Disbudpar Aceh Luncurkan CoE Aceh dan Aceh Travel Mart 2.0

Banda Aceh  | AcehJurnal.com – Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh akan menggelar Soft Launching atau Peluncuran Calendar of Event (CoE) Aceh 2021. Acara yang mengusung tema “Ragam Pesona Wisata Aceh di Era Pandemi” akan dihelatkan di Hermes Palace Hotel Banda Aceh mulai 21 hingga 25 Maret 2021 mendatang.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Jamaluddin melalui Kabid Pemasaran, Rahmadhani mengatakan, peluncuran ini bersama dengan pembukaan Aceh Travel Mart (ATM) 2.0. Ajang ini adalah sebuah pertemuan buyer dan seller dalam penjualan paket wisata Aceh mengusung tema “The Quantum Energy of Indonesia Tourism”.

“Kedua acara ini rencananya akan dihadiri seratusan pelaku industri pariwisata dari berbagai provinsi di Indonesia akan dibuka oleh Bapak Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, “ kata Rahmadhani dalam keterangannya pada Jumat (19/3).
Pembukaan acara ini sebagai pertanda serangkaian even wisata Aceh berbasis alam dan budaya. Event ini nantinya akan digelar secara hybrid perpaduan antara daring dan during (offline dan online). Diantaranya mengutamakan protokol kesehatan yang berbasis CHSE atau 4K: Kesehatan, Kebersihan, Keamanan dan Kelestarian Lingkungan).

Rahmadhani menjelaskan, protokol kesehatan akan menjadi perhatian utama selama penyelenggaraan even wisata melalui pendekatan 3M, yaitu Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak. Pasalnya, praktik ini selalu melibatkan Tim Keamanan, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan Tenaga Medis dengan perlengkapan protokol kesehatan lainnya, sekaligus digelar berbasis Localize, Personalize, Customize dan Smaller In Size: Thematic, Digitalize & Sustainable.

Adapun peluncuran CoE Aceh 2021 dan ATM 2.0 bertujuan untuk memantapkan branding “The Light of Aceh” atau “Cahaya Aceh” kepada wisatawan di era adaptasi kebiasan baru (AKB). Kemudian memperkuat positioning Aceh sebagai destinasi wisata halal nasional dan internasional, menjual paket-paket wisata Aceh melalui pertemuan sellers dan buyers dari seluruh Indonesia, membangun semangat, kreatifitas dan inovasi pelaku industri pariwisata Aceh dalam menggairahkan kembali industri pariwisata Aceh di era pandemi.

Menurutnya, ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan perkembangan industri pariwisata Aceh di era Covid-19 melalui Reaktivasi Industri Pariwisata Lokal dengan tagline #DiIndonesiaAja, #AyoJalanJalanDiAceh, #DiAcehSaja dan #AyoPakaiMasker.

Rahmadhani menambahkan, CoE Aceh 2021 terdiri dari 67 even wisata yang berasal dari Disbudpar Aceh dan beberapa Pemerintah Kab./Kota. Event ini telah dikurasi oleh tim kurator Disbudpar Aceh siap digelar secara hybrid melalui pelibatan pemerintah kab./kota, pelaku budaya/pariwisata, komunitas, media, Generasi Pesona Indonesia (Genpi Aceh) dan Kemenparekraft RI.

Adapun ketiga even wisata unggulan lainnya berhasil masuk dalam “Kharisma Even Wisata Nasional 2021”, yaitu Festival Seudati yang dihelat di Banda Aceh mulai 4 s.d 5 April 2021. Kemudian Festival Ramadhan yang akan dilaksanakan di Banda Aceh, 14 April s.d 1 Mai 2021, dan Aceh Culinary Festival di Banda Aceh, mulai 6 s.d 8 Agustus 2021.

“Seluruh even wisata unggulan tersebut diharapkan dapat digelar sesuai jadwal, berbasis hybrid dan protokol kesehatan dan pelibatan komunitas,” tambahnya.
Rahmadhani melanjutkan, ATM 2.0 yang akan digelar oleh DPD Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Aceh didukung oleh Disbudpar Aceh. Kegiatan ini menjadi pertemuan dua tahunan antar pelaku industri pariwisata Aceh sebagai ajang promosi pariwisata di provinsi ujung palingn barat Republik Indonesia. Diantaranya melibatkan seluruh stakeholder terkait. Hingga saat ini, katanya lagi, tercatat 105 buyer dari 13 provinsi di Indonesia dan 50 seller dari Aceh.

Adapun tema yang diusung “Aceh, The Quantum Energy of Indonesia Tourism”, penyelenggaraan ATM 2.0 memiliki makna dan filosofi bahwa Aceh yang mengusung syariat Islam. Pasalnya, Aceh memiliki ragam potensi tersembunyi untuk menjadi energi pariwisata Indonesia melalui pengemasan yang unik dan menarik dalam pengembangan pariwisata yang tidak bisa disamakan dengan daerah lainnya.

Peluncuran CoE Aceh 2021 dan ATM 2.0 juga dirangkai dengan seminar pariwisata nasional dengan menghadirkan pemateri dari Kemenparekraft RI, Disbudpar Aceh dan praktisi dari ASPPI. Ini diharapkan menjadi sebuah pencerahan dalam membangun semangat, kreatifitas dan inovasi pelaku industri pariwisata Aceh untuk bangkit kembali dalam memajukan industri pariwisata Aceh di era adaptasi kehidupan baru. Salah satunya adalah melalui penerapan protokol kesehatan yang ketat dan sertifikasi CHSE kepada pengelola industri pariwisata.

Peluncuran CoE Aceh 2021 dan ATM 2.0 menjadi momentum untuk membangkitkan kembali industri pariwisata Aceh yang berjuluk “Serambi Mekah”, setelah terpuruk akibat pandemi Covid-19 dengan selalu menerapkan 3 hal utama, yaitu Inovasi, Adaptasi dan Kolaborasi sesuai arahan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Uno.
“Melalui ATM 2.0 diharapkan sekitar 100 paket wisata Aceh akan terjual, menggairahkan industri pariwisata Aceh dan terjalin kesepakatan bisnis antara pengusaha UKM Aceh dengan para buyer nusantara dan masyarakat umum,” ujar Rahmadhani lagi.

Sementara itu, peluncuran CoE Aceh 2021 dan ATM 2.0 akan dimeriahkan dengan Famtrip ke Kota Banda Aceh dan Sabang. Tujuannya untuk merebranding Kota Banda Aceh dan Sabang sebagai destinasi yang menarik bagi wisatawan, sekaligus memperkenalkan cara berwisata di era adaptasi kebiasaan baru dengan mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia melalui semangat “We are reborn for the bright future”. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT