Banda Aceh | AcehJurnal.com – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Alhudri memberi perhatian serius pada kasus pembunuhan yang menimpa almarhumah Fitriani. Almarhum merupakan guru Biologi SMK Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat. Ia meminta agar pihak kepolisian segera mengusut tuntas pelaku pembunuhan tersebut.
“Kami selaku pimpinan Dinas Pendidikan Aceh merasakan duka yang sangat mendalam atas meninggalnya ibu guru yang kita cintai ini, almarhumah Ibu Fitriani, S.Pd. Kami mengucapkan terimakasih atas jasa-jasa almarhumah, semoga menjadi amal shalihah beliau di akhirat kelak,” ucap Kadisdik Aceh, Alhudri.
Baca Guru SMK di Aceh Barat Meninggal Dunia Saat Dirampok, 35 Manyam Emas Hilang
Pernyataan duka cita mewakili Pemerintah Aceh itu disampaikan Kadisdik Aceh selepas mendapatkan informasi meninggalnya guru SMK di Kabupaten Aceh Barat tersebut, Jumat (5/11/2021) pagi.
Alhudri meminta polisi bertindak tegas dalam kasus pembunuhan Fitriani. Kasus pembunuhan yang diduga bermotif perampokan yang menimpa guru itu harus diusut tuntas aparat penegak hukum.
“Kami mohon kepada Bapak Kapolres dan juga jajarannya supaya dapat melakukan pengejaran dan menangkap pelaku kriminal tersebut, agar dapat memberi rasa keadilan bagi keluarga korban,” ujar Alhudri.
Begitu pun, Alhudri menyatakan dunia pendidikan Aceh, khususnya Aceh Barat telah kehilangan sosok guru yang pintar, sabar, rajin, bertanggung jawab serta bekerja tanpa pamrih untuk mencerdaskan generasi Aceh.
Alhudri berharap masyarakat juga proaktif menyampaikan informasi sebagai tanda-tanda dalam pengungkapan kasus tersebut. Pihaknya memohon dan berterimakasih kepada aparat penegak hukum untuk segera mengungkap pelaku pembunuhan.
“Kami berharap kepada seluruh masyarakat Aceh untuk memberikan doa kepada korban agar diberikan tempat yang layak disisi Allah SWT, semoga keluarga yang ditinggalkan tetap tabah dan sabar atas musibah tersebut.,” sambungnya.
Sebelumnya kasus pembunuhan yang diduga bermotif perampokan menimpa seorang guru bernama Fitriani, seorang guru Biologi SMK Arongan Lambalek, Aceh Barat.
Fitriani, merupakan salah seorang warga Gampong Suak Timah, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat ditemukan meninggal di belakang rumahnya, Kamis (4/11/2021) malam, dalam kondisi kepala pecah diduga akibat hantaman benda tumpul.
Korban ditemukan pertama sekali oleh suaminya ketika pulang dari shalat Isya di masjid. Kasus tersebut langsung saja membuat geger warga desa, apalagi korban diketahui dibunuh secara sadis.
Informasi menyebutkan, perhiasan emas sebanyak 35 mayam di tangan korban lenyap diduga dibawa kabur oleh pelaku. Karenanya banyak pihak yang meyakini kasus ini bermotif perampokan. []