Jual Barang Curian Demi Sabu, Preman Pensiun Ditangkap Polisi di Banda Aceh

Banda Aceh | AcehJurnal.com – Tim satreskrim Polresta Banda Aceh berhasil meringkus sekelompok pemuda di kawasan Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh. Mereka ditangkap di sebuah kamar hotel usai mendapat laporan warga. Keenam tersangka masing-masing berinisial BR (16), MR (17), ADM (16), MN (19), BG (19), dan BN (19). Mereka terlibat tindak pidana pencurian berupa satu unit genset dan handphone. Rencananya, barang hasil curian tersebut akan dijual untuk membeli narkotika jenis sabu.

Kejadian ini sesuai dengan LP/02/YA N.2.5/202 1/Sek Jaya Baru tanggal 26 Januari 2021 yang dilaporkan oleh Sahrul, (52), warga Punge Blang Cut, Banda Aceh.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto melalui Kasatreskrim AKP M Ryan Citra Yudha mengatakan awal penangkapan terhadap para pelaku berawal dari laporan warga.

“Warga melaporkan kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok pemuda dalam sebuah kamar hotel Rajawali dengan kegiatan yang mencurigakan kepada petugas kami, sehingga dilakukan penyelidikan dan penggeledahan kamar yang dihuni oleh mereka,” kata Kasatreskrim AKP M Ryan Citra Yudha kepada awak media, Jumat (5/2).

Penangkapan pelaku yang masih dibawah umur berawal laporan warga yang curiga dengan aktifitas remaja tersebut.

Setelah itu dilakukan penyelidikan oleh unit Reskrim Polsek Kuta Alam terhadap informasi dari masyrakat bahwa ada sekelompok remaja sedang berkumpul di wisma Rajawali, dan pada saat dilakukan penindakan salah satu kamar ditemukan sekelompok remaja dengan inisial BR (16), MR (17), ADM (16), MN (19), BG (19), dan BN (19).

“Dari tangan sekelompok remaja tersebut, turut ditemukan barang berupa bong. Mereka mengakui baru saja selesai menggunakan narkoba jenis sabu dan para kelompok remaja tersebut menamainya di dalam grup WhatsApp dengan nama “ PREMAN PENSIUN”, tambahnya.

Setelah itu sekelompok remaja tersebut diamankan di Polsek Kuta Alam. Dari hasil interogasi kelompok remaja tersebut, di dapatkan informasi bahwa mereka sudah melakukan pencurian di beberapa tempat di Banda Aceh.

“Dari hasil interogasi, keenam tersangka mengaku telah melakukan pencurian di 18 tempat kejadian perkara (TKP),” katanya lagi.

Aksi kejahatan pencurian barang elektronik berupa handphone di beberapa lokasi diantaranya, tiga kali di Kecamatan Banda Raya, lima kali di Kecamatan Meuraxa, lima kali di Kecamatan jaya Baru, satu kali di Kecamatan Peukan Bada, satu kali di Kecamatan Ulee Kareng, satu kali di KecamatanBaitussalam, satu kali di Kecamatan Lueng Bata dan satu kali di Kecamatan Darussalam.

Dari hasil berapa – berapa TKP, barang hasil pencurian tersebut dijualkan tersangka kepada DP (19) dengan harga yang tidak normal diantaranya HP Advan biru dengan harga Rp.200 ribu, HP Realmi C11 serta kotak dengan harga Rp.1 juta, HP Xiomi S2 serta kotak dengan harga Rp 650 ribu, HP Oppo dengan harga Rp.250 ribu, HP Samsung J2 dengan harga Rp370 ribu, HP Samsung J2 dengan harga Rp.250 ribu, HP Realmi C2 warna biru dengan harga Rp.450 ribu, HP Advan warna putih dengan harga Rp.110 ribu dan Hp Vivo Y12 dengan harga Rp.550 ribu.

“Kita berhasil mengamankan barang bukti handphone dari para pelaku sebanyak 15 unit handphone, tiga unit power bank, tiga buah tabung gas 3 kg dan dua unit sepeda motor yang dipergunakan sebagai alat bantu,” ujarnya lagi.

Untuk saat ini para tersangka diamankan di sel Mapolresta Banda Aceh, mereka diancam dengan hukuman penjara paling lama 7 tahun penjara.

“Untuk anak bawah umur dikenakan Pasal 363 KUHP Jo UU RI No. 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Anak dengan ancaman penjara 7 tahun. Sementara pelaku dewasa dikenakan Pasal 363 KUHP ancaman pidana penjara dan penadah pasal 480 KUHP ancamam pidana 4 tahun,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT