakukan MUS (35) terbilang nekat. Warga Aceh Besar ini telah melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberataan. Tak tanggung-tanggung, tersangka MUS kerap membawa senjata tajam untuk menjalankan aksi jahatnya tersebut.

Ibarat kata pepatah, sepandai – sepandainya tupai meloncat akan jatuh juga. Mus berhasil dibekuk oleh jajaran Polsek Ulee Kareng dibawah Polresta Banda Aceh.

Kapolresta Banda Aceh melalui Kapolsek Ulee Kareng, AKP R.J. Agung Pratomo mengatakan, Mus berhasil dibekuk petugas pada Rabu (5/8) di rumahnya di kawasan Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar. Menurutnya, penangkapan terhadap tersangka berawal dari penyelidikan terkait kejadian yang menimpa para pekerja di Trans Studio, Banda Aceh.

Tersangka melakukan aksinya di sebuah bedeng para pekerja Trans Studio di wilayah hukum Polresta Banda Aceh. Dalam menjalankan aksinya, ia memanfaatkan kesempatan saat pekerja sedang istirahat di malam hari. Aksi kejahatannya itu dilakukan pada Senin (23/3) lalu.

“Tersangka mengambil empat unit Handphone milik pekerja dengan berbagai jenis. Diantaranya dua unit handphone merk Xiomi, satu unit Handphone merk Samsung dan satu unit Handphone merk Asus,” kata Kapolsek AKP R.J. Agung Pratomo pada Senin (10/8) malam.

Selain di lokasi Trans Studio Banda Aceh, tersangka juga kerap menjalankan aksinya di berbagai lokasi lainnya di wilayah hukum Polresta Banda Aceh. Dalam aksinya, tambah Kapolsek, tersangka selalu membawa senjata tajam sebagai alat untuk melindungi diri di saat diketahuinya aksi oleh para korban.

“Tersangka MUS selalu membawa alat bantu untuk melindungi diri berupa benda tajam, seperti parang, celurit dan pisau. Hal ini untuk melindungi dirinya apabila para korban mengetahui aksi yang dilakukannya. Namun disaat melakukan aksinya, pelaku berhasil membawa empat handphone milik Mohammad Rifa’I dan rekan kerjanya,” kata Kapolsek AKP R.J Agung Pratomo yang turut didampingi Kanit Reskrim Aipda Ferry Fadly.

Sebelum melancarkan aksinya, tersangka terlebih dahulu memantau setiap posisi barang berharga milik korban. Di saat korban sudah tertidur, pelaku langsung melancarkan aksinya. Sementara itu, empat korban baru mengetahui handphone miliknya masing-masing sudah hilang saat terbangun.

“Dengan menggunakan tehnik dan taktik tersendiri, kami berhasil menemukan posisi tersangka dengan melakukan koordinasi bersama perangkat gampong dan tersangka berhasil kami ringkus dirumahnya,” tambahnya.

Menurutnya, tersangka merupakan residivis dengan kasus yang sama di berbagai wilayah hukum Polresta Banda Aceh, khususnya dalam kawasan Kecamatan Ulee Kareng. Di Kecamatan Ulee Kareng tersangka melakukan aksinya sebanyak dua kali.

“Saat kami lakukan penangkapan dengan bujuk rayu yang humanis, tersangka tidak menghiraukan, sehingga kami melepaskan tembakan peringatan sebanyak tiga kali ke arah atas dan pelaku langsung menyerahkan diri. Didalam rumahnya, kami turut menyita handphone milik para korban dan senjata tajam yang dipergunakan oleh tersangka dalam aksinya,” pungkasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini tersangka dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

HEADLINES

Joel Bungalow : Wisata Adalah Sektor Riil Investasi di Aceh

ACEH BESAR | ACEHJURNAL.COM - “Berbicara sektor pariwisata itu riil, karena dengan dengan hidupnya sektor pariwisata di Aceh, otomatis sektor kuliner juga berkembang. Ini...

Wali Nanggroe, Semoga Tidak Ada Lagi Generasi Aceh yang Direhabiltasi

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haytar berharap, di masa-masa mendatang tidak ada generasi muda...

Hayeu ! Band “Keubibit” Asal Aceh Sukses Raih AMI Award 2020

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM - Group Musik etnik asal Aceh Keubibit berhasil meraih Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2020. Pengumuman keberhasilan itu sisampaikan melalui televisi...

BERITA TERKAIT

Joel Bungalow : Wisata Adalah Sektor Riil Investasi di Aceh

ACEH BESAR | ACEHJURNAL.COM - “Berbicara sektor pariwisata itu riil, karena dengan dengan hidupnya sektor pariwisata di Aceh, otomatis sektor kuliner juga berkembang. Ini...

Wali Nanggroe, Semoga Tidak Ada Lagi Generasi Aceh yang Direhabiltasi

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haytar berharap, di masa-masa mendatang tidak ada generasi muda...

Hayeu ! Band “Keubibit” Asal Aceh Sukses Raih AMI Award 2020

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM - Group Musik etnik asal Aceh Keubibit berhasil meraih Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2020. Pengumuman keberhasilan itu sisampaikan melalui televisi...