Kisah Sukses Pertanian di Thailand (I)

Toet Leumang, Tradisi Warga Tangse Sambut Maulid Nabi

SIGLI | ACEHJURNAL.COM - Ada banyak cara untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW bagi masyarakat Aceh. Peringatan yang dikenal istilah Maulid Nabi ini...

Polresta Banda Aceh Bekuk Ayah Kandung Perkosa Anaknya Sendiri

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Seorang pria berinisial C dibekuk kepolisian dari Polresta Banda Aceh. Pria asal Kabupaten Aceh Besar ini diduga memerkosa anak...

Di Hadapan Sekda Aceh, Iskandar Al Farlaky Kembali Desak Pemerintah Aceh Perhatikan Nelayan Aceh Yang Masih ditahan di India dan Myanmar

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Anggota DPR Aceh, Iskandar Usman Al Farlaky mendesak Pemerintah Aceh tidak mengabaikan nasib nelayan Aceh yang masih ditahan di...

Restui Perayaan Maulid, Plt Gubernur Aceh Ajak Warga Hindari Kerumunan

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM —Maulid Nabi Besar Muhammad SAW megandung nilai-nilai ibadah dan ukuwah Islamiah bagi masyarakat Aceh. Perayaan Maulid Nabi biasanya dirangkai dengan zikir,...

Jelang Libur dan Cuti Bersama, Aceh Menjadi Zona Oranye Covid-19

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM –  Menjelang hari libur dan cuti bersama mulai  28 Oktober -30 Oktober 2020 nanti,  Aceh menjadi zona oranye Covid-19 dengan...

Selama 50 tahun terakhir, Thailand telah berkembang dari negara berpenghasilan rendah yang hanya menghasilkan komoditas kebutuhan dasar, naik ke taraf ekonomi tingkat menengah dan terdiversifikasi, yang memiliki kekuatan seimbang di bidang pertanian, industri, dan
jasa.

Dalam sektor pertanian, Thailand telah menjadikan sektor ini menjadi sebuah industri yang canggih dan mutakhir. Keberhasilan sektor pertanian di Thailand didorong secara sistematis dan terencana dalam yang skala yang masif.

Banyak pelajaran penting yang penting untuk dikaji dari kasus Thailand, yang bisa dijadikan pelajaran guna memajukan sektor pertanian kita, Aceh khususnya, ke jenjang yang lebih baik. Dari Thailand, kita bisa belajar bagaimana meningkatkan produktivitas pertanian kita, meningkatkan kesejahteraan petani dan juga meningkatkan pemasukan daerah Aceh melalui peningkatan jumlah perdagangan dalam negeru dan ekspor untuk produk pertanian.

Seperti di negara lain, capaian pembangunan Thailand menghadapai beragam tantangan sekaligus pelajaran penting yang perlu dikaji. UNDP sebagai sebuah lembaga PBB yang bergerak dalam program pembangunan dunia, bersama dengan TICA, badan yang membidangi kerjasama internasional di bawah Kementrian Luar negeri Thailand telah menerbitkan sebuah laporan mengenai capaian dan tantangan dalam pembangunan di bidang sosial dan ekonomi di Thailand.

Dengan lebih dari separuh penduduknya bekerja di sektor pertanian, sektor ini menjadi yang paling menonjol dalam pembangunan nasional Thailand. Dalam 40 tahun terakhir, petani Thailand dan organisasi pertanian telah menggunakan
penelitian, teknologi, dan pembelajaran di pertanian untuk mengembangkan teknik baru mereka sendiri, hal ini menjadikan Thailand menjadi salah satu eksportir makanan terbesar di Asia.

Produktivitas pertanian yang terus meningkat dan teknologi pemrosesan dan penyimpanan yang lebih baik telah meningkatkan nilai produk pertanian Thailand di seluruh dunia. Thailand terus mempertahankan posisinya sebagai dunia
eksportir utama beras, karet, produk olahan nenas kalengan dan udang windu. Thailand juga merupakan produsen ikan, daging ayam, tapioka, dan gula di tingkat global.

Keahlian pertanian Thailand meliputi metode berteknologi tinggi yang berbasis
penelitian mutakhir, hingga metodologi pertanian skala kecil yang praktis.

Pembangunan Pertanian Berbasis Falsafah Ekonomi

Setelah krisis ekonomi 1997, Thailand mencari cara untuk mengurangi dampak volatilitas global pada pembangunan dalam negerinya. Pemerintah Thailand juga turut memastikan perubahan cepat dalam perekonomian tidak merugikan masyarakat, tidak berdampak negatif pada lingkungan alam atau menghilangkan kualitas hidup yang dapat diterima masyarakat miskin pedesaan.

Kemajuan di Thailand tak lepas dari
kepedulian Raja Bhumibol. Pertanian menjadi fokus Raja dalam usaha jangka panjangnya yang terbilang sukses untuk mendorong pembangunan. Raja Bhumibol menggerakkan ekonomi Thailand berdasarkan rumusan filosofi ekonomi yang ia sebut “suffiency economy” (kelayakan ekonomi/ekonomi yang memadai).

Pendekatan ini menekankan moderasi, teknologi tepat guna, pengelolaan yang cermat risiko dan fleksibilitas dalam menghadapi perubahan. Dengan penerapannya di berbagai proyek dan wilayah geografis, metodologi “suffiency economy” telah membantu ratusan ribu orang, terutama mereka yang berada di daerah terpencil.

Pemerintah Thailand memasukkan filosofi ini ke dalam rencana pembangunan nasional 2002-2006, menghasilkan dampak positif pada banyak bidang pembangunan.

Kemajuan Thailand dalam Riset, Inovasi dan Teknologi

Thailand adalah negara agraris, dengan lebih dari separuh populasinya yang berjumlah 65 juta orang bekerja pada sektor pertanian. Lebih dari 20 juta hektar atau hampir setengah dari total luas di Thailand dengan total luasnya 51 juta hektar adalah lahan pertanian.

Dalam tiga dekade terakhir, Thailand telah berhasil memanfaatkan inovasi dalam penelitian dan teknologi pertanian untuk pengembangan sektor pertanian yang dinamis. Melalui transfer teknologi dan ketekunan oleh pihak swasta di sektor tersebut, usaha produksi pangan untuk ekspor semakin berkembang.

Produktivitas pertanian meningkat dan diikuti oleh peningkatan pada kualitas makanan dan produk pertanian. Investasi publik dan swasta dalam penelitian dan pengembangan pertanian telah memberikan hasil yang signifikan dalam meningkatkan hasil dan produktivitas lahan. Hal tersebut memungkinkan terjadinya peningkatan dalam ekspor makanan dan produk pertanian Thailand ke pasar global.

Pada tahun 2007, Thailand menduduki peringkat ketujuh pengekspor produk pertanian dan makanan di dunia, mengekspor produk senilai lebih dari 24,7 miliar dolar.

Thailand telah mempertahankan posisinya sebagai pemimpin dunia dalam produksi dan ekspor pertanian produk beras, karet, tapioka, udang dan nenas. Grand design Thailand untuk pengembangan pertanian berfokus pada penelitian dan pengembangan untuk meningkatkan produktivitas dan memotong biaya dengan menggunakan teknologi baru dalam penjaminan kualitas produk, pemrosesan hingga pemenuhan persyaratan internasional yang diperlukan untuk kebutuhan ekspor.

Hal demikian mendorong petani Thailand untuk menggunakan lebih sedikit pupuk berbahan kimia, sembari mempromosikan alternatif alami dan produksi organik untuk pupuk dan pembasmi hama. Turut juga dilakukan perbaikan berkelanjutan di pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan sebagai basis produksi pertanian.

Dukungan untuk sektor pertanian berasal dari berbagai sumber: instansi pemerintah, universitas, lembaga penelitian dan organisasi swasta.

Keahlian Thailand dalam pembangunan pertanian ada pada lima hal:
1.Meningkatkan efisiensi dan produktivitas di bidang pertanian,
2.Pengembangan budidaya,
3.Pengembangan produksi ternak,
4.Penciptaan dan penambahan nilai pada produk pertanian,
5.Ketahanan pangan.

Kisah sukses pertanian Thailand juga didorong oleh kontribusi para pakar di bidang pertanian yang membantu meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian, dengan memperhatikan beberapa masalah penting, yaitu; penelitian dan pengembangan genetika tanaman, menyusun perencanaan dalam produksi pertanian, pemberantasan hama, pemilihan bibit unggul dan penelitian mengenai pemupukan.

Tujuan yang diharapkan melalui kontribusi para pakar adalah untuk meningkatkan produksi pertanian dan mengurangi biaya, sehingga petani dapat memperoleh pendapatan yang stabil dan memadai.

Jabal Ali Husin Sab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

HEADLINES

Toet Leumang, Tradisi Warga Tangse Sambut Maulid Nabi

SIGLI | ACEHJURNAL.COM - Ada banyak cara untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW bagi masyarakat Aceh. Peringatan yang dikenal istilah Maulid Nabi ini...

Polresta Banda Aceh Bekuk Ayah Kandung Perkosa Anaknya Sendiri

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Seorang pria berinisial C dibekuk kepolisian dari Polresta Banda Aceh. Pria asal Kabupaten Aceh Besar ini diduga memerkosa anak...

Di Hadapan Sekda Aceh, Iskandar Al Farlaky Kembali Desak Pemerintah Aceh Perhatikan Nelayan Aceh Yang Masih ditahan di India dan Myanmar

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Anggota DPR Aceh, Iskandar Usman Al Farlaky mendesak Pemerintah Aceh tidak mengabaikan nasib nelayan Aceh yang masih ditahan di...

BERITA TERKAIT

Toet Leumang, Tradisi Warga Tangse Sambut Maulid Nabi

SIGLI | ACEHJURNAL.COM - Ada banyak cara untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW bagi masyarakat Aceh. Peringatan yang dikenal istilah Maulid Nabi ini...

Polresta Banda Aceh Bekuk Ayah Kandung Perkosa Anaknya Sendiri

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Seorang pria berinisial C dibekuk kepolisian dari Polresta Banda Aceh. Pria asal Kabupaten Aceh Besar ini diduga memerkosa anak...

Di Hadapan Sekda Aceh, Iskandar Al Farlaky Kembali Desak Pemerintah Aceh Perhatikan Nelayan Aceh Yang Masih ditahan di India dan Myanmar

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Anggota DPR Aceh, Iskandar Usman Al Farlaky mendesak Pemerintah Aceh tidak mengabaikan nasib nelayan Aceh yang masih ditahan di...