Kubu Moeldoko Diminta Minta Maaf Kepada Rakyat dan Presiden

Jakarta | AcehJurnal.com– Pengurus DPP Partai Demokrat mendesak pengurus KLB Sibolangit diminta maaf kepada rakyat dan presiden. Permintaan maaf ini didasari dua hal, pertama sudah membuat bising ruang publik dengan narasi-narasi bohong dan fitnahnya. Tidak ada nilai positif yang bisa diambil dari perilaku gerombolan Moeldoko selama dua bulan ini. Tidak ada nilai-nilai demokrasi yang bisa diteladani. Justru gerombolan Moeldoko selama dua bulan ini mempertontonkan perilaku yang tidak menaati hukum dan mengabaikan etika, moral, serta kepatutan.

Alasan kedua, mereka hanya membuat para pejabat negara, pelayan masyarakat, di Kementerian Hukum dan HAM menghabiskan energi, waktu, dan keahlian mereka untuk hal yang sia-sia.

“Sudah jelas sejak awal kalau KLB ilegal Sibolangit ini tidak sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku maupun aturan internal Partai Demokrat yang sudah disahkan oleh Negara,” kata Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra melalui keterangannya, Sabtu (3/4/2021).

Menurutnya, gerombolan Moeldoko hingga saat ini memaksakan diri dan membuat waktu para pejabat Kemenkumham menghabiskan energi. Seharusnya, kata dia, Kemenkumham bisa lebih produktif untuk kepentingan rakyat, jadi tersita untuk meneliti dan mempelajari berkas-berkas mereka.

“Kalau kepada Presiden, sudah jelas. KSP Moeldoko seharusnya fokus pada tugasnya membantu presiden. Malah kemudian sibuk dengan ambisi pribadinya. Kalau memang masih ada waktu luang, mengapa tidak digunakan buat membantu Presiden dengan lebih intens dan serius?” kata Herzaky Mahendra lagi.

Ia menjelaskan, presiden Jokowi hingga saat ini masih berkonsenterasi penuh dan benar-benar totalitas berusaha menyelesaikan masalah pandemi dan pemulihan ekonomi maupun berbagai permasalahan bangsa lainnya.

“Ini ada orang dekatnya, malah sibuk bermain di luar,” tambahnya lagi.

Ia mendesak agar gerombolan Moeldoko juga harus minta maaf kepada Presiden. Pasalnya, selama ini pihaknya terus membawa-bawa nama Presiden dalam berbagai kesempatan. Malah mencoba membenturkan Presiden dengan Partai Demokrat yang sah dibawah kepemimpinan AHY. Padahal, Presiden Joko Widodo hubungannya sangat baik dengan Partai Demokrat.

Partai Demokrat selama sama sekali tidak pernah menuding keterlibatan Presiden dalam gerakan untuk menggangu stabilitas partai.

“Yang kami sampaikan adalah adanya usaha mencatut nama Bapak Presiden. Silahkan dicek di jejak digital pernyataan Ketum PD AHY, Sekjen Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya, maupun saya selalu Kepala Badan Komunikasi Strategis merangkap Koordinator Jubir dan Jubir resmi Partai Demokrat terkait ini,” ujarnya lagi.

“Jadi, gerombolan Moeldokolah pelaku KLB Ilegal Sibolangit yang harus minta maaf ke rakyat dan Presiden Joko Widodo. Bukan malah kami yang diminta untuk minta maaf ke Presiden,” tutupnya. []

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT