REDELONG | ACEHJURNAL.COM – Seorang emak-emak bercadar memarahi petugas kepolisian di lintasan Bireuen-Takengon, tepatnya di Kampung Pante Raya, Kecamatan Wih Pesam, Bener Meriah pada Rabu (25/11). Informasi diperoleh, ibu bercadar ini merasa kesal setelah dihentikan polisi lantaran tak mengenakan helm. Tak hanya itu, sepeda motor yang dikendarainya juga tidak dipasang kaca spion.
Dalam sebuah rekaman video pendek yang diunggah akun resmi milik Polres Bener Meriah memperlihatkan, emak-emak bercadar ini memarahi petugas karena tak terima dirinya dihentikan. Bahkan, saking kesalnya, emak-emak yang belum diketahui identitasnya itu mengacungkan tangan sambil memekik takbir.
“Allahu Akbar,” ucap emak-emak bercadar tersebut sambil mencengkeram tangan dan mengacungkannya kepada polisi.
Usai memekik takbir, emak-emak bercadar tersebut langsung tancap gas sehingga membuat polisi hanya tertegun.
Kapolres Bener Meriah, AKBP Siswoyo Adi Wijaya melalui Kasatlantas, Iptu Aiyub ketika dikonfirmasi ACEHJURNAL.COM membenarkan peristiwa tersebut.
“Iya benar. Tadi sekitar jam 08.00 WIB ada petugas yang menyetop ibu-ibu karena tak pakai helm,” kata Iptu Aiyub via telepon seluler.
Saat dihentikan, petugas menasehati agar wajib memakai helm saat mengendarai sepeda motor. Hal ini sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 106 ayat (8) tentang wajib mengenakan helm standar SNI saat mengendarai sepeda motor. Aturan itu wajib djpatuhi, baik untuk si pengendara maupun penumpang.
“Namun belum selesai dinasehati, emak-emak tersebut langsung memarahi petugas dan langsung tancap gas,” tambahnya.
Kasatlantas Iptu Aiyub berharap, kejadian tersebut tidak terulang kembali. Ia meminta kesadaran masyarakat tentang aturan berlalu lintas.
“Seharusnya ini demi kesalamatannya juga saat diingatkan. Ini jangan terulang kembali kejadian-kejadian seperti ini,” pungkasnya. []
Laporan : Wandi Ariga



