Geliat Fotografer Wedding di Tengah Pandemi

Banda Aceh | AcehJurnal.com – Pandemi Covid-19 yang tingkat penyebarannya semakin meningkat berdampak besar terhadap sektor ekonomi dan sosial di dunia. Adanya resiko penularan yang tinggi, masyarakat pun disarankan untuk lebih mengurangi mobilitas mereka di luar rumah. Hal ini lantas turut berdampak besar bagi sektor ekonomi di berbagai sektor. Tak terkecuali bagi pelaku usaha kreatif seperti fotografer.

Kreatifitas dan pekerjaan mereka sangat berdampak besar terhadap skala pembatasan sosial. Aktifitas mereka identik dengan acara-acara di pusat keramaian, seperti pesta pernikahan atau seremonial lainnya. Semuanya harus ditunda karena adanya pembatasan sosial dengan tujuan memutuskan rantai penyebaran Covid-19.

Salah satunya adalah Edwar (40) atau akrab disapa Edo. Pemilik RumohPhoto ini bergerak di bidang fotografi, khususnya wedding, foto dan video komersial lainnya. Usaha ini dimulai dijalankan pria asal Aceh Besar ini sejak 2007 lalu. Selain menyediakan studio foto sendiri, Edo juga kerap melayani custumer dari luar Provinsi Aceh, seperti Medan, Pekanbaru, Bogor dan Jakarta hingga Malaysia.

Owner RumohPhoto, Edo saat melakukan sesi pemotretan wedding. Foto Taufik Ar RifaiAdanya pandemi Covid-19 lantas membuat usaha yang digelutinya semakin menurun hingga 50 persen. Edo mengaku hampir semua rencana foto wedding yang sebelum sudah dijanjikan harus dipending

Advertisement

 terlebih dahulu.

“Untuk bisa tetap survive, kami bersama tim harus selalu update dengan mencoba strategi baru. Apalagi adanya instruksi dari pemerintah untuk tidak membuat keramaian seperti acara nikahan karena social distancing,” kata Edo kepada AcehJurnal.com, Sabtu (29/5/2021).

Edo bersama kru RumohPhoto lainnya kemudian mencoba konsep baru dengan tetap menjaga protokol kesehatan saat melakukan pemotretan. Salah satunya tetap memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Salah satu koleksi foto wedding RumohPhoto. Dok IG @rumohphotocom

“Sebelum dan sesudah melakukan pemotretan. Semua alat-alat kamera turut kami sterilkan agar tetap terlindungi dari wabah Covid-19,” tambahnya.

Dalam menjalankan usaha pasti ada saat naik dan turun. Edo turut mendukung semua rekan-rekan fotografer Aceh lainnya untuk terus berkarya. Ia turut memberi pesan kepada para fotografer lainnya di luar sana, bahwa rejeki sudah ada yang mengatur.

“Jangan berhenti berkarya. Rejeki udah Allah yang atur. Yang penting adalah dalam menjalankan usaha kita harus tetap istiqamah dan jalani dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT