Miliki Sabu dan Ganja, Sepuluh Tersangka Dibekuk Polresta Banda Aceh

Air Asia, Kolapsnya Industri Penerbangan dan Masa Depan Pariwisata Paska Pandemi

Oleh: Jabal Ali Husin Sab* Sektor industri yang paling berdampak dari pandemi covid-19 adalah industri penerbangan. Industri penerbangan mengalami revolusi besar sejak 2000'an dengan hadirnya...

Selundupkan Sabu Dalam Sandal, 2 Mahasiswi Aceh Ditangkap

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Dua mahasiswi asal Kabupaten Bireuen dibekuk Tim Satresnarkoba Polresta Banda Aceh. Kedua mahasiswi tersebut, yakni berinisial NH (23) dan...

Kepala BI Aceh: Tidak Ada Pemindahan Dana Perbankan ke Luar Aceh

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM Kepala Bank Indonesia cabang Aceh Zainal Arifin Lubis menyatakan paska disahkannya Qanun LKS hingga kini tidak ada pemindahan dana yang...

Culik Pengusaha Dealer, Dua Kelompok Bersenjata Ditangkap Polres Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE | ACEHJURNAL.COM – Tim Gabungan Polda Aceh dibantu Polres Lhokseumawe berhasil membekuk dua anggota kriminal bersenjata (KKB) pada Selasa (15/9). Kedua kelompok tersebut beberapa...

Pemerintah Aceh Nyatakan Sudah Transfer Dana Tim Kesehatan Covid-19

Banda Aceh | ACEHJURNAL.COM Komitmen Pemerintah Aceh untuk melindungi tenaga kesehatan yang melakukan penanganan Covid-19, sebagaimana pernah ditegaskan dalam surat Plt Gubernur Aceh tanggal...

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Petugas Satresnarkoba Polresta Banda Aceh kembali mengamankan sepuluh pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkoba. Mereka ditangkap di beberapa lokasi berdasarkan hasil pengembangan di wilayah hukum Polresta Banda Aceh.

Kesepuluh tersangka itu masing-masing berperan sebagai pemilik, pengguna dan sekaligus pengedar narkotika jenis sabu dan ganja.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kasatresnarkoba, AKP Raja Aminuddin Harahap mengatakan, mereka dibekuk petugas di wilayah hukum Polresta Banda Aceh dan Polres Pidie.

“Kami melakukan penangkapan atas pengembangan tersangka yang kemarin kami lakukan penangkapan dan ini kami berhasil mengamankan 10 tersangjka lainnya yang ada kaitan serta yang terpisah dengan tersangka awal kami tangkap,” kata AKP Raja Amiruddin Harahap kepada awak media, Rabu (15/7).

Menurutnya, selain menangkap sepuluh tersangka, petugas juga turut mengamankan barang bukti berupa 22,63 gram sabu dan 1,48 ganja kering. Selain itu, turut disita alat yang digunakan oleh para tersangka dalam menggunakan narkotika tersebut.

Berdasarkan kronologisnya, pelaku pertama berinisial BUS (34), warga Aceh Besar dan ZB (26) warga Pidie  di wilayah Aceh besar pada Selasa (7/7) lalu. Dalam penangkapan itu, petugas menemukan barang bukti berupa sabu seberat 8,51 gram.

“Tersangka BUS penah menjual sabu seharga Rp 3 Juta di Aceh Besar kepada MNZ. Tersangka MNZ merupakan tersangka yang sebelumnya telah ditangkap,” tambah AKP Raja Amirudddin Harahap.

Setelah dilakukan pengembangan, petugas kembali membekuk tersangka lainnya berinisial ZB. Ia ditangkap di rumahnya di Gampong Dayah Beureueh, kecamatan Mutiara Timur. Antara BUS dan ZB, katanya, keduana sebagai pemesan sabu pada tersangka lainnya, yakni berinisial IK. Kini polisi telah menetapkan tersangka IK sebagai daftar pencarian orang (DPO).  Mereka memesan sabu pada IK sebanyak 25 gram seharga Rp 13 Juta. Sebagian sabu tersebut telah dijual kepada MNZ seharga Rp 3 Juta.

Kedua tersangka, yakni BUS dan ZB dijerat pasal 112 ayat (2) junto Pasal 114 ayat (2) dari UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman penjara selama 20 tahun penjara.

Selanjutnya, pada Sabtu (12/7) lalu, petugas kembali menangkap satu tersangka berinisial MY (28). Ia ditangkap saat berada di bantaran sungai di Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar. Dalam penangkapan itu, turut disita enam bungkusan paket sabu seberat 0,80 gram. Paket sabu itu diletakkan dalam sebuah tas yang rencananya akan dijual kepada orang lain. Saat diinterogasi petugas, MY mengaku jika barang haram tersebut diperoleh dari tersangka berinisial YL yang berstatus DPO.

“Sabu tersebut dibeli MY pada YL seharga Rp 800 ribu,” tambahnya lagi.

Terhadap tersangka MY, ia dijerat Pasal 112 ayat (1) juncto Pasal 114 ayat (1) dengan hukuman penjara selama 12 tahun.

Selanjutnya, petugas kembali membekuk sayu terangka atas kepemilikan narkotika jenis sabu. Tersangka berinisial SU (41) ini ditangkap di rumahnya di Gampong Meunasah Mon, Aceh Besar pada Senin (13/7) lalu. Turut diamankan barang bukti berupa sabu sebanyak 3,35 gram dalam kaleng rokok.

Saat diinterogasi, Su mengaku jika barang terlarang tersebut akan dijual kepada orang lain. Hasil penjualannya itu nantinya akan diserahkan kepada AS yang kini juga telah ditetapkan sebagai DPO.

“Selain untuk dijual, sabu itu juga dikonsumsi oleh tersangka SU,” katanya lagi.

Kini, tersangka SU telah meringkus di tahanan Polresta Banda Aceh. Ia dibidik Pasal 112 ayat (1) juncto Pasal 114 ayat (1) dengan hukuman penjara selama 12 tahun.

Pada hari yang sama, petugas berkostum preman kembali menangkap seorang tersangka tindak pidana ganja dan sabu di Gampong Lambaro Skep, Banda Aceh. Tersangka berinisial MHD (35) yang berprofesi sebagai nelayan ini ditangkap di sebuah kolam. Dalam penangkapan itu, turut disita dua bungkusan sabu seberat 0,39 gram dan satu bungkus daun ganja kering seberat 1,48 gram.

“Tersangka MHD mengaku barang itu dibeli dari BD yang kini sudah DPO pada Sabtu (11/7) lalu di Gampong Ganoe Banda Aceh seharga Rp 800 ribu,” katanya.

MHD dijerat Pasal 111 Ayat (1) dan 112 ayat (1) jo pasal 114 ayat (1) dari UU dengan ancaman 12 tahun penjara.

Pada Selasa (12/7) kemarin, petugas kembali menangkap lima tersangka tindak pidana narkotika jenis sabu. Kelima tersangka ditangkap di sebuah rumah di Gampong Lamjame, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh. Mereka, yakni MA (22) asal Bireuen, RM (20) asal Pidie Jaya (FJ (25) asal Pidie Jaya, RZ (21) asal Banda Aceh dan MF (22) asal Aceh Besar.

“Kelima tersangka ini hasil pengembangan dari tersangka MHD. Sabu itu diperoleh MHD dari tersangka MA,” kata AKP Raja Aminuddin Harahap.

Menurutnya, sabu diperoleh MA dengan cara menggadaikan sepeda motornya kepada MR yang kini DPO di Jeunieb. Saat itu, MA dan RM bertemu dengan MR di kawasan Jeunieb untuk mengambil sabu sebanyak 9,04 gram. Setelah memperoleh sabu, keduanya lalu berangkat ke Banda Aceh dengan menunmpang L300. Sabu itu kemudian dinikmati bersama-sama di rumah milik tersangka FJ di Gampong Lamjamee pada Selasa (14/7).

“Saat ditangkap, petugas mengamankan barang bukti sabu seberat 0,34 gram dan delapan potong pipet warna bening, pipa kaca dan tutup botol mineral berwarna biru,” pungkasnya.

Kini, kelima tersangka telah mendekam di Mapolresta Banda Aceh. Mereka dijerat Pasal 112 ayat (2) Jo pasal 114 ayat (2) dari UU Nomor 35 tahun 2009 dengan ancama kurungan penjara selama 20 tahun. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Hot Topics

Air Asia, Kolapsnya Industri Penerbangan dan Masa Depan Pariwisata Paska Pandemi

Oleh: Jabal Ali Husin Sab* Sektor industri yang paling berdampak dari pandemi covid-19 adalah industri penerbangan. Industri penerbangan mengalami revolusi besar sejak 2000'an dengan hadirnya...

Selundupkan Sabu Dalam Sandal, 2 Mahasiswi Aceh Ditangkap

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Dua mahasiswi asal Kabupaten Bireuen dibekuk Tim Satresnarkoba Polresta Banda Aceh. Kedua mahasiswi tersebut, yakni berinisial NH (23) dan...

Kepala BI Aceh: Tidak Ada Pemindahan Dana Perbankan ke Luar Aceh

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM Kepala Bank Indonesia cabang Aceh Zainal Arifin Lubis menyatakan paska disahkannya Qanun LKS hingga kini tidak ada pemindahan dana yang...

Related Articles

Air Asia, Kolapsnya Industri Penerbangan dan Masa Depan Pariwisata Paska Pandemi

Oleh: Jabal Ali Husin Sab* Sektor industri yang paling berdampak dari pandemi covid-19 adalah industri penerbangan. Industri penerbangan mengalami revolusi besar sejak 2000'an dengan hadirnya...

Selundupkan Sabu Dalam Sandal, 2 Mahasiswi Aceh Ditangkap

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Dua mahasiswi asal Kabupaten Bireuen dibekuk Tim Satresnarkoba Polresta Banda Aceh. Kedua mahasiswi tersebut, yakni berinisial NH (23) dan...

Kepala BI Aceh: Tidak Ada Pemindahan Dana Perbankan ke Luar Aceh

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM Kepala Bank Indonesia cabang Aceh Zainal Arifin Lubis menyatakan paska disahkannya Qanun LKS hingga kini tidak ada pemindahan dana yang...