Mentan Panen Raya di Aceh Besar

JANTHO | ACEHJURNAL.COM – Menteri Pertanian Indonesia, Syahrul Yasin Limpo melakukan panen raya di Gampong Tumbo Baro Kecamatan Kuta Malaka, Aceh Besar, Rabu (30/9). Mentan turut didampingi Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali, Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Pangdam IM Mayjen TNI Hasanuddin dan anggota DPR RI Salim Fakhri.

Mentan menjelaskan, pertanian adalah sektor utama yang harus diperkuat, apalagi dalam kondisi pandemi seperti ini.

“Maka keberhasilan Aceh Besar yang mampu surplus adalah prestasi yang patut dibanggakan. Terimakasih petani, pemerintah Aceh Besar dan juga para penyuluh telah bekerja keras untuk meningkatkan pertanian,” kata Mentan Syahrul Yasin Limpo.

Menurutnya, sektor pertanian terbukti sangat kokoh di tengah pandemi covid 19. Hampir seluruh dunia mengalami penurunan ekonomi, termasuk Indonesia. Sejumlah negara besar seperti Amerika tidak pernah mengalami penurunan ekonomi. Saat wabah covid-19 melanda, katanya lagi, negara-negara besar seperti Jepang, Singapura kian merosot perekonomiannya. Untungnya Indonesia memiliki sektor andalan yaitu pertanian yang terbukti sangat kokoh di tengah kondisi pandemi covid-19.

Mentan menyebutkan, bahwa perlu kerja keras semua pihak untuk menggarap pertanian menjadi baik.

“Kita hanya perlu komitmen mau bekerja untuk menjadikan pertanian ini maju, daerah akan maju jika pertanian nya berhasil,” ujarnya.

Secara terbuka, Mentan mendorong kemajuan sektor pertanian di Provinsi Aceh. Untuk itu, ia mengaku akan selalu membantu dan memotivasi demi kemajuan sektor pertanian.

Menurut Mentan, banyak cara memanfaatkan dan memaksimalkan lahan, antara lain bisa menanam berbagai tanaman dan sayuran di pekarangan rumah, sehingga tak ada lagi lahan tidur.

Sementara itu Bupati Aceh Besar Mawardi Ali mengatakan, kehadiran Mentan ke Bumi Serambi Mekkah akan memberikan dampak luar biasa bagi masyarakat Aceh, khususnya petani. Sehingga mampu memberikan spirit dan dorongan buat petani untuk menjadi orang yang berada di garis depan dalam menyelamatkan pangan daerah maupun secara nasional.

Mawardi menjelaskan, Aceh Besar memiliki luas daerah 3000 km2 terdiri dari 604 desa di 23 Kecamatan dan dengan jumlah penduduk 400000 luas pertanian.

“Khususnya untuk tanaman pangan padi kita ada 29000 hektar dan kemudian yang mampu kita akhiri irigasi lebih kurang 15.000 selebihnya masih dalam kondisi hujan namun demikian berkat dorongan dan bimbingan Aceh Besar mampu surplus,” kata Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali.

Mawardi menyebutkan produksi rata-rata 7,2 ton per hektar. untuk kali ini Aceh Besar melaksanakan tanam gadu secara serentak untuk 8000 hektar. Dikarenakan saat ini adalah musim kemarau dan hasilnya Alhamdulillah berlimpah 100% berhasil.

“Ini berkat kerja keras semua pihak termasuk gubernur dan Kodim yang telah banyak membantu kami masyarakat Aceh Besar,” kata Mawardi Ali. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

HEADLINES

Sah, Putra Aceh Ilham Saputra Jadi Ketua KPU Definitif

Jakarta - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ilham Saputra telah resmi menjadi Ketua KPU definitif menggantikan Arief Budiman. Adapun Keputusan tersebut disepakati dalam Rapat Pleno...

Akun Fanpage Facebook UAS Hilang

Jakarta - Akun resmi Ustaz Abdul Somad Official yang ada di Fanpage Facebook mendadak hilang, sehingga tidak lagi bisa akses. Hingga kini masih belum...

Catatan Snouck Hurgronje Tentang Tradisi Berbuka Puasa Masyarakat Aceh

Selama bulan puasa hampir seluruh masyarakat gampong senang berkumpul di meunasah (masjid) untuk menunggu waktu magrib. Menjelang waktu berbuka, orang-orang kampung yang sudah berkumpul...

BERITA TERKAIT

Sah, Putra Aceh Ilham Saputra Jadi Ketua KPU Definitif

Jakarta - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ilham Saputra telah resmi menjadi Ketua KPU definitif menggantikan Arief Budiman. Adapun Keputusan tersebut disepakati dalam Rapat Pleno...

Akun Fanpage Facebook UAS Hilang

Jakarta - Akun resmi Ustaz Abdul Somad Official yang ada di Fanpage Facebook mendadak hilang, sehingga tidak lagi bisa akses. Hingga kini masih belum...

Catatan Snouck Hurgronje Tentang Tradisi Berbuka Puasa Masyarakat Aceh

Selama bulan puasa hampir seluruh masyarakat gampong senang berkumpul di meunasah (masjid) untuk menunggu waktu magrib. Menjelang waktu berbuka, orang-orang kampung yang sudah berkumpul...