Isu Capres Mencuat, Nurzahri : Partai Aceh Belum Bersikap kepada Siapapun

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Sejumlah partai politik (parpol) telah resmi mengumumkan calon presiden yang akan diusung pada Pilpres 2024 mendatang. Sejauh ini, ada tiga parpol yang sudah mengumumkan calon yang akan diusungnya sebagai calon presiden. Yakni Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua umum Partai Golkar, Airlangga Hartanto. Sementara dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjagokan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sebagai calon Presiden.
Baca juga Hasil Survei Positif, Presiden PKS Sebut Anies  Berpotensi Menangi Pilpres 2024
Isu pemilihan presiden (Pilres) mulai menjadi isu kekinian bagi masyarakat Indonesia, tak terkecuali di Aceh. Pasalnya, pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo – Sandi menang telak di Tanah Rencong. Pasangan nomor urut dua ini yang mendapat dukungan penuh Partai Aceh ini berhasil meraih kemenangan fantastis. Tak tanggung-tanggung, Prabowo – Sandi berhasil mengantongi suara sah mencapai 85 persen lebih.
Baca Survei Capres 2024: Prabowo Teratas, Ganjar-Anies Menyusul
Yang jadi pertanyaannya adalah, apakah romantisme antara Partai Aceh dengan Partai Gerindra ini masih terlihat mesra dan akrab pada kontestasi Pilres 2024 mendatang?
Juru bicara Partai Aceh, Nurzahri ketika dikonfirmasi AcehJurnal.com mengatakan, Partai Aceh hingga saat ini masih belum menentukan sikap dan arah dukungan kepada capres tertentu.
“Kita (Partai Aceh) masih wait and see (menunggu dan melihat) sejauh mana proses Pilpres itu terjadi,” kata Nurzahri via telepon seluler, Minggu (17/10/2021).
Advertisement

Nurzahri menjelaskan, Partai Aceh secara regulasi tidak dapat mengusulkan capres. Oleh karena itu, partai lokal besutan kombatan GAM itu masih “wait and see” figur-figur yang bermunculan. Setidaknya, calon – calon yang muncul ke depan memiliki komitmen untuk kemaslahatan rakyat Aceh. Diantaranya mampu menuntaskan seluruh butir-butir perjanjian MoU Helsinki dan Undang-Undang Pemerintah Aceh (UUPA).
“Yang Partai Aceh harapkan ke depan adalah, adakah Capres yang siap dan berkomitmen penuh menuntaskan segala kekhususan Aceh. Ini yang harus kita prioritaskan,” tegas Nurzahri.
Kendati demikian, Nurzahri tak menampik hubungan baik antara Prabowo Subianto dengan Mualem selaku pimpinan umum Partai Aceh. Tak hanya dengan Prabowo saja, Mualem bahkan juga berkomunikasi baik dengan Airlangga Hartanto, Puan Maharani, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.
“Komunikasi dan hubungan itu hanyalah sebatas teman. Bukan kongsi politik. Yang perlu digarisbawahi adalah, Partai Aceh siap berafiliasi dengan parpol manapun yang memiliki komitmen untuk memperjuangkan segala kekhususan Aceh. Sejauh ini, belum ada Capres manapun yang secara khusus berani berkomitmen untuk merealisasikan janjinya untuk kekhususan Aceh. Sebab Partai Aceh ini lahir dari proses perdamaian sehingga memiliki tanggungjawab moral kepada lima juta lebih penduduk Aceh dalam memperjuangkan MoU Helsinki dan UUPA yang masih terganjal di pusat,” pungkasnya. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT