Miris, Oknum PNS Tega Cabuli Anak Kandung di Aceh Besar

Banda Aceh | AcehJurnal.com – Entah setan apa yang merasuki pria berinisial Sur (46), warga Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar. Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai PNS di salah satu Pemko Banda Aceh tega mencabuli anak dibawah umur, sebut saja Melati (bukan nama sebenarnya). Korban yang masih berusia 4 tahun ini tak lain adalah anak kandungnya sendiri.

Perbuatan bejat ini dilakukan pada Kamis (14/1) lalu di salah satu Gampong di Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto melalui Kasatreskrim AKP M Ryan Citra Yudha mengatakan, peristiwa itu terjadi saat ibu korban sedang tidak berada di rumah.

Selama ini, korban tidak tinggal bersama lagi dengan ayahnya karena ada permasalahan internal.

“Korban Melati awalnya dijemput oleh tersangka di sekolah berdasarkan informasi salah seorang guru kepada ibunya untuk dibawa kerumah tersangka sekitar jam 12.00 WIB,” kata Kasatreskrim AKP M Ryan Citra Yudha pada Rabu (17/2).

Selang empat hari yakni Senin (18/1), Melati diantar oleh sang neneknya kerumah ibunya. Namun sekitar jam 16.00 WIb, Melati tiba – tiba mengeluh sakit pada kemaluannya.

“Saat korban m

Advertisement

engatakan keluhannya, ibu korban kemudian membawa korban kerumah kakaknya yang kebetulan berprofesi sebagai bidan. Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui bahwa ditemukan lecet dan adanya cairan putih di kemaluan korban,” kata AKP M Ryan Citra Yudha.

Ibu korban kemudian langsung melapor perihal ke polisi dengan nomor LPB/ 22 / I / YAN. 2.5 / 2021 / SPKT, tanggal 22 Januari 2021. Kemudian personel unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Banda Aceh untuk melakukan penyelidikan.

Tersangka SUR berhasil ditangkap personel Unit PPA dirumahnya pad Selasa (16/2) sekitar jam 18.00 WIB. Ayah bejat ini langsung digelandang Polresta Banda Aceh untuk dilakukan pemeriksaan terjadap kejahatan yang dilakukannya. Saat diinterogasi, tersangka awalnya tidak mengakui perbuatan bejatnya.

“Namun korban menceritakan kepada penyidik dan psikiater bahwa pelaku itu ayah kandung korban sesuai dengan laporan yang dilaporkan ibu korban,” tambah Kanit PPA, Ipda Puti Rahmadiani.

Saat ini, polisi masih fokus menangani kondisi psikis korban dibantu Psikiater. Tujuannua agar tidak menimbulkan trauma yang berlebihan terhadap korban.

Saat ini, tersangka telah meringkuk di sel tahanan Mapolresta Banda Aceh untuk penyelidikan lebih lanjut. Ia dijerat Pasal 49 Jo Pasal 47 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT