Miliki Narkoba, Polresta Banda Aceh Bekuk Sembilan Pelaku

Raba dan Sedot Alat Vital Pelanggan, Pekerja Terapis Dibekuk Polresta Banda Aceh

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - MZ (22) terpaksa meringkuk sel tahanan Mapolsek Kuta Alam, Banda Aceh. Pria asal Bireuen ini dilaporkan atas kasus pelecehan...

Air Asia, Kolapsnya Industri Penerbangan dan Masa Depan Pariwisata Paska Pandemi

Oleh: Jabal Ali Husin Sab* Sektor industri yang paling berdampak dari pandemi covid-19 adalah industri penerbangan. Industri penerbangan mengalami revolusi besar sejak 2000'an dengan hadirnya...

Selundupkan Sabu Dalam Sandal, 2 Mahasiswi Aceh Ditangkap

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Dua mahasiswi asal Kabupaten Bireuen dibekuk Tim Satresnarkoba Polresta Banda Aceh. Kedua mahasiswi tersebut, yakni berinisial NH (23) dan...

Kepala BI Aceh: Tidak Ada Pemindahan Dana Perbankan ke Luar Aceh

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM Kepala Bank Indonesia cabang Aceh Zainal Arifin Lubis menyatakan paska disahkannya Qanun LKS hingga kini tidak ada pemindahan dana yang...

Culik Pengusaha Dealer, Dua Kelompok Bersenjata Ditangkap Polres Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE | ACEHJURNAL.COM – Tim Gabungan Polda Aceh dibantu Polres Lhokseumawe berhasil membekuk dua anggota kriminal bersenjata (KKB) pada Selasa (15/9). Kedua kelompok tersebut beberapa...

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Satuan Reserse Narkoba Polresta Banda Aceh berhasil mengamankan sembilan tersangka penyalahgunaan narkotika. Mereka dibekuk petugas berdasarkan hasil pengembangan di sejumlah lokasi, baik di wilayah hukum Polresta Banda Aceh maupun kabupaten lainnya dalam provinsi Aceh.

Dalam penangkapan itu, turut diamankan sejumlah barang bukti, yakni sabu sebanyak 3,37 gram dan 22 kilogram daun ganja kering.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kasatresnarkoba AKP Raja Aminuddin Harahap mengatakan, dari sembilan tersangka, tiga diantaranya ditangkap di Aceh Utara dan Bireuen.

“Tersangka tersebut merupakan pengembangan dari tersangka lainnya yang ditangkap di wilayah hukum Polresta Banda Aceh,” kata AKP Raja Amiruddin Harahap pada Sabtu (8/8).

Menurutnya, tersangka pertama kali berhasil ditangkap petugas di Gampong Lampisang, Aceh Besar pada (29/7) malam. Dari penangkapan itu, petugas berhasil mengamankan tersangka berinisal RMT (36). Ia ditangkap di sebuah kebun di kawasan desa setempat. Turut diamankan tiga bungkus sabu seberat 0,60 gram dan daun ganja kering 0,27 gram.

Awalnya, petugas mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada penyalagunaan narkotika jenis sabu. Kemudian petugas langsung penyelidikan dan melihat pelaku yang telah dimaksud sedang berada di kebun.

“Saat dilakukan penangkapan, petugas menemukan bungkusan ganja di tangan sebelah kanan dan juga menemukan sebuah wadah yang berisikan sabu yang diletakkan di tanah dekat samping tersangka pada saat itu,” kata AKP Raja Amiruddin Harahap.

Saat diinterogasi, tersangka mengakui barang haram tersebut diperoleh dari tersangka Yahwa untuk dijual.

Selain itu, petugas juga berhasil mengamankan dua tersangka berinisial KJ (45) dan TK (46) pada Jumat (31/7) lalu. Salah satu tersangka berprofesi sebagai oknum PNS di salah satu instansi pemerintahan. Sementara itu, satu tersangka lagi adalah narapidana yang sedang menjalani masa hukuman.

Narapidana itu diduga memiliki keterkaitan pemilik dan pengguna narkotika jenis sabu dan ganja. Menurutnya, awalnya petugas rutan kelas II B Banda Aceh mengamankan AS dan DS karena pada sebelumnya pernah mengantarkan sabu untuk salah seorang narapidana berinisial KJ. Kemudian petugas Rutan Kelas II B Banda Aceh mengamankan AS dan DS dikarenakan ditemukan narkotika.

“Saat di interogasi, bahwa barang tersebut merupakan pesanan dari istri KJ untuk diantarkan ke rutan kelas II B Banda Aceh. Atas informasi itu, kita berhasil mengamankan TK yang bertugas mencari narkotika untuk KJ,” tambahnya.

Sementara itu KJ mengakui bahwa narkotika sabu dengan berat 0,13 gram dan ganja 0,30 gram untuk dikonsumsi sendiri di rutan kelas II B Banda Aceh.

Kemudian, Petugas pada hari sama juga melakukan penangkapan terhadap MAK (23) warga Bireuen dikawasan gampong Beurawe, Banda Aceh. MAK menyimpan narkotika jenis sabu seberat 0,18 gram di saku jaket sebelah kanan yang sedang dipergunakan oleh tersangka saat itu.

Kemudian saat dilakukan penangkapan, MAK mengakui bahwa narkotika tersebut di peroleh dari pelaku berinisial RZ sebanyak satu paket di Pos jaga Gampong Lambaro Angan, Aceh Besar.

Tersangka MAK mengakui bahwa sabu tersebut akan dipergunakan untuk dirinya dan tidak dijual untuk orang lain.

Terhadap tersangka RMT, KJ dan TK serta MAK sebagaimana di maksud dalam Pasal 112 ayat (1) Jo pasal 114 ayat (1) dari UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara selama 12 tahun.

Sementara itu, petugas melakukan penangkapan dua orang pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis ganja dan sabu. Keduanya ditangkap di pinggir jalan di gampong Ateuk Jawo, Banda Aceh, Selasa (4/8) malam.

Berdasarkan informasi masyarakat bahwa tersangka IG (28) warga Ateuk Jawo menguasai narkotika jenis sabu.

“Dasar dari informasi tersebut, kami melakukan penyelidikan dan mendapatkan kebenaran bahwa IG menguasai narkotika jenis sabu di saku sebelah kanan celana yang tersangka pakai,” tambahnya.

Saat ditangkap, petugas menemukan bungkusan bening berisi sabu seberat 0,28 gram. Menurutnya, sabu itu diperoleh dari tersangka berinisial FTP (30) yang berprofesi sebagai supir. Sabu tersebut dibeli IG seharga Rp 190 ribu pasa Selasa (4/8).

Polisi selanjutnya menangkap tersangka FTP di rumah kos yang dihuninya dikawasan Lamdom, Banda Aceh , Rabu (5/8) dini hari. Turut diamankan sembilan bungkusan plastik bening yang didalamnya berisikan narkotika jenis sabu dengan berat 2,18 gram dan satu bungkusan dari kertas koran yang di dalamnya berisikan ganja dengan berat 0,88 gram serta satu buah timbangan digital merk camry.

Raja Harahap mengatakan bahwa tersangka FTP setelah dilakukan interogasi memperoleh sabu tersebut dari MZ (27) warga Aceh Utara dengan cara membeli pada hari Rabu (29/7) di kawasan Geudong, Kabupaten Aceh Utara seharga Rp 3 juta.

“Kami langsung menuju ke Aceh Utara untuk melakukan penangkapan terhadap tersangka MZ yang telah ditetapkan sebagai DPO Satresnarkoba Polresta Banda Aceh. Alhamdulillah tersangka MZ berhasil kami tangkap di sebuah SPBU kawasan Geudong, Aceh Utara pada Rabu dinihari atas kepemilikan narkotika yang diamankan dari FTP oleh petugas kami,” katanya lagi.

Menurut tersangka MZ, ianya mendapatkan narkotika tersebut dari MN pada hari Kamis (30/7) di Kota Lhokseumawe. Tujuannya untuk dijual kepada orang lain seharga Rp 3 juta dan MZ mendapatkan fee sebesar Rp 500 ribu. Sementara itu, MZ menjual sabu kepada FTP seharga Rp 3 juta di Gampong Blang Peuria, Aceh Utara pada malam lebaran Idul Fitri.

“Kami melanjutkan penangkapan terhadap pemilik narkotika jenis sabu yang diperoleh oleh MZ dan FTP, yakni MN di sebuah rumah Kecamatan Jeumpa, Biruen, Kamis dinihari (6/8),” kata AKP Raja Amiruddin Harahap.

Saat NAS diamankan, petugas menemukan barang bukti ganja yang disimpan dalam dua karung putih yang berisikan 22 ikat gulungan besar ganja.

“Masing – masing ganja beratnya 1 kilogram, jadi kami mengamankan 22 kilogram ganja dari tangan MN. Menurut MN, ganja itu diperoleh dari BY untuk diserahkan kepada OJI yang kini buron. Ganja itu sebagai barter dengan sabu sebanyak lima sak,” katanya lagi.

Terhadap tersangka IG, FTP, MN, MZ dan NAS tersebut di atas di duga melakukan Tindak Pidana sebagaimana di maksud dalam Pasal 111 ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (1) Jo pasal 114 ayat (2) dari UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara selama 20 tahun atau seumur hidup. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Hot Topics

Raba dan Sedot Alat Vital Pelanggan, Pekerja Terapis Dibekuk Polresta Banda Aceh

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - MZ (22) terpaksa meringkuk sel tahanan Mapolsek Kuta Alam, Banda Aceh. Pria asal Bireuen ini dilaporkan atas kasus pelecehan...

Air Asia, Kolapsnya Industri Penerbangan dan Masa Depan Pariwisata Paska Pandemi

Oleh: Jabal Ali Husin Sab* Sektor industri yang paling berdampak dari pandemi covid-19 adalah industri penerbangan. Industri penerbangan mengalami revolusi besar sejak 2000'an dengan hadirnya...

Selundupkan Sabu Dalam Sandal, 2 Mahasiswi Aceh Ditangkap

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Dua mahasiswi asal Kabupaten Bireuen dibekuk Tim Satresnarkoba Polresta Banda Aceh. Kedua mahasiswi tersebut, yakni berinisial NH (23) dan...

Related Articles

Raba dan Sedot Alat Vital Pelanggan, Pekerja Terapis Dibekuk Polresta Banda Aceh

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - MZ (22) terpaksa meringkuk sel tahanan Mapolsek Kuta Alam, Banda Aceh. Pria asal Bireuen ini dilaporkan atas kasus pelecehan...

Air Asia, Kolapsnya Industri Penerbangan dan Masa Depan Pariwisata Paska Pandemi

Oleh: Jabal Ali Husin Sab* Sektor industri yang paling berdampak dari pandemi covid-19 adalah industri penerbangan. Industri penerbangan mengalami revolusi besar sejak 2000'an dengan hadirnya...

Selundupkan Sabu Dalam Sandal, 2 Mahasiswi Aceh Ditangkap

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Dua mahasiswi asal Kabupaten Bireuen dibekuk Tim Satresnarkoba Polresta Banda Aceh. Kedua mahasiswi tersebut, yakni berinisial NH (23) dan...