Kurir 31 Kg Sabu di Aceh Dihukum Mati

BANDA ACEH – Pengadilan Tinggi Aceh menjatuhkan hukuman mati kepada terdakwa kurir sabu, Musliadi alias Mus Cobra. Mus terbukti menjadi kurir dengan membawa sabu seberat 31 kilogram ke wilayah Aceh Utara.
“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana mati,” demikian bunyi putusan Pengadilan Tinggi Banda Aceh seperti dilansir detikSumut, Selasa (10/5/2022).
Duduk sebagai hakim, Pandu Budiono sebagai ketua majelis dengan hakim anggota Merrywati dan Akhmad Sahyuti. Vonis hukuman mati itu dijatuhkan hakim pada 27 April 2022.
Untuk diketahui, kasus ini bermula saat Mus ditawari pekerjaan oleh seorang pria berinisial M (DPO) untuk mengambil dan menjemput sabu di kawasan Aceh Besar. Mus kemudian dijanjikan upah Rp 30 juta untuk membawa sabu seberat 31 kilogram tersebut ke wilayah Aceh Utara. Tawaran itu diterima Mus. Pada Rabu 30 Juni 2021 sore, M memberikan Mus satu unit mobil Toyota Hilux serta satu ponsel dan memintanya berangkat ke Banda Aceh.
Mus berangkat dari rumahnya di Aceh Utara dan diarahkan oleh orang yang tak dikenalnya ke ke Simpang Mesra, Banda Aceh kemudian ke arah Krueng Raya untuk menerima puluhan kilogram sabu tersebut. Setelah menerima sabu, Mus kembali ke arah Banda Aceh hingga akhirnya dalam perjalanan disergap petugas BNN Provinsi Aceh.
Kronologisnya, Mus berangkat dari rumahnya di Aceh Utara dan setiba di kawasan Aneuk Galong, Aceh Besar dia menghidupkan ponsel yang diberikan. Tak lama berselang, Mus dihubungi seseorang yang tidak dikenalnya.
Dia disebut diarahkan berangkat ke Simpang Mesra, Banda Aceh kemudian ke arah Krueng Raya. Di sana, Mus melihat satu unit mobil Honda HRV berhenti di dekat sebuah jembatan kecil. Orang-orang dalam mobil tersebut menurunkan dua karung berisi sabu lalu diserahkan ke Mus. Barang haram tersebut ditaruh di bagian belakang mobil yang dikendarainya.
Usai menerima sabu, Mus kembali ke arah Banda Aceh. Namun dalam perjalanan, dia disergap petugas BNN Provinsi Aceh.
Kasus itu pun bergulir di meja hijau. Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jantho, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Mus dengan hukuman mati.
Majelis hakim memvonis Mus dengan hukuman seumur hidup. Putusan itu diketuk pada 9 Maret lalu. Tak terima dengan putusan tersebut, jaksa dan Mus mengajukan banding ke PT Banda Aceh. [detik.com]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT